
Pembeli tak kunjung berhenti pada saat itu hampir full aku berkerja melayani mereka tanpa terasa waktunya aku pulang.
Sesampainya di rumah aku mandi makan duduk-duduk sebentar lalu aku masuk kamar ibu sedang di dapur juga saat itu, sedang memanaskan makanan yang baru kita makan tadi, setibanya di kamar Dion mulai mengajakku untuk ngobrol.
"Lan kamu gak merasa aneh dengan kematian Reni" ucap Dion.
"Ia sih aku merasa janggal dengan kematian kak Reni, masa karena uang itu!" ucapku yang tidak percya.
"Bisa jadi Lan dia dijadikan tumbal dengan uang itu!!"
"Maksudnya gimana aku gak paham."
"Gini Lan orang yang memakai ilmu pesugihan, penglarisan dengan ilmu hitam ada syaratnya, contohnya itu dengan memberi uang kepada calon korbannya, setelah si korban menerima berarti si korban akan menjadi tumbal selanjutnya, setelah menjadi korban biasanya kalau pesugihan mereka akan mendapat uang yang banyak secara tiba-tiba entah dari mana datangnya, trus kalau penglarisan setelah korban itu meninggal pembelinya akan membludak seperti tadi."
"Ia Lan benar yang di jelaskan oleh Dion di bangsa siluman sering trjadi hal yang seperti itu" sahut Sanjaya.
"Ia pantesan saja di waktu pak selamet ngasih tuh uang hatiku rasanya menolak, tapi aku menyesal kenapa duit itu malah di kasih sama kak Reni terus di saat kak Reni terima kenapa aku hanya diem saja tidak mencegah dia untuk terima" ucapku dalam hati sambil tidur-tiduran.
"Ya udah Lan, jangan di pikirin" ucap Dion.
"Rasa sedih Dion dan merasa bersalah kenapa insting pada saat itu tidak berfungsi, tapi memang hatiku tidak enak tapi aku masih mencari semua misteri ini. Dan aku juga harus pergi dari sana agar tidak trjadi kepadaku lagi."
"Ya sudah lah ini semau bukan salah mu, doakan saja kak Reni tenang di sana."
Aku mulai terdiam dan berfikir dan aku mulai mengerti misteri yang ada di rumah makan itu.
"Dion aku baru inget, waktu aku pertama kali masuk ke rumah makan itu aku bertemu nenek-nenek dia memperingati aku di suruh berhati-hati, ternyata benar kata nenek-nenek itu."
"Tapi beliau itu siapa yah??" ucapku kepada Dion.
"Kalau menurutku sih Lan beliau juga korban tumbal di sana, coba kamu flashback kan bisa kamu Lan."
"Gak usah Lan blum aku flashback aku sudah merasakan aura kesedihan aku gak tega ngeliatnya."
"Ya sudah lah aku mau tiduran dulu mumpung blum mangrib, nanti bagunin aku yah."
"Ia nanti aku bagunin."
Aku mulai mengantuk dan memejamkan mata ternyata aku bermimpi kak Reni, di dalam mimpiku aku bertemu kak Reni dengan raut wajah yang memancarkan kesedihan. Lalu aku bertanya kepada kak Reni.
"Kakak kenapa Ulan liat kakak kok sedih."
__ADS_1
Saat itu kak Reni tidak berbicara satu patah pun dan pergi lalu aku terbangun dari tidur aku melihat jam hampir menjelang magrib.
hatiku rasanya sedih memimpikan kak Reni dia teman yang baik di saat aku kerja di sana terkadang membatu pekerjaanku dia saat tugas dia sudah selesai. azan pun mulai berkumandang segera aku mengambil air wudu dan sholat lalu mendoakan kak Reni dalam hati kecilku berkata.
"Maafin Wulan yah kak, Wulan kehilangan seorang teman bahkan seorang kakak dan pada saat itu Wulan gak bisa bantu kakak hanya dengan doa ini semoga kakak tenang disana aminn."
Setelah selesai aku mendatangi ibu di kamar.
"Bu Wulan mau berhenti aja yah kerja rumah makan itu."
"Memang kenapa nak?"
"Hati Ulan berat bu." ucapku yang tidak ingin ibu tahu.
"Yah alasannya apa kok hati mu berat Lan?"
"Ada yang tidak beres di rumah makan itu bu."
"Kamu jangan berfikir yang tidak-tidak nak, tapi kalau kamu memang sudah tidak betah kerja di sana ya sudah ibu gak bisa maksa. Dan terus sudah ada batu loncatan."
"Belum sih bu tapi nanti tanya-tanya sama teman semoga ada, doain ya bu" ucapku.
"Makasih yah bu, besok Ulan bilang sama pak selamet dulu, terus gajih ulan gak Wulan ambil yah bu."
"Kenapa nak gajinya kok malah gak kamu ambil" kata ibu yang binggung.
"Wulan gak mau bu sekali aja ibu percaya sama ulan dari Nia yang ngambil uang ibu sekrang ulan jelasin ada yang tidak beres tentang rumah makan itu ibu malah ulan berfikir tidak baik harus dengan apa lagi ulan jelasin." ucapku yang mulai emosi.
"Kamu marah Lan sama ibu"!
"Ulan gak marah sama ibu, tapi terkadang ibu gak percaya dengan apa yang ulan ucapkan."
"Sebenarnya ibu percaya nak dengan mu, tapi ibu lebih berfikir positif nak semua kelakuan jahat itu pasti ada balasannya."
Mendengar ucapan ibu aku terdiam aku berani dengan ibu dan berfikir negatif sama ibu, hanya dia sekrang yang aku punya aku gak mau menyakiti hatinya.
"Maafin sikap ulan ya bu" ucapku sambil memeluk ibu."
"Ia nak."
Akhirnya aku dn ibu mulai tidur, besok aku tingal bicara dengan pak selamet mengundurkan diri.
__ADS_1
Keesokan harinya aku masih berkerja seperti biasa sambil menunggu pak selamet datang ke rumah makan, tidak lama kemudian pak selamet datang dan aku langsung menghampiri beliau.
"Permisi pak, bapak sibuk tidak?"
"Ia enggak Lan ada apa Lan."
"Ulan mau ngomong sama bapak"
"Mau ngomong apa, kita duduk di pojok sana gak enak ngomong sambil berdiri"
Aku dan pak selamet ketmpat duduk yang ada di ruangan belakang.
"Lan mau mengundurkan diri pak."
"Kamu kenapa Lan, ada masalah di tempat kerja ini apa gajih mu masih kurang?, kalau masalah gajih nanti bapak naikan lagi kalau kamu merasa kurang."
"Enggak pak cukup itu buat ulan dan tidak ada masalah juga di sini."
"Terus alasannya apa??"
"Wulan dah dapat kerjaan yang lain pak, maaf ya pak" ucapku sambil berbohong kepada pak selamet.
"Emang berapa gajinya sampai kamu mau ninggalin rumah makan ini.
"Bukan masalah gajih pak yang ulan cari tapi ketenangan hati."
"Berarti kamu tidak tenang kerja di sini, ya udah kalau itu mau mu" ucap pak selamet marah.
"Ini uang gajih mu Lan" sambung pak selamet.
"Enggak usah pak" sambil menolak.
"Kamu ini kenapa sih Lan setiap uang yang bapak kasih kamu tolak, kamu takut dengan uang ini" ucap pak selamet.
Akhirnya aku menerima pemberian pak selamet dan uang itu aku sumbangkan semuanya ke kotak amal yang ada di mesjid.
Dan kembali ke rumah sesampainya di rumah aku langsung menelepon teman-teman untuk menanyakan info loker melalui mereka.
Nantikan cerita selanjutnya apa yang terjadi kepada pak selamet!!!
Jangan lupa like dan komen, komen!!!
__ADS_1