
Setelah kakakku terlelap dia merasa setiap malam dikala dia tidur ada yang selalu menemaninya di samping, tetapi ketika bangun tidak ada satu pun di sampingnya kejadian itu selalu terjadi berulang kali di setiap malam.
Dan entah tiba-tiba pacarnya juga tidak lagi suka dengannya hingga suatu hari pacarnya meminta untuk putusan. dia ke rumah dan mengobrol dengan kakakku
"Ning kita putusan aja yah??"
"Emangnya kenapa ada masalah?"
"Kayanya kita udah enggak saling cocok lagi deh" ucap pacar kakakku.
"Perasaan kita enggak ada masalah kok putus!"
"Ia gw ngerasa kita udah enggak saling cocok aja."
"Ya udah deh kalau itu menurut lu baik ya udah."
Akhirnya mereka putusan. Dan anehnya lagi di setiap kakakku sendirian dia selalu merasa ada mengawasi dan menemani dia kadang-kadang sekelibat bayangan putih yang tidak begitu jelas, karena kakakku orang penakut jadi trkadang tidak di perdulikan olehnya hal-hal aneh itu dan untuk menghilangkan rasa takutnya biasanya dia memasang earphone di kala sedang belajar atau sendirian.
Dan anehnya lagi teman-teman di sekolah pun mulai menjauh mulai banyak teman-teman yang tidak suka dengannya hingga berbulan-bulan lamanya dia jadi suka menyendiri ketakutan.
Ibu mulai melihat keanehan di kakakku.
"Kamu kenapa? ibu liat akhir-akhir ini kamu tidak ceria dulu, kamu lebih banyak diam dan mendengarkan musik?"
"Gak papa kok bu"
"Kamu ada masalah Ning? mana pacarmu yang sering apel itu udah berapa bulan kok enggak kelihatan?"
"Ooooo.... itu udah putusan bu, enggak tau masalahnya apa?"
"Oooo.... jadi karena itu kamu galau?"
"Enggak kok bu biasa aja."
"Ya udah kamu jangan sering ngelamun nanti kesambet."
"Ah ibu ada-ada aja."
Tapi di saat aku melihat kakakku, aku selalu merasa takut karena aku melihat sosok yang selalu mengikutinya kemanapun dia pergi, aku melihat samar-samar sosok itu berwarna putih berdiri tegak dan seperti terbungkus oleh lain kafan yang sangat lusuh seperti pocong saat aku berada di samping kakakku sosok itu selalu ada bahkan sesekali dia menatap kearah ku, wajahnya yang hitam seperti terbakar dan rusak, sempat tercium bau gosong, saat matanya melotot kearah ku, aku pun langsung pergi meninggalkan kakakku dan menghampiri ibuku. aku pun memberitahukan hal itu kepada ibuku.
"Bu! bu!" ucapku sambil menarik baju ibuku yang sedang memasak di dapur.
"Kenapa Lan?"
__ADS_1
"Ada hantu bu di kamar mbak"
"Hantu apa? kamu ini ada-ada aja mana ada hantu siang-siang udah kamu main sana."
"Itu bu dikamar mbak tadi duduk sama mbak."
"Mana coba sini kita kekamarnya" ucap ibuku sambil mengajakku ke kamar kakakku.
"Nah dimana hantunya?" ucap ibuku sambil membuka pintu kamar kakakku.
"Kenapa bu?" ucap kakakku.
"Ini kata Wulan di kamar mu ada hantu."
"hantu mana ada sinang-siang begini Lan."
"Iya tadi dia di samping mbak."
"Kamu ini ngawur aja, udah ibu mau masak dulu."
Aku pun keluar rumah untuk bermain, aku bingung karena tidak ada yang percaya dengan apa yang aku lihat, aku masih takut bertemu dengan kakakku karena sosok itu selalu ada dan menampakan diri di hadapanku.
Malam pun tiba, aku menuju dapur untuk mengambil makanan, saat di dapur aku bertemu dengan kakakku dia sedang makan di meja makan, tapi lagi-lagi sosok itu ada dia duduk di depan kakakku seperti sedang memandangi kakakku, aku mencoba tetap ke dapur dan mengambil makanan aku mencoba menghiraukan sosok itu aku bingung kenapa saat itu kakakku tidak melihat sosok itu padahal kakakku juga sama seperti aku,
Aku pun makan di meja makan dengan posisi terus menunduk tidak mau melihat kearah manapun aku fokus dengan makananku, dan tiba-tiba kakakku berbicara kepadaku.
"Lan, aku kok merinding ya."
"Mbak kenapa? sakit?"
"Eh tadi siang lu liat apa sih? kok gue gak liat apa-apa?"
saat kakakku menanyakan hal itu aku pun dengan reflek menunjuk sosok pocong itu yang dari tadi menatapku.
"Aku lihat dia mbak."
Kakakku pun tiba-tiba mendekat kepada ku, seperti ketakutan.
"Lu jangan macem-macem lu!"
"Iya itu mbak dia duduk di depan."
"Bentuknya kaya gimana?"
__ADS_1
"Di kepalanya ada ikatannya mbak, terus di bungkus."
"Di bungkus? lontong maksud lu?"
"Bukan mbak itu makanan bukan hantu."
"Dia baju putih tapi kepalanya diikat."
"Mampus gue, ayo Lan" ucap kakakku yang langsung menarik tanganku yang sedang ingin menyuap makanan, dan menuju ke kamar.
"Mbakkk.....Lan belum selesai makan"
"Udah lu makannya sambung besok aja, gue takut, lu tidur bareng gue aja Lan gue takut."
"Gak mau Lan mau tidur sama ibu aja, Lan takut ada hantu."
"Kan udah gak ada Lan."
"Ada mbak, dia ngikutin mbak terus Lan takut."
"Wah lu jangan macem-macem Lan, nasib gue gimana?
"Tidur sama ibu aja mbak."
"Bertiga maksud lu."
"Iya sama ibu."
"Ya udah kita ke kamar ibu aja Lan, tapi lu tidur jangan usik ntar gue jatoh dari kasur"
Aku dan Kakakku akhirnya tidur bertiga dengan ibuku, walaupun kami tidur bertiga tetapi suasana masih mencekam bahkan ibuku merasakan hal itu, ibu juga sempat bermimpi melihat sosok itu.
Keesokan harinya, ibuku melihat kakakku seperti selalu ketakutan, dan aku pun tidak terlalu dekat dengan kakakku karena sosok pocong itu.
Beberapa hari kemudian ibuku memutuskan untuk pindah kontrakan karena ibuku juga merasa tidak tenang melihat sikap kakakku yang selalu ketakutan, aku yang selalu di hantui sosok kuntilanak dan temanku yang pernah hilang di bawa kuntilanak tersebut banyak kejadian aneh di kontrakan itu.
Setelah pindah rumah kami tidak pernah di nampakkan oleh sosok pocong tersebut dan mahluk-mahluk yang menyeramkan itu.
**********************************************
maaf ya reader ceritanya nanggung karena dapat infonya juga nanggung dari kakak saya
terima kasih kepada pembaca setia, jangan lupa like ataupun komen ya dan vote di tunggu cerita selanjutnya yang menebarkan.🥰👇👇
__ADS_1