
Akhirnya tulisanku telah selesai dengan di bantu dengan mba Sumarni.
Tok...tok..tokk... terdengar seseorang sedang mengetuk pintu. Aku mulai mematikan lebtobku dan menyimpan fail tulisanku, setelah itu aku menuju ruang tamu dan membuka pintu ternyata lucy.
"Masuk lucy" ucapku yang mempersilahkan masuk.
"Tumben nih ke rumah ada apa?" sambung ku.
"Lan aku ngekos di tempat kamu yah?"
"Emangnya kenapa? kamu enggak pulang lagi ke rumah.
"Gini aku kan udah lulus kuliah, nah baru keterima kerja tapi tempat kerja sama rumahku lumayan jauh! tempat kerjaanku sama rumahmu dekat buat menghemat pengeluaran bensin aku ngekos di tempat mu aja, boleh enggak Lan?" sahut lucy.
"Yah terserah kamu kalau mau ngekos di sini!" seruku.
"Tapi jangan mahal-mahal bayarnya gajihku nanti enggak cukup buat bayar."
"Udah gampang kalau soal itu."
"Malam ini aku nginep sini yah, besok aku baru bawa barang-barangku pindah."
"Ia lusy, nginep aja."
Lusy pun menginap di rumahku namun karena ada kamar dua jadi lusy tinggal di kamar samping dan aku di kamar bekas almarhum ibuku.
Malam mulai larut kami semua sudah tidur, malam ini aku mendengar kembali nyanyian yang di lontarkan oleh mba marni tapi nyanyian itu berasal dari kamar yang di gunakan oleh lusy dengan penasaran aku berusaha bangun dari kamarku dan menuju kamar lusy aku ingin tahu apa yang sedang dilakukan mba marni di kamar itu dan aku juga takut lusy tersadar dan dia takut akan kejadian itu.
Aku pun mulai bagun dari tidurku berjalan dengan sangat pelan agar tidak terdengar suara denyutan kaki melangkah, lalu aku mulai membuka pintu kamarku secara perlahan agar tidak menimbulkan bunyi yang akan membuat lusy terbangun, setelah itu aku mulai berjalan menuju kamar yang di tiduri oleh lusy.
Sesudah sampai di depan pintu kamar itu akau mulai membuka dengan perlahan dan mengintipnya ternyata aku melihat mba marni sedang di samping lusy sambil bernyanyi ia pun membelai-belai rambut lusy, melihat hal itu aku membuka pintu kamar lusy, aku hanya takut lusy merasakan keanehan di rumah ini dan takut untuk tinggal di sini.
Setelah aku membuka pintu kamar lusy mba Marni hilang sontak lusy bagun ketika aku membuka pintunya.
"Huuuaaahhh.....ada apa Lan?" sambil menguap.
"Aku lupa ngasih kamu obat nyamuk lusy, bentar yah aku ambil ke kamarku dulu." menuju kamarku.
Sesampainya di kamar aku mencari obat nyamuk sebenarnya itu alasan aku saja agar lusy tidak berfikir yang aneh-aneh. Obat nyamuk sudah aku dapatkan dan memberinya kepada lusy.
__ADS_1
"Ini obat nyamuknya Lus!" kataku sambil memberi obat nyamuk itu.
"Makasih yah Lan,"
"Ya sudah aku mau kembali ke kamarku dulu yah mau ngelanjuttin tidur. "
"Ia Lan" ucap lusy.
Sesampainya di kamar aku malah tidak bisa tidur aku binggung dengan apa yang mba marni lakukan dari aku kenal dia, dia tidak pernah mengganggu orang bahkan teman-temanku yang menginap di rumahku saat itu.
Aku mulai mencoba memangilnya dari dalam hati.
"Mba marni aku Ulan memangilmu datanglah....datanglah....datanglah..."
Tiba-tiba mba marni muncul di hadapanku.
"Maaf mba aku hanya ingin bertanya, kenapa mba marni menganggu temanku! apa dia ada salah?" tanyaku yang binggung.
"Aku tidak mengganggunya,!!!!!"
"Terus kalau tidak menggangunya kenapa mba seperti itu???" kataku yang menambah binggung dengan ucapan Sumarni.
Mendengar hal itu membuat otakku berkerja keras untuk berfikir apa maksud semua kata-kata mba Marni tadi, rasa penasaranku semakin bertambah dan aku bertanya kembali kepada mba Marni.
"Boleh aku tau apa alasannya mba??" tanyaku kepadanya.
"Pejamkan matamu!!!" perintah mba marni kepadaku.
Aku pun menurutinya mulai memejamkan mata dan melihat seorang anak wanita yang tumbuh remaja ibunya sangat sayang sekali kepada anak itu, dari kecil sampai anak itu tumbuh dewasa ibunya selalu menyayikan lagu dan membelai rambut anak itu, wajah anak itu secara tidak langsung mirip dengan lusy dan ibu dari anak itu adalah mba marni sebelum seperti ini bayangan pun hilang dan semua menjadi gelap, lalu aku membuka mataku melihat raut wajah mba marni dengan kesedihan ternyata aku baru menemukan jawaban itu dan tersadar.
Setelah melihat lusy mba marni teringat akan anak wanitanya di masa itu, naluri seorang ibu tidak bisa diungkiri walau dia tidak di alam nyata kembali dan entah lah apa keluarganya masih hidup atau tidak dia sangat menyayangi anaknya sampai detik ini kejadian ini mengingatkan aku dengan ibu, ibu terkadang datang di dalam mimpi ketika aku sedang dwon dalam menghadapi kehidupan ini saat aku sedang prustasi, putus asa ibu selalu datang dalam mimpiku dari sini aku belajar bahwa kasih sayang seorang ibu itu tidak akan pernah hilang atau pudar walau dia tidak di dunia nyata lagi namun kasih sayangkan akan selalu ada.
Setelah selesai berbincang-bincang dengan mba Marni aku mulai kembali untuk tidur.
Keesokan paginya aku dan lusy menyiapkan sarapan pagi di sini lusy mulai merasa keanehan dan bertanya kepadaku.
"Lan aku ngerasa malam tadi ada yang aneh enggak biasanya aku nginep di tempatmu ngerasa aneh??"
"Dan lagi aku mendengar kamu lagi berbicara sendiri." sambung lusy kembali.
__ADS_1
"Emang apa yang kamu rasain ???, lagi pula aku mungkin ngigo tadi malam jadi kamu dengar aku ngomong sendiri" sahutku yang masih menutupi apa yang terjadi takut lusy akan menjadi taku.
"Aku waktu kamu belum datang ngasih obat nyamuk aku ngerasa merinding Lan, ada yang membelai-belai rambutku saat aku tidur trus aku denger ada orang nyanyi tapi karena aku ngantuk baget jadi enggak aku hiraukan eh kamu datang."
"Lus aku mau tanya kamu gak takut di rumahku??"
"Ha..ha...ha... Kenapa emangnya, ulan...ulan... tengang aja pertama kali aku nginep di rumah mu hal-hal aneh udah sering aku rasain Lan, aku tau kok rumah mu ini horor, tp enggak aku peduliin, selama mereka tidak mengganggu."
Aku mulai tenang dengan ucapan lusy ternyata dia buka tipe orang penakut, dan aku mulai menceritakan semua kepada lusy.
"Kamu mau tau tapi kamu gak takut kan?" sahutku.
"Ia Lan tenang aja."
"Dulu aku pernahkan cerita sama kamu di rumah ini pernah ada yang gantung diri, trus aku ke makamnya dia udah tenang tapi setelah aku bikin cerita tentang orang tersebut, namanya mba marni aku memangilnya tiba-tiba beliau muncul kembali dan untuk membuat ceritanya aku butuh beliau untuk menceritakan masa lalunya."
"Terus Lan, yang tadi malam itu?" ucap lusy dengan raut wajah yang penasaran.
"Yang tadi malam kamu dengar ada orang nyanyi ya mba marni sambil membelai-belai rambutmu, alasannya karena kamu sangat mirip dengan anaknya wanitanya."
"Tapi dia enggak jahat kan Lan?"
"Tenang enggak kok!"
"Jadi bener tadi malam itu kamu ngomong ma dia bukan ngigo?"
"Ia lus aku takut kamu nanti takut?" sahutku.
"Wah...wah... kalau gitu aku tidurnya nanti sama kamu aja deh kalau tinggal di sini.
"Kenapa katanya enggak takut??"
"Biar lebih aman Lan"
Semenjak itu lusy setiap malam di kala ingin tidur selalu di temani oleh mba marni, mba marni juga menjaga lusy dari energi-energi yang mengganggunya.
Bersambung.
nantikan cerita selajutnya yah jangan lupa like dan komen trimakasih🥰🙏
__ADS_1