
Setelah kepergian Betri akhirnya aku mengabadikan ceritanya melalui tulisan.
"Akhirnya kelar juga nih tulisan tinggal di serahkan ke kantor nanti" Ucapku sambil menutup laptop.
"Belum tidur Lan?" tanya Lusy.
"Ia ini menuju nyelesain tulisan nih, udah pada ribut aja di kantor aku belum ngasih naskah-naskah yang baru."
"Kamu cerita tentang apa?"
"Ada temanku yang berapa minggu meninggal itu."
"Emang dia kenapa kok sampai bisa meninggal."
"Mendingan kamu baca aja nanti kalau tulisannya dah kelar yah" sahutku sambil menuju tempat tidur.
"Ya elahhh....."
"Dan aku mau tidur besok aku mau ke kantor nyerahin tulisan ini."
"Oke aku juga besok aku juga mau kerja lgi.
Keesokan paginya aku bergegas menuju kantor. Sesampainya di kantor aku menuju ruangan atasan dan memberikan file kepadanya.
Tokk...tokk..tok...
"Misi pak" Sambil mengetok pintu.
"Masuk Lan."
"Ini pak filenya."
"Aduhh.... lama banget kamu nyelesain tulisan udah ampir berminggu-minggu ini Lan kamu nulis enggak kelar-kelar."
"Maaf ya pak saya lagi belum dapat ide."
"Gimana perusahaan ini mau maju kalau cara kerjanya aja lama kaya gini, pokoknya saya enggak mau tahu saya kasih waktu dua minggu kamu harus kelar, omset majalah misteri kita menurun karena kamu sering telat Lan."
"Tapi pak yang nulis kan enggak cuma ulan aja pak," tuturku.
"Ia benar tapi tulisan kamu bayak peminatnya, ngerti kamu."
"Ia pak maaf Lan akan usahain, Lan permisi dulu pak."
"Ya sudah, jagan telat lagi."
"Ia pak" sahutku sambil keluar dari ruangan atasan.
Aku pun pulang mencoba untuk menulis kembali.
Sesampainya di rumah aku menuju meja kamar membuka laptopku dan menulis.
Berjam-jam aku hanya memandangi laptopku tidak ada ide cerita yang harus aku tulis.
"Aduhhhh pusing aku kalau gini, enggak ada ide ini," gumam aku.
"Kenapa Lan" sahut Dion.
"Huft biasa di desak kerjaan, aku harus cari bahan lni buat tulisanku."
"Ngayal aja Lan nulisnya." sahut Dion
"Aku udah pernah coba jatuhnya ke lebay tulisannya enggak horor malah jadi aneh, binggung aku harus gimana."
"Ya udah cari tempat angker aja telusuri sejarahnya."
"Ia bagus ide mu Dion, ooyaaa.... aku baru inget vila Markus."
__ADS_1
"Serius kamu mau kesitu Lan" ucap Dion sedikit ragu.
"Ia itu vila kan terkenal horor. Aku mau nginap beberapa hari di sana,"
"Lan jangan cari penyakit dah itu vila benar-benar horor lo,"
"Udah tenang kan ada kamu juga dan teman-teman yang lain bantuin aku."
"Heleehhh..... ujung-ujungnya aku juga yang kena,"
"Udahlah Dion masa jin takut sama hantu," sahutku yang mengejek Dion.
"Sanjaya menurut mu gimana?" sambung aku kembali.
"Aku terserah kamu Lan."
"Oke sippp jawaban itu yang aku suka, besok kita nginep ke vila Markus."
"Ia deh aku ikut kamu aja,"
"Nah gitu dong."
"Mba marni mau ikut" kataku mengajak mba Marni.
"Aakuu di sini saja Lan," dengan suara yang lembut dan serak.
"Oke deh kalau gitu," sahutku.
Tiba-tiba lusy datang.
"Tumben lusy pulang lebih awal???"
"Aku lagi kurang fit Lan, jadi ijin engak enak badan?"
"Kamu enggak kena corona!" ucapku kepada lusy.
"Ha...ha...ha...Kira'in kan sekarang lagi booming tuh virus."
"Tenang aku sudah aman Lan" ucapnya.
"Oh iya besok aku mau ke vila markus ikut enggak??"
"Mau ngapain Lan?"
"Cari refrensi tulisan lusy, aku kena marah atasan gara-gara lambat ngasih fail cerita."
"Enggak....ahhh pasti berburu horor lagi, lagian aku enggak enak badan Lan mau rehat aja."
"Ya udahhh kalau kamu enggak mau ikut."
"Kamu kan udah di temani sama teman-teman tak kasat mata kamu."
"Ia sih tapi kan aku juga pengen di teman sama teman yang nyata."
"Aku enggak ikut yang ada di sana aku enggak bisa tidur di ganggu trus."
"Ia...ia dehh, besok jaga rumah aja sama mba marni" sahutku menakutinya.
"Iaa....mba marni enggak nakal kan Lan? enggak ganguin lusy kan Lan?" tanya lusy yang ragu.
"Enggak tenang aja kok, aman?"
"Ya udah aku mau packing dulu buat besok,"
"Ia Lan hati-hati di sana,"
"Sip tenang aman kok?"
__ADS_1
Malam pun tiba, Wulan yang baru selesai packing barang untuk menginap beberapa hari di vila Markus.
Dan hari ini ia tidur lebih awal karena untuk sampai ke vila itu menempuh jarak yang cukup lumayan jauh memakan waktu 10 jam jadi agar tidak kemalaman sampai sana.
Dan iya pun menyewa mobil travel untuk menuju ke vila markus itu.
"Lusy aku tidur duluan yah, doain besok perjalannya lancar."
"Ia Lan amin."
"Huft gara-gara atasan ku nih, di sangka enak apa bikin tulisan horor, enggak tahu perjuangannya sampai kaya gini."
"Ya udah sabar nama juga kerja ikut orang Lan yah enggak bisa semau kita harus ikutin aturan."
"Ia juga sihh,,, sabarrr....sabarrr,,,,dah lah aku tidur duluan yah.
*********************************************
Keesokan paginya,
"Waduh jam 08.00 sudah aku kesiangan."
Ia menuju kamar mandi untu mandi.
"Lusy.... kamu di dalam, cepetan aku kesiangan nih!!"
"Ia bentar,,," Sahut lusy di kamar mandi.
Setelah beberapa menit lusy mulai membuka pintu kamar mandi dan keluar.
"Lah katanya enggak kerja kok mandi pagi?"
"Mau ke dokter aku minta surat keterangan dokter buat di kantor Lan."
"Ya udah minggir.... minggir aku mau mandi dulu kesiangan nih.!"
"Aneh kamu emang mimpi apa sampai kesiangan, tidur udah lebih awal masih aja kesiangan"
"Mimpi ketemu pangeran kodok," sahutku sambil masuk ke kamar mandi.
"Kodok tampan atau kodok burik," ucap Lusy mengejek dari luar kamar mandi
Aku tidak menghiraukan ejekan Lusy, karena waktunya sangat mepet.
Setelah semua selesai aku menelpon mobil travel yang bisa di sewa,
Berapa menit kemudian mobil itu pun datang aku membawa masuk semua perkakasku masuk ke dalam mobil.
mobil itu jalan, sopir itu bertanya kepadaku.
"Mba enggak takut sendrian ke vila markus, katanya vila itu angker!"
"Enggak pak, saya lagi cari ide di vila itu buat tulisan saya pak!"
"Kalau bapak jadi mba, enggak mau ah konon banyak orang yang melihat hantu orang belanda di sana."
"Bapak tau ceritanya?"
"Enggak juga sih mba cuma denger-dengar kata orang di sana banyak penampakan hantu-hantu orang belanda."
"Ya bapak saya kira tau, ternyata denger dari orang juga."
aku pun berbincang-bincang sepanjang jalan dengan pak sopir yang sangat ingin tahu untuk apa aku ke vila markus itu.
Bersambung.
nantikan cerita selanjutnya jangan lupa like dan komen trimakasih.
__ADS_1