
Selesai pemakan aku pulang dengan kakakku masih terlintas kenangan-kenangan di rumah ini di saat ibu masih ada.
"Sabar yah Lan ibu sudah tenang di sana beliau sudah tidak merasakan sakit lagi ikhlasin dia Lan" ucap kakak cewekku.
"Ia mba, Lan coba buat ikhlasin ibu"
Di malam hari rumahku masih ramai dengan warga kampung karena di adakan acara tahlilan untuk ibu, aku membantu yang lain untuk menyiapkan acara tahlilan, selepas magrib acara tahlilan itu pun di mulai warga kampung berdatangan ke rumahku untuk menghadiri acara tahlilan hingga acara itu selesai selepas Isa. Semua telah bubar karena acara telah selesai aku membantu membereskan semuanya hingga selesai kali ini aku tidur di temani oleh kakakku, baru kali ini aku tidur tanpa di temani oleh ibu rasa sedih masih menyelimuti hatiku di saat itu rasa kangen masih terbendung di hati.
"Lan kamu belum tidur" ucap kakakku yang mendatangi kamarku.
"Belum mba, bentar lagi Lan tidur, Lan kangen sama ibu mba?"
"Sabar Lan, apa kamu ikut mba aja ke Jakarta tinggal sama mba disana" ucap kakakku.
"Enggak mba Lan di sini aja di sini banyak kenang-kenangan ibu dan mbah disini."
"Mba enggak mau kamu bersedih berkepanjangan Lan."
"Lan butuh waktu aja kok mba."
"Ya udah kalau kamu enggak mau mba sama abang mu di sini cuma satu minggu aja Lan, selesai 7 hari ibu mba sama abang kembali ke Jakarta lagi, nanti mba kirimin uang buat kamu buat pegangan selama kamu belum kerja yah.
"Ia mba makasih yah."
"Tidur yuk Lan udah malam."
"Ia udah duluan aja nanti Lan masih belum ngantuk" ucapku sambil tidur-tiduran.
Di saat kakakku tidur aku melihat bayangan ibuku yang sedang berdiri di pojok dinding kamar, Aku kaget melihat ibu berdiri di sana aku terbangun dari posisi tidur dan duduk di kasur.
"Ibu Lan kangen sama ibu" ucapku di dalam hati agar kakakku tidak terbangun.
Ibu hanya tersenyum dan tiba-tiba bayangan ibu hilang dengan samar-samar. Di sini aku berfikir ini yah kesedihan terdalam menjadi anak indigo ketika seseorang yang dia cintai pergi untuk selamanya tapi dia masih bisa melihat bayangan dan wujud seseorang yang dia cintai tersebut.
**********************************************
Seminggu telah berlalu tapi kerinduan dengan ibu masih saja aku rasakan semua kakakku juga sudah pulang ke Jakarta aku sekarang sendiri dirumah sampai akhirnya aku berfikir untuk mengambil tanah kuburan ibuku. Aku menelepon Lusy kebetulan setelah kepergian ibu Lusy yang menemaniku saat ini dia terkadang juga menginap di rumahku.
Tuutttt.....tuuttt....ttuuuutttt suara telepon belum di angkat.
"Hallo ada apa Lan" ucap Lusi.
"Kamu sibuk hari ini, temenin aku yah"
"Enggak kok Lan hari ini kebetulan aku libur kuliah dosennya enggak masuk."
__ADS_1
"Pas baget nih temenin aku ke pemakaman ibu yah Lus"
"Kapan Lan?"
"Hari ini nanti aku jemput."
"Oke Lan aku siap-siap dulu yah aku tunggu yah."
"Ia Lusi"
Aku mematikan obrolan kami dan bergegas untuk menjemput Lusy untuk sampai ke rumah Lusy memakan waktu 15 menit untuk sampai disana.
Aku pun sampai di rumah Lusi ternyata dia sudah siap menungguku tidak perlu waktu lama aku dan Lusi mulai berangkat tidak lupa berpamitan dengan ibunya Lusy.
"Bu Lan sama Lusy pergi dulu yah" ucapku dengan ibunya Lusy.
"Ia Lan hati-hati" Sahut ibunya Lusy.
Kami bergegas menaiki motor dan menuju tempat pemakaman ibu sepanjang jalan aku dan Lusy bercerita berbagai hal sampai akhirnya aku tiba di pemakaman ibu.
"Udah sampai neh ayok masuk." ucapku.
"Aku lupa Lusy dimana ibu di makam kan tapi kita ketempat mbah dulu sebentar" ucapku.
"Ia Lan tenang aja aku masih inget kok."
Aku dan Lusy singgah di tempat nenek buyutku, setelah itu ketempat kakek, mbah, dan terakhir ketempat ibu.
Aku membersihkan rumput-rumput yang mulai tumbuh di samping-samping kuburan itu aku membacakan doa kepada ibu melepas rasa kangenku kepada beliau setelah selesai berdoa aku dan Lusy menaburkan bunga yang kami beli tadi di depan TPU banyak yang berjualan, setelah selesai semuanya aku pun menggali agak dalam dan mengambil tanah kuburan ibuku setelah dapat aku membenarkan tanah itu kembali dan memasukkan tanah yang aku ambil ke dalam pelastik bekas bunga tadi sebelum kami bergegas pulang di hati aku mengucapkan beberapa kata.
"Bu ikut Lan pulang yuk" ucapku dalam hati tiba-tiba aku melihat bayangan ibu persis di samping nisannya dia melihatku dan hanya terdiam setelah itu hilang.
"Buat apa itu Lan tanah kuburan ibu" ucap Lusy.
"Oh ini enggak apa-apa ini buat aku kangen aja sama ibu." ucapku
"Oooo aku kira buat apaan" sahut Lusy percaya denganku.
"Yuk kita pulang" ucapku.
Aku dan Lusy pun pulang karena sudah selesai berziarah tempat ibu dan yang lain.
Di sepanjang jalan kami mulai mengobrol kembali karena tempat pemakaman ibu lumayan jauh membutuhkan waktu setengah jam untuk sampai.
__ADS_1
"Lusy kamu hari ini nginep enggak di rumahku." ucapku sambil membawa motor.
"Enggak Lan nanti aja besok ada kuliah, nanti yah lagian aku belum ijin juga sama ibu aku nginep di tempat kamu."
"Oooo ya sudah kalau gitu jadi kamu aku antar pulang yah, makasih yah udah nemenin aku."
"Ia Lan sama-sama."
Akhirnya tidak terasa aku sampai rumahnya Lusy.
"Lus aku duluan yah."
"Enggak mampir dulu Lan."
"Nanti aja Lain kali salam buat ibumu."
"Ia nanti aku sampaikan."
Aku bergegas menyalakan sepedah motorku dan kembali ke rumah.
Sesampainya di rumah aku belum mengeluarkan tanah kuburan ibu masih berada di tasku hari juga menjelang sore aku mulai mandi sekarang di rumah aku hanya sendiri.
Selesai mandi aku pun masuk kamar.
"Lan kenapa kamu ambil tanah kuburan ibumu" ucap Dion.
"Aku kangen ibu Dion masih masih belum terima dan ikhlas ibu meninggalkan aku."
"Kalau kamu kangen kenapa kamu tidak mendoakan beliau Lan."
"Itu pasti Dion tapi aku masih kangen sosok ibu."
Dion terdiam dia tau apa yang aku lakukan itu salah aku membaut tidak tenang disana dan menahan ibu disini. Sifatku memang egois pada saat itu.
Malam mulai larut lalu aku mengambil tanah itu dan memasukinya ke dalam bantal bekas almarhum ibu, setelah selesai memasuki tanpa mengeluarkannya di dalam pelastik tanah itu aku merapikan bantal ibuku di sampingku, di saat aku mulai memejamkan mata aku merasakan seseorang yang hadir di samping aku mulai membuka mataku dan ternyata benar saja itu ibu aku pun berinteraksi dengan beliau.
"Ibu malam ini tidur sama Lan yah, sekarang ibu bisa tidur sama Lan lagi" ucapku yang melihat ibu sedang berbaring telentang.
Tapi anehnya ibu tidak pernah berbicara denganku hanya terdiam saja. Di saat aku mulai terlelap aku merasa ibu memelukku saat aku tertidur.
Rasa ini membuat aku merasa nyaman dan tenang hilang rasa kangenku di saat itu, walau aku tau ibuku sudah tiada tapi aku merasakan kehadiran beliau kembali.
Bersambung
Penasaran dengan cerita selanjutnya nantikan yah jangan lupa like, komen, dan vote menunggu 🥰 .
__ADS_1