
Aku bergegas pergi meninggalkan Dimas untuk pergi ke warung, Dimas yang saat itu melihatku hendak pergi ia pun mulai menegurku.
"Mau kemana Lan?" tanya Dimas.
"Mau ke warung!"
"Ngapain tumben?"
"Mau ngopi aku lupa beli kopi? mau ikut?"
"Enggak ah mukaku lagi bengep sama memar kaya gini apa kata orang warung liat mukaku yang seperti ini hilang ketampanan ku gara-gara kamu, lagi pula aku sakit perut gara-gara kornet mentah tadi malam!"
"Kan aku udah minta maaf lagian aku enggak sengaja, Ya udah nanti aku beliin obat biar ketampanan mu kembali"
"Ya udah sanah, aku mau tidur mumpung siang?, semaleman tidurku terganggu!"
"Okeyy hati-hati yah di rumah, entar banyak yang nemenin kamu" ledekku kembali.
Dimas mulai menoleh ke kanan dan ke kiri memastikan keadaan di sekelilingnya aman.
"Enggak lucu tau!"
Aku mulai berjalan meninggalkan Dimas seorang diri dalam pikiranku mudahan saja hal buruk tadi malam tidak terjadi kembali kepada Dimas.
Ternyata warung kopi di kampung ini lumayan jauh harus keluar gang terlebih dulu baru bisa menemukannya. Menempuh jarak satu kilometer baru bisa sampai ke warung itu.
"Permisi bu kopi itemnya ada" ucapku yang sudah berada di warung kopi,"
"Ohh ia Nduk ada" kata pemilik kampung degan logat jawanya.
"Satu ya bu, sama nasi campurnya satu," pesanku karena males masak jadi aku putuskan makan di warung.
Selang beberapa menit ibu warung itu datang membawakan kopi item dan nasi campur untukku."
__ADS_1
"Ini pesanannya Nduk," sambil menaruh di mejaku.
Karena mungkin aku orang baru di kampung ini jadi ibu itu bertanya-tanya kepadaku.
"Kok ibu baru liat yah! tinggal dimana Nduk?" tanya ibu warung itu.
"Oh ia bu saya orang baru di sini, nama saya Wulandari tinggal di gang melati no.33"
"Bukannya itu rumah yang lama kosong dan sekarang di kontrakkan"
"Oh ia bu, ulan ngontak di sana sama ade pingin liburan aja!" sambil menyuap nasi campur yang tadi aku pesan
"Kamu apa enggak takut toh Nduk Ulan?"
Aku mulai penasaran dengan ucapan ibu warung, untuk mendapatkan informasi rumah itu aku harus mengkorek-korek info itu dari warga sekitar.
"Enggak ini bu, emangnya ada apa dengan rumah itu"
"Dulu yang punya rumah itu adalah bapak Bejo orang yang kaya di kampung ini, Karena dia kaya orang kampung ini jadi orang-orang pada segan dengannya,"
"Terus bu seremnya dimana?"
"Engko se Nduk Lan sabar dulu"
(Nanti dulu de Lan sabar dulu)
"Lan penasaran bu"
"Jadi gini dulu sebelum pak Bejo kaya rumah itu kecil dan jelek, setelah pak Bejo menjadi orang kaya rumah itu pun di bagun dan di perbesar tapi salahnya adalah dia mengambil tanah alkah kuburan yang ada di belakang rumahnya untuk memperbesar rumahnya, dapurnya pun di perpanjang, dan semenjak rumahnya telah di bagun di atas kuburan itu usaha pak Bejo mulai menurun dan rumah itu pun di jual.
sampai detik ini rumah itu sudah 10 kali berubah kepemilikannya, dan sekarang tidak di jual lagi melainkan di kontrakan dengan harga yang sangat murah," Kata ibu warung yang menceritakan tentang rumah itu.
"Oooooo gitu bu pantas saja di belakang Lan buka jendela dapur dan lihat banyak kuburannya,"
__ADS_1
"Ia itu alkah orang di kampung sini tapi di daerah sebelum di bagun rumah pak Bejo. Itu kuburan-kuburan yang angker Nduk, ada yang mati bunuh diri di kubur di situ, ada yang kecelakaan, ada juga korban pembunuhan trus anak-anak kecil yang meninggal tenggelam di sungai semuanya di kubur di dekat rumah pak Bejo sebelum rumahnya di rombak!"
"Ulan tanya ini bu sepengetahuan ibu aja."
"Apa waktu pak Bejo bikin rumah itu kuburannya di gali dulu di pindahkan jasadnya,"
"Oh..nda...itu lansung di bagun di atas kuburan situ,"
"Memang keluarga korban enggak berjiarah ke sana, atau mencari?"
"Sebenarnya itu kuburan sudah pada hilang patok nisannya karena sangat lama mungkin dan ibu waktu ibu masih kecil kubur itu sudah ada dan sebagian ada patok nisannya sebagian enggak ada, jadi kalau orang tidak tahu yah seperti tanah bukan kuburan, tapi kalau di gali yah pasti ada jasadnya," ucap ibu warung menjelaskan
Aku sudah mendapatkan informasi dari ibu yang ada di warung ternyata mimpiku tadi malam juga ada sangkut pautnya dengan rumah itu, berarti di bawah rumah itu adalah kuburan-kuburan yang masih ada jasadnya yang meninggal dalam ke adaan mengenaskan pantas saja aura negatifnya sangat tinggi,
"Terimakasih loh bu infonya,"
"Nduk Ulan saran ibu lebih baik tinggalkan rumah itu karena sudah banyak korban kalau suami istri yang tinggal di sana pasti cerai, kalau pengusaha bangkrut, ada lagi yang gila anaknya, trus satu lagi ada yang kaya orang gila habis itu bunuh diri,"
Mendengar penjelasan dari ibu warung aku langsung kepikiran dengan Dimas yang sendirian di rumah dan aku mulai cepat-cepat membayar semua yang aku pesan tadi.
"Berapa semua ini bu?"
"Lima belas ribu Nduk,"?
"Ini bu" bergegas pergi.
"Kembaliannya nduk?"
"Ambil buat ibu aja," teriakku sambil lari meninggalkan warung itu.
Bersambung๐๐๐๐
Penasaran ya apa yang akan terjadi kepada Dimas tunggu cerita selanjutnya, trimakasih ๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ
__ADS_1