
"Lan ada tempat rekreasi baru nih kita kesana yuk?" kata lusy yang sambil memegang HP.
"Tempat apa?" tanyaku.
"Ini loh di danau bagus banget" lusy yang menunjukan foto di HP nya.
"Ia nanti nunggu hari minggu aku libur tugas" sahutku.
"Oke beneran yah,!
"Ia tapi masa berdua doang?"
"Aku bawa teman cowo kamu bawa teman cowo?"
"Ia nanti aku ajak Dimas?"
"Beneran yah, bosen aku di rumah trus sekali-kali kita jalan rame-rame."
"Ia lusy,"
Lusy dan aku yang sedang berbincang-bincang di ruang tengah sambil menonton tv.
"Mau kemana Lan?"
"Mau tidur udah malam, aku ngantuk" kataku
"Ini baru jam sepuluh udah ngantuk aja?"
"Cape banget aku hari ini lus, otakku yang cape!"
"Ia...ia deh, tapi benar yah minggu jangan PHP entar aku udah ngajakin temanku eh malah enggak jadi?"
"Ia...ia... jadi dah aku mau ke kamar dulu aku ngantuk bget nih!" ujarku.
Keesokan harinya rutinitas seperti biasa yang aku jalanin dan pergi ke kantor, ke betulan di kantor Dimas mendatangiku akhirnya aku menceritakan tentang liburan yang ingin aku dan lusy pergi.
"Gi apa Lan? tanya Dimas.
"Biasa lagi cari bahan nih buat nulis!"
"Lan liburan yuk bosen aku!"
"Nah kebetulan nihhh, aku mau ngajakin kamu?"
"Kemana?" tanya Dimas
"Ada tempat rekreasi baru teman kos ku di yang mau ngajakin!
"Wihh serius dimana nih??"
"Di danau bukit batu, tempatnya sihh keren aku liat di foto!"
"Ya udah kapan??"
"Minggu ini gimana?"
"Oke deh pakai mobilku aja entar berapa orang yang ikut nih rencananya?"
"Aku, kamu, lusy sama teman cowonya!"
__ADS_1
"Oke dehh beneran yahh," kata Dimas memastikan.
"Iaa beneran, sama aja kamu mas kaya lusy enggak percaya sama aku,"
"Bukannya enggak percaya Lan sama kamu tapi cuma ingin memastikan saja."
"Ini udah pastikan,"
"Ia...ia" sahut Dimas.
"Hari minggu ini yah Lan! aku bosen jalan-jalan ketempat angker trus,"
"Ia bawellll...."
Setelah aku selesai mengobrol dengan Dimas merencanakan liburan Dimas pun kembali ke tempat kerjanya.
Aku mulai mencari-cari bahan untuk melanjutkan penulisan, hingga tidak terasa hari sudah menjelang sore hari aku pun bersiap-siapa untuk pulang.
Sesampainya di parkiran Dimas menegurku kembali.
"Lan pulang bareng??"
"Enggak Dimas, makasih tawarannya yah," sahutku kepadanya sambil menggas motorku.
"Dasarrr di ajakin pulang bareng pakai mobil malah ngacir," gumam Dimas dengan menggerutu.
Sesampainya di rumah aku sudah di sambut oleh lusy dengan pertanyaannya.
"Lan kita kesana naik apa yah?" tanya lusy yang binggung.
"Naik onta" sahutku sambil bercanda.
"Udah tenang aja ada orang baik yang nawarin tumpangan,"
"Siapa Lan teman atau pacar?"
"Teman, terus gimana temanmu jadi ikut enggak??
"Jadi Lan, kasian dia baru putus sama pacarnya dari pada dia sedih trus dan galau jadi aku bawain deh dia liburan. nih setatus di Whatsapp "Aku lelah" galau banget kah!"
"Tumben cowo baperan?"
"Yah bayangin aja mereka udah pacaran 15 tahun dari SMP trus, cewenya di lamar orang padahal dia udah ngumpulin duit buat nikah, gimana enggak baper, untung enggak bunuh diri dia!"
"Husttt.... enggak boleh ngomong gitu, ya udah deh kasian dia juga yah siapa tau dia terhibur enggak galau-galau lagi,"
"Nahh maksudku seperti itu Lan!"
"Ya udah lus aku mau mandi dulu yah?"
"Ia mandi sono gantian, aku juga mau mandi!" ucapku terhadap lusy.
*******
Setelah beberapa hari telah berlalu tibalah di hari minggu,
"Mana teman mu Lan kok belum datang-datang jam berapa ini," kata lusy.
"Aduhh Dimas kebiasaan dehh, bentar aku telepon dulu yah orangnya" sahutku.
__ADS_1
Aku pun mulai menelepon Dimas yang tidak kunjung datang.
"Hallo Dimas?"
"Ya Lann jadii aku di jalan nih, tunggu bentar yah,!
"Ya udah di tunggu hati-hati!"
"Oke Lan," sahut Dimas.
Lalu aku mematikan teleponku.
"Gimana Lan teman kamu jadi?"
"Ia jadi masih di jalan, teman mu yang cowo jadi?"
"Ooo Davit jadi lah sebentar lagi dia datang,"
Tidak lama kemudian Davit temannya lusy datang.
"Maaf yahh lama nunggunya."
"Ia enggak papa santai aja," sahut lusy.
Davit yang saat itu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan,
"Davit," dengan berjabat tangan.
"Wulan," sambil berjabat tangan dengan Davit.
Tapi aku melihat suatu kejanggalan di wajah Davit menurutku wajahnya pucat tidak memancarkan wajah berseri pada umumnya.
"Davit kamu sakit?" tanyaku.
"Enggak ah aku sehat-sehat," sahut Davit.
"Kamu terlihat pucat?" ujarku.
Lusy dan Davit mereka menjawab tidak pucat wajahnya tapi di sini aku melihat dia seperti mayat hidup apakah ada yang salah.
"Ada apa dengan orang ini sebenarnya," gumam batinku.
Tiba-tiba Dimas pun datang.
"Udah pada nunggu lama yah?" kata Dimas.
"Ia lama banget," sahutku.
"Maaf yah jalan tadi macet, ya sudah ayo semuanya masuk ke mobil kita berangkat!"
Aku, Lusy dan Davit semuanya masuk ke mobil Dimas dengan membawa perlengkapan masing-masing.
Kita semua pun mulai menempuh perjalanan ke Danau Bukit Batu
Bersambung.
Hal apakah yang akan terjadi kepada mereka????
Sebenarnya apa yang terjadi oleh Davit?
__ADS_1
Ditunggu yah kisah selanjutnya jagan lupa dukungan untuk Author ya dukungan kalian sangat berarti Terimakasih 🥰🥰🥰