Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
Menginap


__ADS_3

Saking sibuknya dengan perkejaan masing-masing sampai tidak terasa jam menunjukan waktu istirahat aku mengakhiri sejenak perkerjaan ku dan mulai istirahat begitu juga kak Lia.


"Gak keluar Lan" ucap kak Lia.


"Enggak kak Lan bawa bekal nih" ucapku sambil menunjukan bekalku.


"Oooo ya sudah aku keluar dulu bentar."


"Ia Kak."


Kak Lia akhirnya pergi dan aku mulai makan siang dengan bekal yang aku bawa tadi. Setelah selesai makan kak Lia juga sudah selesai makan siang di luar dan sejenak kita mengobrol sebentar.


"Lan hari minggu ini kamu sibuk gak?"


"Mau ketempat teman Lan kak minggu ini dia nikah. Emangnya kenapa kak?"


"Mau ngajakin kamu main ke tempat kosan ku Lan."


"Bisa kak nanti habis Lan kondangan Lan mampir ke kosan kakak."


Disini aku belum bilang sama kak Lia bahwa aku bisa melihat mereka, Entah kenapa aku tidak suka kalau orang-orang tahu dengan kelebihan yang aku miliki kecuali itu di saat genting saja baru aku mau memberi tau siapa diriku sebenarnya.


Waktu istirahat sudah usai kembali lagi untuk berkerja. Sebelum aku menuju meja kantorku aku bertanya kepada kak Lia dulu.


"Kak jadi kan nginep di rumah Wulan??" ucapku untuk mastikan.


"Ia Lan jadi dong tapi aku gak bawa baju!"


"Udah pake baju Lan aja kak, tapi baju Lan kebanyakan kaos cowok kak gak papa kan."


"Hahaha ia gak papa Lan ia aku tau kamu tomboy Lan."


"Ya udah kak aku lanjut kerja dulu yah."


Aku mulai menyelesaikan perkerjaanku dari menginput data, mengarsipkan data dan sesekali menerima panggilan telepon dari customer. Tanpa terasa jam sudah menunjukan 18.00 saatnya aku mulai bersiap- siap untuk pulang, kak Lia juga ikut pulang denganku hari ini kami pulang bersama.


Aku dan kak Lian tiba di rumah aku memperkenalkan kak Lia dengan ibu.


"Bu teman Ulan nginep di sini yah" ucapku kepada ibu yang sedang berada di ruang tengah sambil menonton tv.


"Ya sudah kalau mau nginep di sini gak papa kok Lan. ucap ibuku.


"Ya bu numpang nginep semalem dulu bu, habis di kos-kosan Lia berasa horor bu" ucap kak Lia.


"Ya nak angap aja rumah sendiri emangnya ada apa di kosannya? kamu di sini sendiri nak keluarga di mana??

__ADS_1


"Ia bu Lia merantau di sini bu, orang tua ada di Bandung, Lia kurang tau juga bu Lia serasa ada yang nemenin Lia terus bawaannya merinding terus bu kalau di sana!"


"Ah mungkin itu hanya halusinasi mu aja Lia tapi kalau kamu gak tenang di sana kamu bisa tingal di sini sementara waktu angap aja keluarga sendiri dari pada ngekos lumayan kan uangnya buat di simpan" ucap ibu.


"Ya bu trimakasih Lia gak mau ngerepotin Wulan sama ibu."


"Ya ampun nak enggak ngerepotin kok, lagian bu di sini cuma berdua aja sama Ulan apa lagi kalau ibu sibuk Lan terkadang suka ibu pergokin suka ngomong sendri ketawa sendri mungkin enggak ada temannya."


"Apaan sih ibu ini gak ada ah Lan kaya gitu" ucapku yang malu dalam hati.


"Ia kamu aja kadang gak sadar Lan, ibu ini diam-diam suka mempergokin kamu kaya gitu dari sekolah sampai sekarang."


"Enggak usah di percaya kak omongan ibu" ucapku kepada kak Lia.


"Hahah emang ia Lan??"


"Kan kata Ulan gak usah di percaya kak!!"


"Ya udah Lan mau mandi dulu yah"


Aku mulai meninggalkan mereka berdua dan mulai ke kamar mandi, di sana kak Lia sedang mengobrol-gobrol dengan ibu. kak Lia duduk di ruang tengah dan sesekali memperhatikan dinding ruang tengah yang ada foto almarhum kakek dan nenek.


"Ini foto kakeknya Ulan ya bu"


"Ia ini foto kakek dan neneknya ulan, kakek Ulan dulunya sesepuh di gang sini Lia beliau seorang paranormal di sini, ibu sudah curiga sebenarnya dari kecil sama Ulan tapi Ulan selalu tertutup kepada ibu."


"Ia menurut ibu juga gitu, terkadang dia aneh tapi ibu sudah tahu walau ulan selalu tertutup dengan ibu."


"Ya bagus Lah bu, Wulan jadi anak indigo."


"Ibu tidak mau dia seperti kakeknya ibu kuatir kalau dia ada apa-apa lagi pula dia masih terlalu muda untuk seperti itu Lia."


Tiba-tiba aku pun datang


"Hayo ngomongin Ulan yahh??"


"Enggak ah pede kamu Lan" ucap kak Lia


"Habis ngomongin apa??, ya sudah kak mandi sana kak belum mandi kan entar Lan siapin bajunya."


Kak Lia mulai menuju kamar mandi dan mulai mandi aku mulai menghampiri dan membawakan baju ganti untuknya.


Setelah beberapa menit kemudian kak Lia pun mulai selesai.


"Kok bentar amat mandinya kak" ucapku.

__ADS_1


"Masa sih Lan perasaan sama aja sih" ucap kak Lia.


"Lan suruh Lia istirahat di kamar sana sama kamu sana istirahat kalian kan cape habis pulang kerja" ucap ibu.


"Ia bu, kak ke kamar yuk?" ucapku mengajak kak Lia.


"Bu Lia tinghal dulu yah"


"Ia, sana kalian rehat dulu" ucap ibu.


Aku dan kak Lia mulai memasuki kamar sebelah dan aku menemaninya tidur, kita pun tiduran sambil mengobrol sesekali aku mulai menguap tapi mata rasanya belum mau tiduran, dan hari ini absen mengobrol dengan Dion dan sanjaya biasanya kami sebelum tidur sering mengobrol, karena ada kak Lia jadi aku tidak bisa berbicara kepada mereka.


"Lan aku mau tanya sama kamu tapi jawab ya dengan jujur?"


"Wih berat ini pertanyaan ya kalau Lan biasa jawab emangnya kenapa kak??"


"Kamu indigo yah?"


Aku terdiam dengan pertanyaan kak Lia.


"Emangnya ada apa kak?"


"Ibu ada cerita tentang almarhum kakek mu dan dari kakak simak percakapan ibu tadi di ruang tengah kamu suka ngomong sendiri, jujur Lan kakak gak akan ngomong sama siapa-siapa kok."


"Benar yah kak sama ibu juga kakak gak akan ngomong!!"


"Ia kakak janji deh, emangnya kenapa kalau ibu mu tahu Lan?"


"Ibu enggak suka kayanya Lan kaya gini, Ia kak Lan emang anak indigo."


"Wih benar berarti kamu tahu dong apa yang terjadi di kos-kosan kakak??"


"Lan belum tahu sepenuhnya kak, kalau Lan belum kesana tapi Lan merasakan ada mahluk yang tak kasat mata juga menemani kakak di sana."


"Serius Lan aku jadi merinding dengerinnya, kamu ini tahu tapi aku cerita bilangnya halusinasi terus."


"Ya kan biar kakak enggak takut tingal di sana."


"Waduh kamu Lan tega, sama aku kamu tahu tapi enggak mau cerita besok kan Sabtu Lan terakhir kerja jangan lupa ke kosan aku yah"


"Ia...Ia.." ucapku


"Kita cari misteri apa sih yang ada di sana? oh ia aku mau tanya bisanya ank indigo nih punya teman yah??"


"Ia ada kak yang suka ngikutin aku dua yang datang saat genting ada juga."

__ADS_1


Aku pun menceritakan tentang Dion, Sanjaya, dan kakek sukma awalnya kak Lia takut tapi setelah aku yakinkan bahwa mereka baik kak Lia pun percya. Setelah mengobrol panjang lebar akhirnya aku dan kak Lia pun tertidur.


Apakah Wulan dapat memecahkan misteri di Kosan kak Lia nantikan cerita selanjutnya jangan lupa like dan komen 🥰👇 terimakasihh


__ADS_2