
Setelah aku bisa melepas sukmaku dan sudah dapat info nama ayahnya Tina tingal aku mempersiapkan hari dan mental yang untuk aku pergi ke alam mereka, terkadang ada perasaan yang membuatku takut tapi disisi lain Tina butuh bantuan.
Tepatnya malam jumat aku melakukan ritualku di saat ibu juga sudah tertidur dengan lelap aku mulai bersiap-siap di tempat tidur melepaskan sukmaku Dion dan sanjaya bertugas menjaga ragaku di saat aku pergi.
Aku sudah berhasil untuk melepas sukmaku dan pergi ke alam jin yang menyandra Tina, di sini aku masuki jalan yang gelap dengan sedikit cahaya yang ada di dalam lorong itu dan di samping kanan kiri banyak jalan
Aku mulai takut dan bingung karena di situ banyak jalan-jalan yang lain aku harus kemana pikiranku di saat itu, akhirnya aku jalan dan masuk ke ruang jalan sebelah kiri di sana banyak sosok hantu yang paling aku tidak sukai yaitu pocong disaat aku mulai masuk mereka awalnya tidak sadar aku masuk ke tempat mereka dan mulai mencari Tina saat itu rasa takut mulai membuat aku untuk mundur dan kembali tapi disisi lain aku ingat dengan Tina dengan sisa keberanianku, aku mencoba mencari lagi ternyata disaat aku mencari Tina tidak ada di sini dan beberapa dari mereka sadar akan kedatangan aku lalu aku mencoba keluar dari tempat itu berhasil
Lalu aku mencoba memasuki lorong sebelah kanan ternya ini tempat kuntilanak, aku mulai mencari Tina di tempat ini, aku telusuri tempat ini tapi aku juga gagal menemukan Tina. Tina tidak ada di tempat itu lalu aku keluar dari tempat itu sebelum mereka sadar akan kedatangan ku.
Aku mulai putus asa disaat itu Tina tak kunjung aku temukan tapi kalau aku menyerah gimana nasib Tina. Aku mulai berjalan menyelusuri lorong aku berjalan lurus dan aku melihat dua cabang jalan
Aku mulai memasuki sebelah kiri lagi-lagi aku di suguhkan dengan pemandangan yang tidak enak di lihat aku melihat sosok kuyang, di Kalimantan sediri kuyang adalah sosok wanita berambut panjang tetapi tidak memiliki badan hanya ada organ-organ dalamnya saja yang menempel di bagian bawah kepalanya, aku juga tidak terlalu mengerti tentang sosok ini, yang aku tau kuyang sebenarnya adalah manusia yang sedang menganut ilmu tertentu tapi entah kenapa aku melihat sosok kuyang di dunia lain itu.
__ADS_1
Lalu aku ke luar karena tidak menemukan Tina dan aku memasuki jalan lorong terakhir aku berharap ini yang terakhir dan Tina ada di sini, aku mulai melangkah menuju lorong itu yang gelap tidak ada sesosok mahluk gaib di sini di tengah keputus asaan ku aku melihat Tina sedang duduk tanpa mengunakan busana di badannya tanpa pikir panjang aku menghampiri Tina dan melepas jaketku entah lah dari mana aku mendapatkan jaket di badanku aku mengingat ingat di saat tidur aku tidak memakai jaket.
Aku mulai memasangkan jaketku ketubuh Tina dan mengajaknya dia pulang tapi Tina tidak mengenalku dia malah takut dengan ku berbagai cara aku mencoba meyakinkannya tapi tetap saja dia tidak memperdulikanku hingga aku ingat pesan Dion tentang orang yang dia cintai.
"Tina pulang yuk, Tina tidak kangen degan bapak Tina Mulyono, bapak Tina gak mau liat Tina disini ayuk kita pulang" ucapku kepada Tina.
Tiba-tiba Tina merespon ucapanku dan menoleh ke arahku dengan cepat aku mengajak Tina yang sudah ingin ikut denganku, tapi di saat Tina mulai berdiri dari duduknya tiba-tiba tangan Tina di pegang oleh sesosok mahluk yang hitam matanya merah dan kukunya panjang, aku ingat sosok mahluk itu pernah aku lihat di samping Tina waktu dulu.
Aku berusaha melepas tangan Tina dari pegangan mahluk tersebut dan ternyata berhasil dan aku membawa Tina dengan tertatih-tatih untuk keluar dari alam itu, aku terus berjalan tanpa tujuan dan berdoa semoga aku dan Tina bisa keluar dari sini, setelah berapa menit aku bejalan aku melihat cahaya putih dan mulai mendekati cahaya itu, begitu terang sekali menyilau kan mata di saat benar-benar dekat dan tanpa sadar aku berada di kamar Tina, aku melihat raga Tina yang sedang tertidur dan menyuruhnya kembali, Tina juga saat itu melihat raganya yang sedang tertidur.
"Kembalilah Tina keragamu" ucapku.
Dan aku mulai memagari tubuh Tina agar sukmanya tidak bisa keluar dan di bawa bangsa lain lagi.
Setelah itu aku kembali keragaku tapi saat aku ingin kembali aku di hadang makhluk itu tapi aku berhasil lolos dan kembali keragaku.
Akhirnya aku kembali keragaku dengan selamat dan aku terbangun dan duduk di kasurku tapi di kamarku mahluk itu berdiri di semuwah sudut kamar, Dion dan Sanjaya yang mulai panik dengan keadaan mereka tapi disaat itu aku serasa ada yang memasuki di dalam ragaku aku merasa ada seseorang yang masuk membuat aku menjadi lebih berani dan Tinggi ilmuku aku hanya menatap mereka semua dan mengucapkan kalimat dihati jangan ganggu aku semua mahluk itu tidak berani mendekati ku tiba-tiba tanpa sadar aku menggeram seperti harimau beberapa kali sampai membuat itu terbangun dari tidur.
__ADS_1
"Lan kamu kenapa Lan," tanya ibuku yang panik
Beberapa kali aku di sadarkan oleh ibu akhirnya aku mulai sadar dan ibu memberiku air putih untuk menenangkan ku. setelah aku sadar aku tidak melihat sosok mereka lagi.
"Lan kenapa bu" tanya aku yang bingung.
"Ibu juga tidak tau nak tiba-tiba kamu menggeram seperti harimau."
Aku terdiam mungkin kakek sukma yang masuk ke dalam ragaku pada saat itu, di saat sedang genting kakek sukma yang menolong aku, memang Dion dan sanjaya ada juga pada saat itu tapi kekuatan mereka tidak sebanding dengan mahluk itu jadi kakek sukma yang datang dan menolong aku.
"Ya udah nak gak usah dipikirkan mungkin kamu terbawa mimpi sampai tidak sadarkan diri" ucap ibuku
"Ia mungkin bu, ya sudah Lan tidur dulu yah" kataku kepada ibu.
Keesokan paginya aku dan Eka berkunjung ke rumah ke Tina kembali, tapi kondisi tidak tidak berubah sama seperti dulu tapi disini aku tidak melihat tatapan yang kosong lagi dengan Tina, aku mulai binggung kenapa Tina masih sama seperti dulu, saat aku bertanya-tanya di dalam hati Dion mendengar dan menjawab
"Tina sudah kembali ke dirinya Lan, dia hanya butuh di terapi saja agar dia ingat semuwahnya karena dia berada di alam itu sudah lama Lan jadi dia sudah lupa akan dirinya" ucap Dion.
Lalu aku berbicara kepada ibu Tina, bahwa Tina hanya perlu di terapi tapi dengan kendala di biyaya ibu Tina tidak sanggup untuk menerapi anaknya dan lebih memilih pengobatan di rumah saja.
Aku hanya bisa berharap Tina bisa sembuh sepeti dulu lagi Amin π
__ADS_1
Maaf ya gaes banyak foto mengerikan di bab ini aku mengajak kalian semua untuk merasakan apa yang kurasakan ππ₯°
Dan doanya untuk Tina agar cepat sembuh amin, semuwah nama di sini sudah aku samarin apa bila ada kesamaan nama dan tempat aku mohon maaf karena manusia gudangnya hilaf kesempurnaan hanya milik TUHANπ