
Liburan akhir semester sudah berakhir aku mulai masuk sekolah kembali, aku sekarang punya banyak teman salah satunya teman sebangku ku namanya Eka Arleta, biasa aku panggil Eka, dia orang yang asik menurutku karena dia orang yang ceria dan mudah bergaul dengan orang lain tapi disaat aku sedang duduk sendiri dan mengobrol dengan Dion dan Sanjaya dia terkadang selalu ingin tahu dengan siapa aku berbicara, pernah suatu hari aku sedang ngobrol dengan Dion saat jam istirahat, aku sengaja mengosongkan bangku di sampingku untuk Dion, saat Dion duduk tiba-tiba Eka datang menghampiriku dan langsung menduduki bangku tersebut, Dion akhirnya langsung pergi. Eka selalu bertanya kepadaku dengan siapa aku berbicara, setiap aku duduk sendirian dia pasti menghampiri ku tapi entahlah di sini aku masih tidak ingin memberi tau dia tentang Dion, Sanjaya, dan juga diriku
Sudah seminggu aku masuk sekolah seperti biasa tidak ada hal-hal yang aneh, penglihatanku juga sudah jarang aku buka entah kenapa mungkin karena terkadang aku malas melihat sosok-sosok mereka. Selain Eka aku juga punya teman dia duduk di belakangku, namanya Lusiana dia biasa di panggil Lusi dia teman sekelas dan jika ada PR selalu liat jawabanku, terkadang dia juga suka lupa jika ada PR dan akhirnya dia mengerjakannya di kelas, tapi aku agak penasaran dengannya seperti ada yang aneh saat di kelas dia selalu terlihat lelah dan mengantuk, terkadang dia bisa tidur dikelas. Saat istirahat aku mencoba mengajaknya ke kantin
"Lusi, ke kantin yok."
"Oh kamu Lan, ah males Lan ngantuk nih kamu ke kantin aja bareng Eka."
"Kamu kenapa sih tiap hari aku lihat ngantuk terus, ayo temenin aku ke kantin" ucapku sambil manarik tangannya untuk memaksa ke kantin.
"Duhh iyya iyaa deh, tapi jangan lama-lama yaa."
"Iyaa gak bakalan lama kok."
Akhirnya Lusi mau aku ajak pergi ke kantin, di perjalanan menuju kantin aku mulai bertanya kepada Lusi.
"Lus, kamu kenapa sih aku liat tiap hari kaya lesu gitu trus kadang kamu bisa ketiduran pas jam pelajaran?"
"Biasa begadang Lan jaga pos ronda" jawabnya dengan tidak serius.
"Duh aku nanya serius"
"Ya aku serius, aku begadang gak bisa tidur soalnya."
"Kamu insomnia?" ucapku.
"Gak sih, aku kalo tidur di gangguin terus jadi gak bisa tidur"
"Di gangguin siapa Lus?"
"Ada lah pokoknya, ya udah kamu jajan jangan lama-lama Lan."
"iyya Lusi kamu gak jajan."
"Gak deh males Lan."
"Kamu males terus kapan rajinnya?"
"Ntar kapan-kapan hahhaha."
Mendengar jawaban Lusi sepertinya ada yang dia sembunyikan, aku masuk ke kantin dan membeli snack, setelah dari kantin aku langsung menghampiri Lusi.
"Ayokk ke kelas" ucap Lusi.
"Kamu habis ini mau ngapain Lus?"
"Ya tidurlah apa lagi coba yang bisa aku lakuin, hhahhaha"
Sesaat sebelum aku menemui Lusi, entah kenapa aku tiba-tiba mendapat gambaran alasan kenapa selama ini Lusi tidak bisa tidur, dan tentang siapa yang mengganggunya pun aku bisa melihatnya.
"Aku tau kok kenapa kamu gak bisa tidur" ucapku dengan serius.
"Masa sih? Apa coba?" ucap Lusy yang tidak percaya dengan ucapanku.
"Yang ganggu kamu cewek yaa"
Lusi pun terdiam mendengar ucapanku.
__ADS_1
"Kok kamu bisa tau Lan?"
"Gak cuma nebak aja, tapi bener kan?"
"Iya sihh, kamu bisa lihat mereka ya?"
"Kalau ia kenapa? kalau enggak kenapa?" ucapku.
"Kalau gak ya gak apa-apa, kalau iyaa ya aku bakalan cerita apa yang sebenarnya terjadi."
"Tapi kamu jangan bilang siapa-siapa ya, janji?"
"Iya aku janji, Lan."
"Iya aku bisa liat mereka, nah sekarang kamu ceritain yang sebenarnya terjadi."
"Aku itu gak bisa tidur karena setiap malam aku selalu di gangguin sosok cewek berbaju putih rambutnya panjang Lan."
"Ohh.. Trus dia gangguin atau gimana."
"Jadi kalo aku tidur terkadang tengah malam suka kebangun Lan, pas kebangun itu aku pasti liat cewek lagi membelakangi aku, bajunya putih rambutnya panjang, dia duduk membelakangi aku sambil menyisir rambutnya Lan kebetulan di meja belajarku itu sengaja aku taruh cermin, pernah juga aku lihat dia duduk di pojok kasurku tapi posisinya selalu menghadap belakang."
"Kayaknya yang di gangguin bukan cuma kamu aja yaa" ucapku.
"Iyaa semua di ganggu Lan, gak cuma aku aja, sempat kemaren bapakku di ganggu kata bapak ada yang cekik lehernya sosoknya wanita Lan, kukunya panjang dan bertaring. Terkadang saat tengah malam mainan adik ku yang ada di dalam kardus tiba-tiba berantakan dan setiap malam di luar rumah seperti ada yang sedang bermain dengan bola adikku Lan" sambung Lusi.
"Wah, mereka menganggu banget berarti ya."
"Lan kamu mau gak ke rumahku?"
"Emmmmm.. Bisa sih tapi besok aja yaa aku ke rumah kamu gimana?"
“Ya udah besok aku ke rumahmu ya.”
“Iya Lan, tenang aja di rumahku banyak cemilan, hhehehe”
“Kamu gak jadi lanjut tidur?”
“Gak deh aku mau ke kantin aja, kamu duluan aja ke kelas Lan.”
“Lhaaaa… bukannya sekalian sama aku tadi kamu ini aneh.”
“Yaa tadi aku belum pengen jajan, sekarang aku pengen jajan.”
“Ya udah aku ke kelas ya” ucapku
“okke Lan.”
Aku pun masuk ke dalam kelas sembari membawa jajanan ku, sesekali aku memberikan atau menawarkan makananku ke Dion atau Sanjaya jika mereka mau mereka akan memakannya terkadang mereka juga bisa minta sendiri tanpa aku harus menawarkan kepada mereka.
Beberapa menit kemudian Lusi datang dari kantin.
“Lan, aku duduk sini ya?” ucapnya sambil menaruh jajanannya di meja.
“Ya udah duduk aja” ucapku.
“kamu mau Lan? ucapnya sambil menyodorkan makanannya, aku lihat jajananya banyak sekali aku yang melihatnya saja sudah kenyang.
__ADS_1
“Jajanmu kok banyak banget Lus?”
“Persediaan biar gak kelaparan pas belajar Lan, aku kalo kebanyakan mikir aku cepat laper Lan.”
“Mikir apaan? Kamu aja tiap hari nyontek terus.”
“ya mikirin siapa lagi yang mau ngasih aku contekan hari ini hha…hha…ha”
“eh Lan tapi beneran ya kamu nanti mampir ke rumahku.”
“Iyaa beneran janji.”
“Okee dehh.”
Tidak lama bel berbunyi istirahat pun berakhir, Lusi mulai kembai ketempat duduknya sambil menikmati jajananya padahal dia tau jika bel sudah berbunyi dan sebentar lagi akan di mulai pelajaran. pak guru memasuki ruangan kami, kulihat Lusi masih saja mengunyah makanannya.
Pelajaran di mulai, pak guru mulai menjelaskan tentang Sejarah Kerajaan Majapahit, aku mencoba fokus mendengarkan penjelasan dari pak guru, saat aku mencobanya fokus tida-tiba dari belakang ku terdengar suara gaduh, bukan cuma suara Lusi saja melainkan suara teman–teman ku yang duduk di bagian belakang, saat aku menoleh ternyata teman-temanku di bagian belakang diam-diam sedang asik menikmati snack, permen dan juga minuman yang Lusi beli tadi di kantin, namun kali ini pak guru sepertinya tidak tau apa yang terjadi di belakang, aku pun kembali fokus mendengarkan penjelasan pak guru.
Keesokan harinya aku dan Lusi pulang bersama dan menuju rumahnya, setibanya aku di rumah Lusi aku sudah merasa ada yang tidak beres, Lusi pun mempersilahkan aku masuk ke rumahnya saat aku masuk energi negatif sangat terasa kuat, aku mulai membuka mata batin ku, saat baru saja aku membuka mata aku agak terkejut di hadapanku sudah banyak yang sedang memandangiku mereka seperti satu keluarga, ada ayah, Ibu dan dua orang anak laki-laki.
Aku pun mencoba berinteraksi dengan mereka, ternyata benar dugaanku mereka adalah satu keluarga. Tiba-tiba Lusi menanyakan masalah rumahnya kepadaku
"Lan, gimana?" Tanya Lusi kepadaku.
"Aku liat disini penghuninya satu keluarga, ada ayah, ibu terus mereka punya 2 anak cowok semua anaknya suka mainin mainan adek kamu."
"Terus kenapa mereka mengganggu kami Lan?"
"Aku tadi sudah coba tanya mereka sih, katanya mereka gak suka kalo ada yang tinggal disini, karena ini adalah rumah mereka katanya, makanya mereka terus-terusan menganggu."
Lusi pun terdiam mendengar penjelasanku, aku pun beranjak dari tempat duduk ku dan mencoba untuk melihat-lihat keadaan rumah Lusi, saat aku keluar dan melihat rumahnya dari depan aku baru sadar ternyata rumah Lucy adalah rumah tusuk sate pantas saja mereka sering di ganggu, tidak hanya dalam rumahnya saja yang bermasalah tapi juga di bagian luar, aku melihat banyak makhluk yang berlalu lalang di sekitar rumah Lucy.
Aku pun menghampiri Lucy dan memberi sedikit solusi
"Lucy kayaknya kamu hari pindah deh dari rumah ini."
"Kenapa Lan"?
"Rumah mu ini rumah tusuk sate, kamu tau kan maksud ku?"
"Iya sih banyak yang bilang kaya gitu."
"Dan lagi ini gangguannya bukan cuma di dalam rumah aja tapi di sekitar rumah kamu banyak lho, dengan berbagai macam bentuk, saranku mending pindah aja."
"Nanti aku coba bilang ke ibuku Lan, tentang apa yang kamu lihat."
"Ya udah aku pulang dulu ya, kamu kalo liat yang aneh-aneh lagi kamu cuekin aja Lus, soalnya semakin kamu takut mereka semakin kuat."
"Iya Lan aku coba saran kamu."
"Ya udah aku pulang ya" ucapku sambil mengambil tas dan memasang sepatuku.
"Iya Lan hati-hati ya dan makasih juga sudah mau jelasin sekarang aku jadi tau kenapa kami sering di ganggu."
"Iyaa sama-sama."
Aku pun pulang kerumah, kebetulan jarak rumah ku dan rumah Lusi.
__ADS_1
Seminggu setelahnya, Lusy bercerita kepada ku bahwa keluarganya sudah pindah dari rumah itu, mereka pindah karena adik Lucy sering di nampakkan oleh sosok wanita yang bertaring dan berkuku runcing, hingga meninggalkan bekas luka cakaran di tangannya.