Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
SUMARNI


__ADS_3

Hari-hari berjalan seperti biasa, aku juga sudah mulai terbiasa dengan makhluk-makhluk yang aku lihat dari yang bentuknya biasa seperti manusia hinga bentuk-bentuk yang aneh dan menyeramkan, tetapi ada satu makhluk yang paling aku tidak ingin melihatnya dan bagi aku itu paling menyeramkan diantara makhluk yang lain yaitu sosok pocong.


Suatu malam aku bermimpi aneh lagi aku merasa berada di sebuah rumah, aku berada di tengah pertengkaran antara pria dan wanita aku berusaha menenangkan sang wanita tapi anehnya disini dia seperti tidak melihatku, jadi posisiku disini seperti seseorang yang sedang menonton film atau drama dari jarak dekat, namun beberapa menit kemudian wanita itu masuk ke kamar.


wanita itu mulai menutup pintu kamar dengan keras dan mengunci pintu, tanpa sadar aku tiba-tiba dengan sendirinya aku sudah berada di kamar wanita itu padahal tubuhku tidak bergerak kemana-mana, lalu melihat wanita itu mengambil seutas tali yang ada di dalam laci meja kamar. Tali itu pun di ikat di langit-langit rumah yang pada saat itu aku melihat rumahnya belum ada plafonnya, wanita itu mengambil kursi dan mulai memasukan tali itu ke lehernya dengan sekuat tenaga aku berteriak.


"Mbakkkkk,,,, mau ngapain?? jangaaaannnnn jangannnn,,,,,,semua bisa diselesaikan jangan berbuat seperti ini" teriakku dengan keras.


Tapi anehnya dia seperti tidak mendengarku aku mencoba mendekatinya dan berniat mencegahnya saat aku ingin menyentuhnya entah kenapa aku tidak bisa menyentuhnya, saat wanita itu mengeluarkan tali di lehernya dia naik keatas bangku itu lalu dia menendangnya dengan kakinya hingga bangku itu terjatuh. Aku melihat wanita itu seperti kejang-kejang kesakitan, aku berusaha menolongnya tapi aku tidak bisa menyentuhnya sama sekali, tidak lama dia berhenti bergerak kulihat wajahnya sudah membiru dan lidahnya menjulur keluar. Aku langsung terbangun dari tidurku, dengan wajah pucat ketakutan dan berkeringat. Dion pun melihat wajahku dengan raut wajah yang ketakutan.


"Kamu kenapa Lan??" tanya Dion kepadaku.


"Aku mimpi buruk!!" sahutku dengan nada sedikit pelan agar ibu tidak bangun.


"Kan sudah biasa Lan mimpi buruk" kata Dion kepadaku.


"Yang ini beda aku seperti flashback kejadian seseorang" sahutku kepada Dion.


"Masa sih kejadian gimana?" tanya dia kepadaku.


"Kejadiannya di rumah ini, tapi bentuknya rumahnya gak kaya sekarang ini" sahutku kepada Dion.


" Yah,,,,,,Coba tanya aja sama mbah mu dulu, rumah ini gimana dulunya."


"Ya nanti dah, ku tanya sama mbah."


"Aku mau lanjutin tidur dulu, entar ibu bangun lagi."


"Ya udah tidur sana besok kan sekolah lagi" ucap Dion.


Setelah aku bermimpi wanita gantung diri itu aku mulai menemukan keanehan kembali, aku merasa ada sesosok mahluk yang mengikuti ku tapi dia tidak menampakkan wujudnya. Aku mulai bertanya kepada Dion.


"Dion kamu ngerasa ada yang aneh nggak?" tanyaku dengan wajah binggung.


"Iya Lan aku merasa aneh, beberapa hari ini ada yang ngikutin kita, tapi tidak ada wujudnya" jawab Dion.


"Nanti aku coba deh untuk berkomunikasi dengannya, kalau sudah dikamar" sahutku.


Setelah aku berada di dalam kamar, aku mulai berinteraksi dengan makhluk itu.


"Permisi aku tahu beberapa hari ini kamu mengikuti aku, apa yang kamu mau dari aku? kalau kamu ingin berteman silahkan saja tapi kalau tidak tolong jangan mengganggu karna aku tidak pernah mengganggu mu" ucapku.


Pelan-pelan mulai terlihat bayangan putih semakin lama semakin jelas, terlihat sesosok wanita berambut panjang, rambutnya yang panjang itu menutupi seluruh wajahnya sosok itu memakai baju berwarna putih yang panjang sampai menutupi kakinya, lalu aku memberanikan diri bertanya kepada wanita itu.


"Kamu siapa? dan mau apa?" tanyaku kepada wanita itu.


"Aku yang ada di dalam mimpimu waktu itu, aku wanita yang bunuh diri dengan cara gantung diri waktu itu!!"


"Kamu mau apa, kenapa kamu mengikuti aku??? tanya aku.

__ADS_1


"Kamu baik. Disaat aku mau gantung diri kamu berusaha untuk menyelamatkan aku, tapi semua itu sudah terlambat!!" ucapnya.


"Bolehkah aku berteman dengan mu?? ucapnya kepadaku sambil berdiri tepat di depanku dengan rambutnya yang terurai panjang hingga menutupi wajahnya.


Aku pun sedikit ragu dengan permintaanya. Dan pada akhirnya aku pun mengiyakan permintaanya agar aku mau berteman dengannya.


"Ya sudah kalau kamu ingin berteman dengan ku, aku tidak masalah asalkan kamu tidak jahat denganku.


"Boleh aku bertanya siapa nama mu??" tanyaku kepadanya.


"Namaku Sumarni" sahutnya.


"Kenapa kamu bunuh diri?" tanyaku.


"Sebelum rumah ini kamu tinggali, ini dulu rumah ku aku dulu tinggal disini" sahutnya.


"Awalnya aku tidak ada masalah dengan suamiku, tapi pada saat itu aku bertengkar hebat dengan suamiku, hati ku sakit dengan kata-kata dan perlakuannya, lalu aku tidak kuasa menahan rasa sakit ini, dan melakukan tindakan ini. Aku pun dikubur di belakang rumah mu tepatnya di belakang dapur yang kamu lihat bayak kuburannya itu"


"Oh seperti itu ceritanya, pantas saja aku merasa familiar dengan rumah mu saat aku bermimpi" ucapku


Tiba-tiba ibu datang dan menghampiri ku ke kamar, Akhirnya aku pun menghentikan percakapan itu.


"Ibu sudah pulang?" tanyaku.


"Sudah nak."


"Gimana sekolahnya gimana sekolahnya hari Lan?"


"Bagus itu Lan, kalau gitu pertahankan terus nilai mu nak!!"


"Iya bu biar nanti Lan bisa dapat beasiswa Lan lebih giat belajarnya."


"Iya nak bagus itu" sahut ibu dengan memberikan semangat kepadaku.


"Kamu sudah belajar Lan??"


"Sudah bu, tapi kan besok Lan libur bu, besok kan tanggal merah."


"Oh,,,,,,, iya Ibu lupa Lan" sahut ibu.


"Besok ibu libur ya?" tanyaku.


"Nggak nak besok Ibu kerja banyak kerjaan yang ibu belum selesaikan, jadi ibu gak bisa libur."


"Ya Ibu nggak libur besok ya,,,,," jawabku dengan sedikit kecewa.


"Tapi besok Ibu usahakan tidak pulang malam kok."


"Nah gitu dong bu."

__ADS_1


"Bu Lan tidur duluan ya."


"Iya nak, kok ibu merinding ya Lan, biasanya ibu gak pernah merinding masuk kamar ini."


"Ah,,,,,,,, itu mungkin cuma perasaan Ibu aja dari tadi Lan di kamar nggak kenapa-napa."


"Iya mungkin, mbah sudah tidur Lan?"


"Sudah bu kayaknya tadi."


"Ya sudah kalau kamu mau tidur."


Lalu akhirnya aku pun tertidur. Ketika tengah malam aku pun merasakan ingin pipis, aku pun terbangun untuk ke kamar mandi. Karena kamarku gelap aku mencoba menyalakan lampu kamar, setelah lampu kamar menyala aku dibuat kaget oleh sosok sumarni yang sedang duduk di pojok tempat tidur sambil membelai-belai rambutnya sesekali juga menyisiri rambutnya yang menutupi wajahnya. entah mengapa sumarni tidak mau melihatkan wajahnya kepadaku.


Tapi aku tidak memperdulikannya , aku menuju kamar mandi, setelah selesai dari kamar mandi menuju keluar aku mulai di kaget kan lagi sumarni.


"ASTAGFIRULLAH"


"Kamu bikin aku kaget terus Marni" jawabku yang melihat nya berdiri tepat di hadapanku


Aku mulai tidak menghiraukannya dan kembali ke kamar untuk melanjutkan tidur kembali, walau dia mengikuti aku di belakang.


Sesampainya di kamar aku pun mulai mencari posisi tidur yang nyaman untukku, dan aku tidak lupa untuk berdoa karna aku selalu mimpi buruk, dan aku mulai berdoa tiba-tiba sumarni berteriak.


"Hentikan paannnnaaasssssss,,,,,,,,,,," teriak Sumarni lalu menghilang.


Aku bingung, lalu aku bertanya kepada Dion.


"Nggak papa nih, aku berteman dengannya" tanya aku dengan sedikit ragu.


"Auranya penuh dengan aura negatif" sahut Dion kepadaku.


"Terus gimana ini ?????" tanyaku yang mulai panik.


Dion pun berusaha menenangkan aku.


"Yah nanti kamu pelan-pelan bicara dengannya agar dia kembali ke alamnya.


"Iya nanti aku coba" sahutku.


"Ya sudah aku mau tidur entar ibu malah bangun dengar ku bicara dengan mu.


"Ya tidur sana" sahutnya


"Besok aku mau coba tanya embah apa benar yang sumarni tadi ceritakan."


"Udah gak usah dipikirin, ayo kita lanjut tidur" ucap dion kepadaku.


"Ya sudah kalau seperti itu ,aku juga mulai mengantuk..

__ADS_1


Bersambung



__ADS_2