Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
Perjalanan menuju desa Ringkit


__ADS_3

Aku dan lusy sudah membereskan barang-barangku tinggal menunggu Dimas.


"Lan temen kamu mana sih lama banget," keluh Lusy


"Udah tunggu aja, nanti juga dateng orangnya,"


Tidak lama sebuah mobil berhenti didepan rumahku


"itu temen kamu Lan?"


"Iya itu temen aku,"


"Widihh mobil mevah nih, jarang-jarang aku bisa naik mobil beginian pasti udara Ac nya baunya kaya duit Lan,"


"ha.haha emang bau duut gimana?"


"bau kebahagiaan lah apa lagi, apa lagi nih ya kamu liat duit seratus ribu dibelakangnya menari-nari Lan kan bikin bahagia,"


"Mana ada kayak gitu, duit ya duit mana ada menari-nari,"


"Nih kalo kamu gak percaya, nih liat gambar belakangnya lagi menari bahagia liat aja ekspresi penarinya," ucap Lusy sambil menunjukan selembar uang seratus ribu yang ada di kantong celananya.


"Ha hha ha iya juga yaa, bisa aja kamu Lus,"


"Lan kita mau liburan kemana nih?" ucap Dimas yang menghampriku.


"Kita mau kedesa kakak iparku mas nginep disana,"


"Okke, aku udah siapin semua perlengkapan di mobil, eh ada Lusy haloo," ucap Dimas sambil melambaikan tangan


"Lan, kok dia bisa kenal aku sih?" bisik Lucy


"Kan kalian pernah ketemu dan pernah ngobrol juga,"


"Ah masa sih Lan?"


Kebiasan Lusy dia tidak akan ingat dengan seseorang jika tidak sering bertemu.


"Lan itu dalan kresek gede apaan?" tabya Dimas


"Biasa itu bawaanya si Lucy,"


"Lus kamu bawa apaan? kok banyak banget mau pindahan ya?" tanya Dimas


"ya gak lah ini itu isinya makanan, snack, kopi, biskuit, permen, ada raket nyamuk, semprotan serangga, senter, selimut,"


"Lan temen kamu mau ngungsi apa gimana sih?"


"udah biarin dia emang gitu orangnya, ayo kita berangkat," ucapku


"Ya udah barang-barang kakian taruh di bagasi ya udah aku bukain tuh,"


Aku dan Lucy menaruh semua barang-barang kedalan bagasi mobil dan masuk kedalam mobil.


kami pun berjalan menuju desa Ringkit, perjalanan sekitar tiga jam dari kotaku. Lusy yang sedang dusuk dibelakang sedang asyik dengan Hpnya. walaupun Lusy orang yang cerewet namun juga pemalu biasanya dia menutupi sikap pemalunya dengan bersikap dingin jika dengan orang yang tidak terlalu dia kenal. terkadang orang-orang bisa salah mengartikan sikapnya yang dianggap sombong padahal sebenarnya dia pemalu, dan tidak bisa memulai pembicaraan.

__ADS_1


"Lan kok si Lucy diam aja sih?" tabya Dimas


"Dia emang gitu, entar kamu tau sendiri orangnya asik kok,"


"Ini kamu dalam rangka apa sih, kok tiba-tiba liburan,"


"Gak apa-apa sih lagi pengen refreshing aja,"


"iya sih aku udah lama gak jalan-jalan, apalagi kepedesaan,"


aku mulai menunjukkan arah jalan menuju desa Ringkit kepada Dimas, setelah beberapa jam kami mulai memasuki sebuah jalan yang tidak terlalu besar, dijalan ini dipenuhi dengan gunung-gunung tinggi dan juga hamparan sawah yang luas, banyak para petani dan juga sapi-sapi dilepas bebaskan. Saat memasuki jalan itu lusy mulai memandangi luar jendela, aku tau sekali Lusy sangat suka pemandangan alam.


"emmm anu aku boleh buka kacanya gak?" tanya lucy kepada Dimas


"Anu? anu siapa? Dimas Lusi Dimas," ucap Dimas


"hahhaha... anu apaan sih Lus," ucapku sambi tertawa


"Ya udah buka aja bebas kok," ucap Dimas


Dengan cepat Lucy membuka kaca mobil dan menghirup udara sedalam mungkin.


"Duh enak banget disini, wangi pedesaan gak kaya dikota kalo dihirup masuknya debu bukan udara, Wah ada sapi Lannn... Saaapiiiiii sapiiiii," teriak Lusy


"kamu manusia hidup dimana sih gak pernah liat sapi ya?" ucap Dimas.


"hahaha...ya pernah lah tapi kan ini beda,"


"Lan temen kamu aneh banget sih ketemu sapi aja girang begitu,"


saat aku asik menikmati perjalanan aku tiba-tiba teringat dengan mimpiku, aku sekarang tau lokasi jalan yang ada dimimpiku, saat mobil terus melaju aku melihat ke sisi kiri terdapat beberapa jalan setapak, aku memperhatikan semua jalan dan ternyata benar jalan itu ada, aku sangat ingat didalam mimpiku diseberang jalan setapak itu terdapat hamparan sawah seperti yang ada didalam mimpiku.


Aku terkadang bingung dengan Lusy, dia bukanlah seorang indigo namun terkadang dia sering memberiku jawaban, tanpa aku sadari ajakan lucy ke desa Ringkit ini ada maksudnya.


Kami pun sampai dirumah kakak iparku mba Fitri, rumah yang sederhana namun sangat nyaman dan juga sejuk di belakang tumahnya terdapat kandang sapi dan juga kebun.


"Oalaah kamu Lan, lama kamu gak main kesini," ucap mba Fitri


"Iya mba, kebetulan aku lagi libur jadi sekalian aja liburannya disini,"


"Ya wes masuk dulu Lan, ini siapa Lan satunya ganteng, itu mirip artis yang nyanyi itu lho ,"


"iya ini Dimas mba temen satu kerjaan,"


"ya udah kalian istirahat dlu kamarnya sudah mba siapin,"


aku dan Lusy masuk kemamar dan menaruh barang-barang kami sedangkan Dimas berada di kamar sebelah.


"Lan, udah ketemu belum?" tanya Lusy


"iya udah, besok pagi kita kesana gimana?"


"Ya ayo, tapi Dimas gimana?"


"nanti aku ngomong dulu dia mau ikut atau gak,"

__ADS_1


"ya udah nanti kamu tanyain dulu Lan,"


Akupun memanggil Dimas yang saat itu berada dikamar sebelah.


took tokk tokk ...


"Dimas, keluar bentar doan aku mau ngomong,"


Dimaspun membuka pintu dan keluar dari kamarnya, aku menggajaknya duduk diluar bersama Lusy.


"Ada apaan Lan?" ucap Dimas


"Mas, mau ikut gak?" ucapku


"kemana Lan?"


"Em gini aku beberapa hari ini mimpi dan diteror sama suara cewek minta tolong, nah tadi malam aku mimpi lagi ada mobil dalamnya ada tiga orang dua cwo satu cewek nah si cewek ini di paksa keluar mobil dan diseret masuk kedalam salah jalan setapak dalambya kaya hutan trus aku liat cewek itu dimasukin kedalam sumur yang ada di hutan itu,"


mendengar ceritaku Dimas sadikit ketakutan


"Gak deh aku gak mau ikut, aku takut dihantui lagi Lan," ucap Dimas


"yang harus kita takuti itu sebenarnya manusianya," ucap Lusy sembari asik bermain Hpnya


"Oke aku ikut, aku takut sebenarnya tapi kalian kan cewek aku khawatir juga,"


"Oke fix ya, besok pagi-pagi kita berangkat," ucap Lusy.


Haripun mulai gelap kami makan bersama dengan kakak dan keponakanku, selesai makan malam kami semua beristirahat, saat ingin tidur aku kembali medengar suara itu.


"Tolong... tolong.. tolong aku tolong ," ucap suara itu disertai suara tangis


aku yang mendengarnya langsung menutup kepalaku dengan bantal karena aku merasa terganggu dengan suara itu. tiba - tiba terdengar suara ketuka pintu dan ternyata itu adalah Dimas


Took tok took tokk


"Lan, Lan bukain Lan, ayo cepetan buka Lan,"


"Ada apa mas?" ucapku


Tanpa basa-basi Dimas langsung masuk kekamarku.


"Lan, aku denger ada yang minta tolong Lan, aku takut tidur sendirian, aku tidur disini aja deh dilantai juga gak apa-apa aku takut Lan,"


Bersambung.....


Halo apa kabar


maaf author jarang update novel ini karena sedang fokus project baru di tempat lain.


terima kasih untuk kalian yang setia membaca cerita saya.


mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan di hati kalian.


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2