Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
Cerita Kakakku part akhir


__ADS_3

Keesokan harinya kakakku mengalami kontraksi dan mau melahirkan segera dia mengambil telepon dan menghubungi suaminya.


"Mas kamu di mana, perutku sakit mas kayanya aku mau lahiran!"


"Ia de ini lagi di jalan tunggu ya de bentar lagi mas sampai tunggu 5 menit lagi"


"Ia mas, mas juga hati-hati dijalan."


"Iya de, sebentar lagi sampai"


Suami kakakku pun akhirnya sampai dengan selamat dan langsung memasukkan kakakku kedalam mobil dibantu para tetangga sekitar.


Kakakku juga sempat menelpon ibu saat di perjalanan menuju rumah sakit. Dan menuju ruangan bersalin dengan di temani oleh suaminya, proses persalinan berjalan cukup lama dan terdengarlah suara tangisan bayi ternyata bayi berjenis kelamin wanita dan di beri nama Rianty bayi yang sangat cantik.


Aku dan ibu datang untuk menjenguk kakakku dan menunggu dia setelah beberapa hari menunggu dan kakakku mulai pulih dia pun di perbolehkan untuk pulang.


"Ning kamu tinggal di tempat ibu aja dulu" ucap ibuku.


"Enggak usah bu, Ning enggak mau ngerepotin ibu lagian mas Adam juga cuti kok bu beberapa hari"


"Ya engak apa-apa ini kan cucu ibu"


"Enggak usah bu"


Kami semua menuju rumah kakakku sesampainya di rumah aku melihat mahluk itu berada di ujung dinding ruang tamu.


"Bu ayo kita pulang" ucapku yang mengajak ibu untuk pulang."


Aku dan ibu akhirnya pulang ke rumah dan meninggalkan kakakku di rumahnya.

__ADS_1


Hari menjelang malam tapi entah kenapa anak kakakku selalu menangis histeris tanpa henti, berhenti beberapa menit dan akhirnya menangis kembali, berhenti menangis di kala subuh dan siang dia tertidur nyenyak tapi dikala menjelang magrib sampai subuh selalu menangis.


Selalu seperti itu selama berhari-hari kadang di bacakan doa baru tenang dan mulai menangis kembali, suaminya tidak percaya kalau anak itu di ganggu dia selalu berfikir dengan logika.


"Mas apa kita pindah aja dari rumah dinas ini"


ucap kakakku.


"Emang kenapa de?"


"Aku merasa anak kita seperti di ganggu mas"


"Enggak usah berfikir seperti itu, rumah ini enggak ada apa-apa de."


"Kenapa kamu ini kalau aku bilangin enggak pernah percaya mas, aku cape sama kamu."


"Ia...ia de nunggu bulan depan yah aku gajian baru kita ambil rumah sekalian, kamu tau sendiri uang ku di tabungan enggak cukup."


Hari-Hari berlalu tapi anaknya selalu saja menangis hingga suatu saat anaknya sakit demam tinggi.


"Mas kamu dimana Rianty badannya panas mas"


"Bentar de aku di jalan nih arah pulang bentar lagi sampai."


Setelah beberapa menit menunggu akhirnya sampai suaminya di rumah.


"Ayo dek kita bawa ke dokter"


Akhirnya mereka pun pergi ke dokter anak setelah selesai akhirnya mereka pulang hari-hari berangsur membaik hilang rasa khawatir di diri mereka. Tapi setelah itu anak itu sakit kembali dengan gejala yang sama demam tinggi selala saja begitu dan pada akhirnya setelah di bawa ke dokter tidak dapat terselamatkan dan meninggal rasa sedih teramat sangat pada saat itu anak pertama yang mereka harapkan pergi selamanya meninggalkan mereka

__ADS_1


Yah mungkin tuhan berkata lain, tuhan lebih sayang anak itu dan mengambilnya kembali. Seminggu rasa sedih tak kunjung hilang.


"Udah sayang iklankan Rianty kamu jangan seperti ini terus, nanti kamu yang sakit" ucap suaminya.


"Kamu tidak merasakan sakitnya seorang ibu yang kehilangan anaknya mas."


"Ia aku mengerti tapi kalau kamu seperti ini terus aku yang khawatir de, Rianty pasti sedih di sana melihat ibunya terus-terusan bersedih. Dan mungkin Tuhan lebih sayang dengan Rianty, belajar untuk mengikhlaskan Rianty sayang."


Ucapan suaminya hanya membuat tenang sesaat pada waktu itu tapi di kala kakakku sendri dia masih merasakan tangisan Rianty.


Acara tahlilan pun dilakukan, banyak tetangga berdatangan, bendera kuning pun mulai di tancapkan, dan proses pemakaman berlangsung haru, ibuku yang mengetahui hal itu pun ikut sedih dan menguatkan kakakku agar lebih tabah dan mengikhlaskan Rianty.


Satu bulan berlalu, makhluk itu masih sering menampakkan diri, dan kakakku sering mendengar suara tangisan bayi, karena sudah merasa sangat lelah dengan gangguan itu kakakku dan suaminya memutuskan untuk pindah rumah ke tempat yang lebih ramai yaitu pusat kota, dan disana kakakku tidak pernah mengalami hal-hal aneh lagi walaupun ditinggal disana sendirian.


Hingga akhirnya kakakku sekarang memiliki dua anak perempuan anak pertama diberi nama Silvy dan yang kedua bernama Tasya.


Hingga suatu hari kakakku bercerai dengan suaminya, dan membawa kedua anaknya ke Kalimantan kami pun tinggal bersama-sama di rumah mbah, kakakku mulai mencari kerja dan saat itu kakakku bekerja di sebuah salon kecantikan ternama di kota ini, sampai akhirnya kakakku bisa membuka salon sendiri khusus wanita dulunya hanya dari rumah-kerumah, dan akhirnya kakakku memutuskan untuk menyewa sebuah ruko kecil, walupun kecil kakakku memiliki banyak pelanggan tetap dari berbagai kalangan dan profesi.


Bertahun-tahun kakakku menggeluti usaha salonnya di bantu oleh anak-anaknya karena pelanggan semakin banyak kakakku akhirnya pindah ke ruko yang lebih besar dengan dua lantai, dari hasil usahanya selama ini kakakku bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga sarjana.


Saat ini kakakku akan pindah tempat lagi, tapi kali ini bukan di ruko, kakakku membeli rumah besar di dekat rukonya dan merombaknya menjadi salon sekaligus rumah untuk dia tempati bersama anaknya, walaupun tanpa kehadiran sosok seorang suami kakakku bisa berdiri sendiri dan sukses.


**********************************************


Terima Kasih untuk para pembaca setiaku yang selau setia menunggu novelku update


Buat yang baru baca, jangan lupa Like ataupun komen ya.


Yang suka Romace bisa mampir-mampir ke novel keduaku, yang sudah baca novelku dari awal pasti tau karakter Lusi, dinovel kedua ini projectnya Lusi lhoo judulnya "Ray"

__ADS_1


dan yang tau karakter Eka di Novelku dia juga nulis Novel judulnya "Romansa Cinta Dit and Kai"


Sekali lagi terima kasih, dan nantikan ceritaku selanjutnya.


__ADS_2