
Aku mulai menjelaskan kepada kak Dhea siapa yang dia manggil malam itu, yang dia panggil adalah raja jin yang bernama Pangeran Kusuma kak Dhea mulai ketakutan sambil bercerita.
"Bentuknya mengerikan Lan, dia berbulu, matanya merah di kepalanya ada tanduknya aku takut Lan gak cuma dia aja yang datang banyak juga yang lain Lan, mereka semua ingin mengajak ku Lan" ucapnya sambil ketakutan.
"Banyak berdoa kak minta pertolongan sama Tuhan Kak" ucapku.
"Ia Lan, ada kamu di sini membuat aku mulai tenang."
"Lan mau sekolah kak ini sudah jam berapa ini" sahutku.
"Nggak usah sekolah Lan, aku takut teman aku disini yah" ucapnya sambil memohon kepadaku.
Akhirnya dengan berat hati aku tidak masuk sekolah aku menemani Kak Dhea, kulihat dia sedang tertidur dengan pulas nya mungkin karena semalaman dia tidak bisa tidur.
Tidak terasa jam mulai menunjukan waktu pulang sekolah, aku berpamitan dengan kak Dhea yah walau kak Dhea tidak ingin aku pulang tapi aku harus tetap pulang, dan aku juga harus berbohong kepada mbah kalau aku masuk sekolah padahal yang sebenarnya terjadi aku tidak masuk sekolah dan menemani kak Dhea.
Malam mulai menjelang entah kenapa aku mulai aku khawatir dengan kak Dhea, tapi tadi untungnya aku sudah bertukar nomor HP dengan kak Dhea jadi jika terjadi sesuatu kita bisa saling memberi kabar, sebelumnya aku dan kak Dhea jika ada perlu kita mendatangi rumah masing-masing tapi untuk berjaga-jaga lebih efisien jika kita bertukar nomor HP.
Aku sudah mulai merasa tenang tidak ada lagi hal yang aneh-aneh, sambil menunggu Ibu pulang aku menonton TV dengan mbah di ruang tamu, aku melihat jam sudah menunjukan pukul 21.00 tapi ibu ku belum juga pulang, kak Dhea juga tidak ada memberi kabar sesekali aku mencoba menelpon kak Dhea tapi tidak diangkat mungkin kak Dhea sedang sibuk pikiranku atau sedang tidur.
Aku mulai mengantuk dan memutuskan untuk masuk kamar.
"Mbah Wulan mau ke kamar dulu yah, Lan ngantuk mbah" sahutku sambil menguap.
"Ia nduk, tidur sana lagian besok sekolah"
Aku terdiam mendengar ucapan mbah, aku merasa bersalah sudah berbohong kepadanya kalau aku tidak sekolah tadi.
"Iya mbah" sahutku sambil menuju pintu kamar.
Aku pun membuka pintu kamar dan menyalakan lampu kamar ku, aku kaget melihat di kasurku ada yang berbaring seperti orang yang terbungkus kain yang lusuh dan kotor setelah aku lihat lagi ternyata itu adalah sosok pocong.
Saat dia tau aku membuka pintu dia tiba-tiba bangun dan menoleh ke arahku, seketika badan ku kaku tidak bisa bergerak aku terpaksa harus melihat wujudnya yang menyeramkan wajahnya yang rusak dan gosong serta di penuhi oleh luka dengan darah yang masih mengalir di beberapa bagian wajahnya aku melihat benda putih menempel aku pikir itu seperti kapas yang di gunakan untuk menutupi wajah ketika seseorang meninggal, matanya melotot ke arahku, aku berusaha menggerakkan badanku dan akhirnya aku bisa bergerak, aku langsung menuju tempat mbah.
"Kenapa Lan?" kata mbah.
"Enggak apa-apa mbah, Lan tidak mau tidur di kamar, Lan mau tidur di tempat mbah aja"
"Emang kenapa Lan?" tanya mbah.
"Nggak papa mbah."
Mbah pun mulai penasaran karena melihatku seperti orang ketakutan dan mau masuk ke kamarku.
"Nggak usah ke kamar Wulan mbah"
"Kenapa kamu ini Lan?" tanya mbah.
"Nggak apa-apa mbah" sahutku yang ketakutan.
__ADS_1
Akhirnya mbah masuk kamarku disitu tidak ada makhluk itu lagi tapi kamarku berbau tidak enak seperti bau sesuatu yang busuk dan ada bau gosong juga.
"Kenapa kok kamar mu ini jadi bau sekali Lan seperti bau bangkai apa ada tikus mati?" ucap mbah.
"Nggak ada mbah tadi pas masuk kamar Wulan nggak bau kok"
"Ya udah buka jendelanya biar baunya hilang."
"Iya mbah."
Beberapa menit kemudian baunya hilang tapi anehnya muncul lagi bau yang berbeda entah berasal dari mana, baunya seperti bau amis darah, mbah pun bertanya lagi kepada ku.
"Lan kamu kalau datang bulan Jangan sembarangan."
"Enggak mbah Lan gak datang bulan kok."
"Kok kayak bau amis darah, ya udah kita keluar buka aja jendelanya Lan biar baunya keluar."
"Ya mbah Lan tidur sama mbah ya ibu belum pulang."
"Ya udah tidur di ruang tengah sambil nonton TV dan nunggu ibumu."
"Ya mbah."
Tidak berapa lama ibu pun pulang.
"Kok tidur di sini Lan?"
"Kenapa nggak tidur di kamar?"
"Nggak apa-apa bu sekalian nemenin mbah sambil nunggu ibu pulang."
"Ya udah ibu mau ke kamar mandi, mau cuci muka dulu nanti ibu nyusul ke kamar"
Aku mulai membuka pintu kamar dengan pelan-pelan aku lihat tidak ada makhluk itu lagi dan bau-bau yang aneh itu pun sudah hilang.
Hatiku mulai tenang lalu aku mulai beranjak ke tempat tidur, ibu juga mulai masuk kamar dan tidur di sampingku.
Selang berapa menit aku pun terlelap aku mulai bermimpi menyeramkan, rasanya aku berada di sebuah istana atau kerajaan di dalam istana itu banyak prajurit-prajurit dengan wajah menyeramkan ada seorang yang duduk di singgah sana kerajaan itu. mungkin itu raja mereka aku melihat raja itu sama persis seperti mimpiku sebelumnya dan sama seperti yang di lihat oleh kak Dhea, raja itu menunjuk kepada ku dan berkata
"BUNUH DIA", semua prajurit yang ada disana pun mulai mendatangiku, aku merasa mereka seperti membuat barisan lingkaran dan sedikit demi sedikit mulai mendekat dengan meulurkan tangan mereka yang seperti ingin mencekikku. Karena di lingkari oleh mereka semuwah aku tidak bisa lari kemana-mana aku hanya terdiam sambil melihat mereka yang mulai mendekat.
Akhirnya mereka semua mencekikku, entah kenapa di situ mulutku seperti terbungkam tidak bisa bersuara atau membacakan doa sedikit pun, rasanya aku mulai kehilangan nafas dan mulai berfikir aku akan mati tapi di hati kecil ku masih bisa bicara untuk berdoa meminta kepada TUHAN.
Ya ALLAH tolonglah hamba mu ini aku tidak mau mati dengan cara seperti ini entah kenapa seperti ada sebuah energi yang datang kepadaku dan aku bisa menyebut kan kata "ALLAHHUAKBAR" mereka pun terpental akhirnya aku bisa lari aku melihat ada cahaya kecil yang bersinar aku mulai lari ke cahaya itu entah dari mana datangnya cahaya itu.
Lama-lama cahaya itu mulai terang sekali dan aku terbangun, ternyata cahaya itu adalah jalan masuk ku untuk masuk ke tubuhku kembali.
Setelah ku terbangun aku melihat ibu di samping ku sedang ketakutan melihatku.
"Ada apa bu?" tanyaku.
__ADS_1
"Ibu membangunkan kamu nak tapi kamu gak bagun-bagun badan mu mulai kejang-kejang, gemetaran dan mulai dingin ibu takut kamu kenapa-kenapa nak" sahut ibuku yang ketakutan.
"Gak papa bu wulan mimpi seram tadi"
"Ya sudah berdoa dulu sebelum tidur" sahut ibu.
"Ia bu" sahutku sambil tidur dan memeluk ibu.
Selang berapa menit aku mulai tertidur dan bermimpi menyeramkan lagi, aku bermimpi di ajak sosok wanita yang berbaju putih rambut panjang sebut saja wanita itu kuntilanak dia mengajakku ke alamnya dan aku tidak di bolehkan untuk pulang, di situ aku hanya teringat oleh ibuku kalau aku tidak pulang. Dan tiba-tiba aku terbangun lagi dan hari pun sudah pagi.
Aku mulai kembali pergi kesekolah tapi hari ini aku tidak bisa mampir ketempat kak Dhea karena aku sudah kesiangan.
Di jam istirahat aku tidak melihat kak Dhea ke kelasku, aku menghampiri kak Dhea ke kelasnya, tapi dia mulai aneh dia tidak seperti kak Dhea yang ku kenal terkadang teman-teman nya mengira dia depresi dan stres ada juga yang takut karena dia mulai bertingkah aneh dan tidak mau berteman dengannya.
Dia seperti membacakan doa tanpa henti, terkadang menangis ketakutan. Aku merasa bersalah kepada kak Dhea aku yang membuat dia seperti ini. Aku mulai menghampiri duduk di sampingnya dan mengajaknya berbicara.
"Kak kenapa?" tanya ku kepadanya.
"Aku melihat meraka di sekeliling ku Lan, mereka ingin mengajakku, sampai tadi malam aku di bawa ibu ketempat pak Kiyai selesai di ajak ibu aku mulai tenang dan bisa tidur tapi di pagi hari aku melihat mereka lagi Lan mereka menyeramkan." Ucap kak Dhea dengan ketakutan.
"Tapi kakak melihat Dion di samping kaka?"
"Tidak Lan aku hanya melihat mereka!" sahutnya kepadaku.
Aku terdiam binggung kenapa kak Dhea bisa melihat yang lain tapi Dion tidak.
"Aku takut Lan, kenapa teman mu tidak mau membantuku" ucap kak Dhea dengan kecewa.
"Kaka tau semenjak kakak salah panggil aku menyuruh Dion untuk ikut kakak dan menjaga kaka agar mereka tidak masuk ke tubuh kaka" ucapku yang kesal."
"Kenapa harus aku yang di hantui mereka Lan??"
"Apa kaka tau apa yang terjadi kepada Lan, di sini Lan harus menghadapi mereka sendiri." Ucapku dengan kesal.
Aku tidak menceritakan kepada kak Dhea apa yang ku alami tadi malam aku takut dia malah ketakutan mendengar cerita ku.
Kak Dhea pun mulai terdiam saat aku bicara seperti itu.
"Maafin aku Lan aku egois, aku tidak memikirkan kalian aku takut Lan!!"
"Ya kak Lan paham apa yang kakak alami, Lan mengerti."
"Tapi kaka haru mencoba melawan mereka kakak gak boleh takut, dengan kaka takut seperti ini energi mereka akan bertambah. Berusaha kak untuk tidak memperdulikan mereka dan berusaha untuk tidak takut kepada mereka." Ucapku.
"Ia Lan aku akan mencobanya"
"Kita semua harus melawannya kak." Sahutku
"Ia Lan aku merasa kalau kamu datang mereka tidak berani."
"Ya karena Lan memancarkan energi positif kepada mereka dan Lan berusaha tidak pernah takut dengan mereka."
__ADS_1