
Aku pun mulai masuk ke rumah bersama Dion, saat membuka pintu terlihat mbahku sedang di ruang tamu.
"sudah pulang Lan? " tanya mbahku.
"Sudah mbah." Sahutku.
"Ganti baju sana habis itu makan ya Lan"
"Iya mbah habis makan Wulan duluan ke kamar ya mbah mau mengerjakan tugas sekolah"
"Iya Lan" sahut mbah.
Selesai makan aku pun mulai masuk ke kamar dan mengerjakan tugas sekolah yang diberikan oleh guru ku di sekolah aku mulai mengeluarkan buku biologiku, sejenak aku terdiam dan teringat dengan janji Dion yang akan menjawab pertanyaanku sambil mengerjakan tugas aku pun memanggil Dion.
"Dion katanya mau jawab pertanyaan ku tadi!!"
"Iya Lan, kamu ingat nggak waktu ada kakak kelas yang ke kelas menanyakan kamu bisa meramal dan lihat hal gaib aku kan tanya sama kamu siapa namanya? kamu gak nggak tahu namanya jadi aku jelaskan ciri-ciri fisiknya tubuhnya kecil imut Senyumnya manis dan wajahnya cantik" ucap Dion
Aku terdiam sejenak mengingat kejadian waktu itu.
"Oh iya aku ingat terus kenapa"
"Hari itu ada yang aneh pada diri ku, aku merasa senang dan merasa deg-degan saat melihat dia tapi aku nggak menghiraukannya perasaan yang aneh sama aku. Setelah lama ke lamaan aku mengenal dia ada rasa yang aneh di dalam hati ku Lan" ucap Dion sambil tersenyum.
"Masa sih? jangan-jangan kamu suka sama dia ya" ucap ku sambil penasaran.
"Iyaa Lan, tapi kenapa Lan kok kamu kaya gak setuju"
"Ya kan kamu tau sendiri kalian beda alam gak bisa bersatu Dion"
"Ya aku tahu itu Lan tapi gimana hati dan perasaan tida bisa di bohongi Lan, aku mulai menyukainya Sejak pertama kali melihat dia "kamu mau bantu aku nggak Lan?"
"Bantu gimana?" tanyaku.
"Kamu bisa kenalin aku aku ke dia gak? "
"Apa bisa? kan dia nggak bisa lihat kamu"
"Bisa tapi dia hanya bisa merasakan kehadiran ku tapi untuk melihat memang tidak bisa"
"Ya sudah nanti kalau Kak Dhea udah kembali ceria lagi aku coba kenalkan kamu ke dia sekarang dia lagi ada masalah"
"Iya Lan aku mengerti keadaannya"
Aku bingung apa yang harus ku perbuat di sisi lain dia sering membantuku di masa-masa sulitku tapi saat dia butuh bantuanku aku malah tidak mau membantu nya tapi kadang ku berpikir apakah Kak Dhea bisa suka dan sama Dion dan mau berteman dengan Dion sedang kan Dion kan sebangsa jin, aku bingung gimana aku harus menjelaskan ini semua kepada Kak Dhea.
Keesokan harinya aku kembali bersekolah kak Dhea mulai ke kelas ku kembali dia lebih ceria dari sebelumnya.
"Lan 2 hari nggak ketemu kangen nggak sama aku?" ucap kak Dhea
"Nggak kok biasa aja kak" jawabku sambil bercanda.
"Ya udah aku nggak ke sini lagi"ucapnya.
"Hahaha bercanda kak, oh iya kak Dhea boleh tanya nggak?"
"Boleh aja mau nanya apa Lan?"
"Kakak udah punya pacar belum?" tanyaku.
"Emang kenapa tumben nanya kaya gitu mau ngenalin aku sama cowok yaa? cakep nggak? Kalau nggak cakep aku nggak mau" ucapnya sambil tertawa.
"Hahaha nggak kok aku cuma nanya aja kak"
"Ya udah punya sih, tapi baru aja putus kemarin"
"Lha.. kok bisa kaa? kak Dhea berantem sama cwo kakak?
__ADS_1
"Ya kemarin keluargaku ada masalah kamu tahu sendiri kan kemaren kejadiannya kaya gimana, Nana cerita sama aku kalo kamu kemarin ke rumahku"
"Iya aku nyariin Kaka 2 hari nggak masuk sekolah, trus kak lanjut ceritanya"
"Iya dia nggak kaka hubungi karena posisiku juga kemaren lagi panik banget dan gak perduli lagi sama yang lainnya, akhirnya tanpa mendengar penjelasan dari aku dia marah dan minta putus. Ya sudahlah sebenarnya sih sedih tapi mau gimana lagi cowok nggak cuma dia aja kok hilang satu dapat lagi yang baru"
"Wih... Susah kalo sama kakak itu sudah banyak yang ngantri"
"Ya dong Lan aku kan cantik" ucapnya sambil tertawa.
"Pede abis ni kak Dhea" sahutku.
"Hahaha santai aja dong" ucap Kak Dhea yang tertawa.
"Kak Mau kenalan sama temen ku nggak?"
"Kenalan sama temen mu yang mana? cakep gak?" ucap kak Dhea yang penasaran.
"Teman baikku kak namanya Dion dia cakep kok tapi kalo kakak bisa liat sih"
"Anak mana Lan? sekolah di mana?" sahut Kak Dhea dengan polosnya.
"Anak Alam Sebelah sekolahnya ya di alam sebelah kak" sahutku sambil tertawa.
"Kamu jangan bercanda donk serius nih"
"Iya beneran serius kak, temen aku mau kenalan sama kakak"
"Iya tapi mana orangnya?"
"Gini aja aku nanti habis pulang sekolah main ke rumah kakak tapi langsung ke kamar kaka ya?"
"Apa sih Lan jadi penasaran"
"Udah lah Gimana mau nggak kak?"
Sepulang sekolah aku pergi ke rumah Kak Dhea menepati sebagai mana janjiku tadi mau memperkenalkan Dion kepadanya.
"Tok,,,,,tok,,,tok Assalammualaikum." Ucapku sambil mengetok pintu.
"Waalaikumsalam" sahut ibu kak Dhea sambil membuka kan pintu.
"Oh wulan masuk Lan."
"Ia bu kak Dhea nya ada bu" ucapku sambil masuk kerumahnya.
"Ada di kamarnya Lan."
"Mah,,,,, suruh masuk ke kamar Dhea" Ucap kak Dhea dari dalam kamar.
"Itu orangnya sudah nyahutin" ucap ibunya.
"Lan masuk datangin kak Dhea ya ibu
permisi"
"Masuk aja gak papa tadi udah bilang kok sama ibu kalau ada Wulan suruh langsung masuk ke kamar."
"Masuk Lan" Ucap kak Dhea dalam kamar
"Ia kak." Ucapku yang mulai masuk ke kamarnya.
"Pintunya dong jangan lupa di tutup."
"Oyaa,,,, Lan lupa" sambil menutup pintu"
"Mana teman mu Lan, kita ketemuan dimana bagusnya?" tanya kak Dhea yang mulai penasaran.
__ADS_1
"Ya disini aja kak."
"Mana bisa Lan ketahuan ibu nanti aku dimarahin bawa cowok masuk ke kamar."
"Tenang aja kak orangnya gak bakalan kelihatan." Ucap ku sambil tertawa.
"Kamu ini bercanda terus Lan" Sahut kak Dhea yang mulai binggung.
"Gini kak aku emang punya teman tapi bukan bangsa manusia tapi bangsa jin, dia jin islam." Ucap ku sambil meyakinkan kak Dhea.
"Ini beneran Lan,??? kamu gak bohong." Ucapnya yang tidak yakin.
"Ia beneran kapan Lan pernah bohong sama kakak.
"Emangnya gak papa Lan??" sahut kak Dhea yang mulai takut.
"Gak papa kok ka udah jinak kok" sahutku sambil tertawa.
"Gak becanda deh Lan." Sahut kak Dhea yang mulai kesal.
"Ia,,,Ia,,, ka INSAALLAH gak papa kok Lan jamin dia bae kok." Sahut ku sambil menyakinkan kak Dhea.
"Ia Lan aku mau deh, mana orangnya"
"Ada sudah di samping Lan"
"Aku gak bisa liat Lan."
Aku mulai menjelas kan bahwa sebenarnya emang kak Dhea gk bisa melihat tapi cuma bisa merasakan, tapi setelah Dion ada kak Dhea juga gak bisa merasakan jadi aku bingung dan bertanya kepada Dion.
Dion pun mulai menyuruhku untuk memberi energiku kepadanya dengan cara menyuruh kak Dhea menaruh telapak tangan kanan nya di atas telapak tanganku, setelah melakukan itu entah lah aku jaga kurang yakin soalnya aku baru pertama kali melakukan ini.
Tapi Lama kelamaan mulai ada reaksi kepada kak Dhea.
"Kaka di suruh salaman sama teman ku yah namanya Dion."
"Ia Lan" Sahut nya dengan wajah takut.
mereka pun melakukan salaman atau jabat tangan.
"Lan ada yang aneh di tangan ku aku merasa ada yang memegang tanggan ku tapi rasanya itu hangat.
"Aku suruh Dion ke samping kaka yah"
"Ia Lan tapi gak papa kan ini" sahutnya sambil meyakinkan kan ku kembali.
"Ia gak papa tenang aja ada Lan disini" sahut ku sambil menenangkannya.
"Lan aku mulai merasakan sesuatu badan ku sebelah kiri kaya ada hawa hangat gitu. Tapi aku merinding tapi hangat, aneh pokoknya Lan gak bisa di jelaskan." Sahutnya Yang binggung.
"Yah itu rasanya kak setiap orang mempunyai perasa yang berbeda-beda jika bertemu mereka.
" Ooo,,,,,, gitu yah Lan."
" Gimana mau temenan gak??"
"Ia Lan aku mau asal dia baik kata kamu"
"Tenang aja dia baik kok kak, gak akan menjahati atau melukai kaka" ucapku.
"Kak coba ambil buku tulis sama pulpen"
"Buat berinteraksi kakak sama Dion." Sahutku.
"Yah bentar" Ucap kak Dhea"
Kakak Dhea pun mulai bisa berinteraksi dgan Dion oleh tulisan jadi tangan kak Dhea hanya diam saja yang mengerahkan dia menulis itu Dion.
__ADS_1
Pernah di saat aku sudah pulang dari rumahnya dia mencoba dan tidak bisa aku pun binggung kenapa tidak bisa, tapi kalau aku ada kak Dhea tidak melakukan sendiri berhasil.