Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
Menjadi teman


__ADS_3

Aku terdiam mendengar ucapan anak itu, benar dia bilang aku tidak salah tapi kak Lia tega membunuhnya akhirnya berusaha menangkannya.


"Jangan sedih yah ben, ibu Ben sayang sama Ben kok" ucapku berusaha meyakinkannya.


"Kalau ibu sayang sama Ben, kenapa Ben di bunuh kakak??"


Pertanyaan sulit aku jawab, aku hanya bisa mengalihkan pertanyaan itu. Sudah enggak usah sedih kan sekarang banyak yang sayang sama ben, kakak ulan, kakak Dion, kakak Sanjaya, kita semua sayang sama ben.


"Makasih kakak, di sana juga ada yang sayang sama Ben!!


"Siapa Ben?? ucapku yang penasaran.


"Tante kakak!!!"


"Tante ciri-cirinya seperti apa??


"Rambutnya panjang kak, bajunya putih panjang, dia yang selalu nemenin Ben sama ngurusin Ben kakak" ucap Ben.


Aku sudah bisa menebak siapa yang di maksud Ben. (author sedih ketika Ben bilang tante yang ngurusin dia selama ini)


hatiku tersentuh alam lain yang di takuti manusia mereka masih punya rasa peduli dan sayang tapi kenapa terkadang manusia malah lebih tega, aku pun melanjutkan obrolan dengan Ben


"Tante baik yah sama Ben, mau ngurusin Ben."


"Ia kak, tante baik sama Ben tapi kalau marah serem."


"Emang kenapa tante marah sama ben,??"


"Ben pernah main jauh-jauh kak jadi tante marah sama Ben."


"Berti aku harus minta ijin sama tante itu jika Ben ikut denganku" ucapku dalam hati.


"Ben enggak bilang yah ikut kakak??


"Sudah kakak Ben sudah bilang mau ikut kakak!!.


"Terus tante gimana, tante ngijinin kakak tapi dia sedih."


"Kenapa Ben mau ikut kakak??"


"Ben enggak tau kak, Ben mau ikut kakak!!"


"Sini kita bobo yuk sama kakak."


Ben pun tidur bersama aku dan ibu, dan Ben memeluk di saat tidur, kasian dia, dia anak yang pintar andai kak Lia tahu tapi sekrang aku tidak tau tentang dia jadi aku enggak bisa menceritakan ini kepada kak Lia.


Keesok paginya aku dan Ben sarapan kalau tidak ada ibu aku menyuapi Ben makan dan minum susu, ibu curiga denganku karena aku tidak terlalu suka susu tapi aku punya seribu alasan agar ibu tidak curiga.


"Ben ikut kakak kerja, tapi jangan nakal yah di sana" ucapku dalam hati.


"Ia kakak Ben enggak nakal kok kak!"


Akhirnya aku mengajak Ben berkerja, kadang aku juga kasian dengannya di duduk di tangga sendirian kadang aku juga menyuruh Dion dan Sanjaya menemani Ben biar dia tidak sendirian. Dan di kala sedang istirahat aku menghampirinya dan sesekali menyuapinya di kala tidak ada orang.


"Kakak sini ngapain sih?" tanya Ben.

__ADS_1


"Kakak kerja Ben??"


"Kerja itu apa?"


"Kerja itu supaya kita bisa dapat uang nah kalau dapat uang kakak bisa beliin Ben susu," ucapku menjelaskan kepadanya.


"Oooo gtu yah kakak, tapi Ben bosen di sini."


"Bentar yah kakak mau tanya sama kak Dion dulu."


"Dion bisa enggak Ben kamu bawa ke alam mu?? dia kan energinya positif??"


"Bisa Lan dia ke alamku, ke alam sanjaya dia juga bisa" ucap Dion.


"Ya sudah kalau bisa, Ben ikut kak Dion yah, nanti kalau kakak udah di rumah kita ngobrol lagi dan main-main di rumah" ucapku.


Ben pun pergi ke alamnya Dion dan aku menyelesaikan pekerjaanku. Rencana besok Libur aku mau main ketempat Eka memperkenalkan Ben dengan dia. Setelah beberapa jam aku berkerja tiba waktunya untuk pulang.


Setibanya di rumah aku mulai mandi, makan dan berbincang dengan ibu di ruang tengah sambil menonton tv.


"Lan tadi malam kok ibu ngerasa waktu tidur ada yang memeluk ibu, pas ibu bangun ibu liat kamu tapi kamu tidur menghadap dinding" ucap ibu.


"Ah masa sih bu firasat ibu aja kali" ucapku agar ibu tidak curiga.


"Ah apa ia tapi seperti nyata."


"Lagian di kamar cuma ada ibu sama Lan, nah terus siapa lagi bu."


"Ia sih Lan mungkin cuma firasat ibu aja kali."


"Lan duluan yah ibu gak tidur."


Sebenarnya sih aku masih belum ngantuk tapi aku mau ngobrol sama Ben. aku mulai masuk ke kamar dan memangil Dion agar mengajak Ben kembali.


"Dion ajak Ben kesini"


"Ben sama Sanjaya" ucap Dion


"Aduh ini anak udah kaya apa aja di oper-oper" ucapku.


"Sanjaya ajak Ben kesini" ucapku.


Tidak lama kemudian Sanjaya datang dengan Ben.


"Kamu kemana Ben??"


"Ketempat kakak Sanjaya, kamarnya besar baget kak,"


"Ben sudah makan??"


"Sudah kak di suapin sama cewe" ucap Ben yang lugu


"Oooo mungkin itu dayang-dayang sanjaya."


"Enak makan di sana!"

__ADS_1


"Enak kak, makannya banyak"


"Besok kakak enggak kerja Ben ikut, ke tempat teman kakak."


"Ikut kak....ikut.... Ben ikut....!!!"


"Ia...Ia besok Ben ikut"


Keesokkan siangnya aku meminta ijin kepada ibu mau ke rumah Eka kebetulan aku tidak kerja hari ini. Sesampainya di rumah Eka aku menceritakan tentang kak Lia dan sampai akhirnya aku bertemu dengan Ben.


"Aku sedih denger cerita kamu Lan, dia padahal anak yang pintar kenapa ibunya tega" ucap Eka sambil menangis.


"Udah jangan nangis nanti Ben ngeliat."


"Dia ada di sampingku yah Lan, aku bisa merasakannya."


"Terus kamu ngerawatnya gimana??"


"Aku di bantu sama Dion dan Sanjaya kalau aku sibuk Ben di bawa ke alamnya."


"Aku bantu ngerawat, tapi aku enggak bisa liat sama denger Lan."


"Yah sama aja bo'ong dong kalau gitu"


"Hehhehe.... ia sih" ucap Eka sambil tertawa."


"Oh ia aku mau tanya bisa enggak sih dia naik ke atas Lan??"


"Bisa Ka ketika ibunya tau dan memberikan dia doa dengan sepenuh hati."


"Kenapa kamu enggak ngasih tau ibunya?"


"Ya gimana aku ngasih tau ibunya nomor hpnya sudah tidak aktif lagi ibunya ada dimana juga aku enggak tau, terakhir dengar kabar dia udah nikah di Jakarta tapi denger lagi dia udah enggak ada di sana."


"Ya sudah lah Lan kamu nikmatin aja sama Ben dulu."


"Kamu ngomong gitu aku jadi sedih, aku sudah merasa deket banget sama dia aku mulai sayang yah walau aku tau dia bakal naik ke atas suatu saat nanti" ucapku sambil meneteskan air mata.


"Maaf yah Lan, udah jangan sedih tadi kamu yang bilang nanti Ben liat aku sedih nah sekarang nanti Ben liat yang liat kamu sedih."


"Ia...ia.. kamu bikin aku jadi sedih"


"Ia maaf Lan, Ben nya dimana ini,"


"Dia main-main di rumahmu nih, ka minta susu dong buat dia,"


"Ia susu apa aja boleh Lan, ada susu buat ibu hamil"


"Yah jangan dong Eka!!"


"Ya tunggu bentar aku beliin."


Berapa lama kemudian Eka datang dengan membuatkan susu untuk Ben, Ben meminum sampai habis,


Dah akhirnya aku berteman dengan Ben aku menganggap dia sudah seperti adikku sendiri walau suatu saat kita bakal berpisah aku hanya ingin menikmati momen-momen bersama dia di saat ini

__ADS_1


*note aku tidak membenarkan kasus aborsi itu tapi aku mengangap tidak tau kalau temanku sudah melakukannya aku hanya sekedar membantunya dan sampai detik ini aku tidak tau keberadaan temanku itu. Apa bila ada kesamaan di dalam cerita ini aku mohon maaf🙏🙏.


Jangan lupa like, komen, dan vote jika kalian suka dengan cerita Ben ini terimakasih 🥰❤️❤️


__ADS_2