Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
S2. Arwah penasaran 2


__ADS_3

Setelah selesai berbincang-bincang, Nia akhirnya berpamitan pulang,


"Lan, lusy aku pulang duluan yah?"


"Ia Nia" serentak kami menjawab.


Aku dan lusy mengantarnya sampai di depan rumah, Nia mulai menaiki motornya bersama dengan arwah wanita itu.


"Hati-hati Nia" kataku kepadanya.


Nia sudah pergi aku mulai menutup pintu dan kembali melanjutkan nonton film horor lagi dan lusy yang sudah mulai bosan lebih memilih untuk tidur,


Sedangkan Nia yang sudah sampai di rumah merasa tidak tenang, ia selalu merasa bahwa dirinya selalu di ikuti terkadang melihat penampakan arwah penasaran itu.


Pernah suatu malam Nia sedang asik mengerjakan tugas kantornya Ia mengerjakan tugas itu di kamarnya dan ada meja untuk dia mengerjakan tugas-tugasnya waktu kuliah dulu kebetulan tepat di mejanya ada dua buah jendela biasanya Nia hanya membuka jendela itu di siang hari untuk pergantian sirkulasi udara.


Saat Nia sedang asik membuat laporan di laptopnya jendela kamar itu tiba-tiba terbuka seperti ada angin yang kuat mendorong jendela itu.


"Ngagetin aja nih jendela," ucap Nia yang ingin menutup jendela.


Setelah di tutup Nia merasa bulu kuduknya merinding dan merasakan hawa-hawa aneh di belakang lehernya.


"Kok aku merinding yah," gumam Nia.


Merasakan hal tidak nyaman akhirnya iya memutuskan untuk tidur, Nia beranjak dari tempat duduknya menuju tempat tidur, masih tidak ada keganjilan yang di temukan saat itu.


Setelah Nia merabahkan dirinya di tempat tidurnya dengan posisi miring menghadap ke tembok kamarnya tiba-tiba ia merasakan tangan yang berjalan ke tubuhnya dan merangkul Nia, merasakan hal tersebut Nia mulai takut jantungnya mulai berdetak kencang keringat dingin mulai keluar, nafasnya mulai tak stabil dengan sisa-sisa keberanian yang Nia miliki pada saat itu akhirnya ia memutuskan melihat tangan yang sedang merangkulnya saat itu.


Tangan itu penuh dengan luka-luka yang mengerikan aroma luka yang begitu anyir itu ia cium, Nia juga tidak berani menoleh ke belang ia nampak takut dengan apa yang ia liat itu menyeramkan dan rasa bersalah ke pada temannya masih saja Nia belum bisa hilangkan olehnya padahal ke jadian itu mutlak kecelakaan tidak ada unsur ke sengajaan sekali pun.


Hampir setiap hal itu yang ia rasakan belum lagi bermimpi yang mengerikan. Sebenarnya sebelum terjadi kecelakaan itu Nia sangat akrab dengan temannya, sering tidur bareng di rumah Nia sampai terkadang sang teman merangkul Nia saat tidur, dia sudah menganggap Nia sebagai kakaknya.


Kembali ke Wulan,


Wulan yang sedang berada di kamarnya merasakan sesuatu keganjilan dengan arwah itu, ia bertanya kepada dion yah mungkin dion dapat tau makna dan arti dari semua itu.


"Dion aku binggung kenapa kok dia menghantui Nia padahal kan itu murni kecelakaan kenapa arwah itu tidak pergi dengan tenang,"


"Lan sepengetahuan aku, jika arwah itu belum bisa pergi dengan tenang masih ada sesuatu yang mungkin ada yang kurang di dirinya, kamu masih ingat di saat kamu menginap di tempat om dan tante, di saat kamu menginap ada terjadi kecelakaan dan arwah bapak itu tidak tenang mencari anggota tubuhnya yang belum lengkap yaitu matanya dan akhirnya aku menemukannya, mungkin saja dia seperti itu,"


Aku terdiam dan mulai berfikir dengan apa yang di bicarakan dion.


"Ia bisa jadi seperti itu dion tapi kok dia menghantui Nia," ucapku yang masih binggung.


"Berti kuncinya ada di Nia Lan, coba kamu hubungi dia dan tanyakan,"


Tanpa pikir panjang aku mulai menghubungi Nia dengan teleponku.


"Hallo Nia?"


"Ia Lan ada apa? kamu sudah mendapatkan jawabannya?"


"Belum Nia, aku mau nanya di saat teman mu meninggal tubuhnya masih utuh enggak ada yang kurang sehelai pun,"


Nia terdiam mendengar itu ia mulai mengingat-ingat kejadian yang ia alami bersama dengan temannya.

__ADS_1


"Sepertinya sih enggak ada Lan!"


"Coba kamu ingat-ingat lagi Nia,!"


"Emang kenapa sih Lan?"


"Menurutku sih Nia dia penasaran karena ada sesuatu dari tubuhnya yang belum lengkap dulu aku pernah mengalami kejadian ini,"


"Terus apa hubungannya dengan aku Lan?"


"Kamu kunci dari semua masalah ini coba Nia ingat-ingat kembali."


Nia mulai terdiam mencoba mengingat kembali.


"Aku lupa Lan,!"


"Ya sudah pelan-pelan saja kamu mengingatnya mudahan saja mulai ketemu jawabannya,"


"Aminnn.... Makasih ya Lan,"


"Ya sudah ini sudah malam istirahat besok kembali kerja,"


"Makasih yah Lan,"


Aku menutup telepon dan tidak menemukan jawaban dari semua itu, aku mulai berbicara dengan dion kembali.


"Aku enggak dapat menemukan jawabannya Dion, Nia tidak ingat!"


"Susah kalau kaya gini Lan,!"


"ya udah bawa tidur aja Lan siapa tau nanti kamu mimpi, biasanya kan seperti itu" saran Dion kepadaku.


"Ia juga yah coba deh aku berinteraksi didalam hati siapa tau dia mau masuk ke dalam mimpiku," sahutku kepada dion sambil mencari posisi yang nyaman untukku.


Aku mulai berbicara di dalam hati


"Aku ingin membantu mu tapi bantu aku mencari petunjuk lewat mimpi ku ini" ucapku di dalam hati.


Setelah beberapa menit kemudian aku mulai bermimpi, saat itu aku di sebuah kejadian kecelakaan Nia sebelum mereka terpelanting dari kendaraan ternyata tubuh temannya terseret dari kendaraan dan rambutnya telilit di belakang plat nomer kendaraan Nia aku tidak begitu jelas melihatnya menurutku kejadian itu begitu cepat sekali.


Setelah itu barulah Nia dan temannya terpelanting, aku terkejut dan bagun dari tidur melihat jam di Hp ku menunjukan jam 02.00 dini hari mencoba menelepon Nia berharap dia dapat mengangkat teleponku.


Tut....tut....tut....(Suara telepon sedang menyambung)


Sudah tiga kali aku menelepon Nia tapi tidak di angkat-angkat olehnya.


"Ayo Nia angkat telponnya" gumamku sambil mencoba meneleponnya kembali.


"Hallo Lan" dengan gemetar seperti orang sedang ketakutan.


"Kamu kenapa?"


"Aku takut Lan! dia selalu menghantui aku!"


"Tenang Nia, coba tenang atur nafas dulu bawa santai" sambil menyuruh Nia untuk bersikap tenang"

__ADS_1


"Ia Lan,"


"Gimana udah tenang!"


"Ia Lan sudah lumayan."


"Sekarang ikutin panduan ku, kamu masih ingat motor yang kamu pake di saat kecelakaan itu?"


"Ia Lan masih ingat motor itu sengaja tidak aku pakai lagi dan aku museum kan Lan, terus ada apa dengan motor itu?"


"Kamu datangi motor itu dan cari di belakang pelat nomernya."


Nia mulai mengikuti instruksi dariku ia mulai ke garasi di mana tempat motor itu di simpan, setelah sampai dan menemukannya Nia mulai membuka tutup motor yang ia tutupin dengan terpal dan mulai mencari sesuatu yang ulan ucapkan kepadanya, Nia juga mulai menelusuri sela-sela motor dan ternyata dia mendapatkan sesuatu tepat dengan yang ulan ucapkan di belakang plat nomer DA.


"Apa ini" ucapnya sambil mengambil sesuatu itu,"


"Kamu sudah dapat Nia?"


"Ia Lan bentar aku masih berusaha mengambilnya," sambil meneleponku.


Dan begitu terkejutnya ia melihat sesuatu itu.


"Rambuttttt....." ucap Nia sambil memegang gumpalan rambut


"Hallo Nia kamu sudah dapat?"


"Ia Lan segumpal rambut,"


"Alhamdulilah aku lega dengernya, bungkus dengan kain putih rambut itu dan besok datang lah ke pemakaman temanmu itu Nia kembalikan rambut itu dan bacalah doa untuknya."


"Ia Lan makasih yah, rupanya ini yang masih tertinggal besok aku akan kembalikan agar dia bisa kembali dengan tenang,"


"Ya sudah ya Nia aku ingin kembali tidur,"


"Ia Lan terimakasih.


Aku kembali melanjutkan tidur, dan keesokan harinya Nia pergi ke pemakaman temannya


tertulis di nisan sebuah nama,


Nama: Sri yani


Bin: Ahmad


wafat: 02-02-2020


Lahir:08-08-1998


Ia mulai jongkok di samping makan temannya.


"Maafin aku yah Sri, ini milik mu aku kembalikan semoga kamu tenang di sana dan doa aku berikan doa ini untuk mu" ucap Nia di dalam hati.


Semenjak itu Nia tidak pernah di hantu'i kembali oleh Sri temannya itu.


__ADS_1


Terimakasih 🥰


__ADS_2