
Cerita tentang David pun akhirnya aku jadikan bahan tulisanku dan ternyata semua crew yang membaca kisah David sangat menyukainya.
Namun keanehan mulai muncul kembali ke pada diriku di setiap malam aku berada di rumah selalu mendengar seseorang yang sedang menangis merintih, terkadang ucapan minta tolong.
Flashback.
Saat itu selepas acara pemakan David aku kembali berkerja seperti biasanya dan menulis kisah David di ceritaku sebelum sampai akhirnya tulisan itu selesai dan aku berikan fail ke para crew dan juga pak teguh ternyata mereka menyukai ceritaku tersebut, setelah selesai berkerja seharian waktunya untuk pulang, Dimas yang mengajak aku untuk makan sebelum pulang aku tolak karena hari itu aku merasakan sangat lelah sekali terpaksa aku menolak ajakannya.
Rasa aku ingin segera pulang dan beristirahat di rumah sesampainya di rumah aku membersihkan badanku dengan mandi lalu bersantai di kamar sampai hari mulai menjelang magrib baru aku keluar dari kamar untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan ibadah.
Setelah selesai aku menuju ke dapur saat itu perutku sedang lapar jadi aku ingin membuat mie instan.
"lagi apa Lan?" tanya lusy yang saat itu berada di dapur juga.
"Mau bikin Mie kamu mau?" tanyaku.
"Boleh deh Lan bikin dua Lan, aku satu," sahut Lusy.
"Ya udah tunggu," ucapku yang menyuruh Lusy untuk menunggu di dapur.
Namun anehnya saat itu aku mendengar wanita sedang menangis pilu dan menyayat hati.
Hiks.....hiks....hiks...(suara seseorang sedang menangis).
"Lus kamu denger enggak ada cewe yang sedang menangis," tanyaku kepada Lusy.
"Ah... masa sih enggak ada ah," sahut Lusy.
"Ehh... beneran coba dengerin," aku yang meyakinkan Lusy.
Lusy terdiam dan mendengarkan namun sama saja tidak ada sura apa-apa hanya suara burung hantu di belakang rumah.
Di rumah ku memang terkadang kalau malah suara burung hantu itu muncul namun tidak setiap hari.
"Yang ada sura burung hantu tuh, sama jangkrik " kata Lusy.
Ternyata beberapa kali aku menyakinkan Lusy, ia masih tidak percaya dan mungkin saja hanya aku yang mendengar suara itu bukan lusy.
__ADS_1
"Lan dan mateng belum, aku mau keruangan tengah nih banyak nyamuk di sini," kata Lusy.
"Bentar lagi mateng Lus tunggu sebentar," sahutku.
"Eh suaranya ilang Lus," sambungku kembali.
Terdengar suara saja tapi tidak terlihat wujudnya mungkin ia masih belum mau melihatkan wujudnya di hadapanku itu pikiranku di saat itu.
Setelah masakan matang aku segera menyantapnya dengan lusy, dan kembali ke kamar saat telah selesai makan.
Di saat aku sedang berada di kamar dan bermain HP di tempat tidur tiba-tiba jendela kamarku terbuka dengan sendirinya aku pun kaget dan menutupnya kembali, mungkin hanya angin di benakku saat itu, lalu aku melanjutkan bermain HP kembali.
Di saat sedang asik bermain HP terdengar sura yang aneh lagi,
"Toloonggg.....tolongg.... tolong aku," sura aneh itu terdengar.
Aku lalu berhenti bermain HP mencari asal suara itu berasal membuka jendela kamarku kembali tapi aku tidak melihat apa-apa dan sura itu hilang. Lalu aku hanya berfikir kembali,
"Ah mungkin hanya halusinasiku saja," gumam batinku.
Terdengar suara tangisan di sumur tua itu aku pun menghampiri sumur tua itu yang di atasnya di tutupi oleh papan kayu, aku membuka papan kayu itu karena penasaran dengan suara tangisan yang berada di dalam sumur tua itu, setelah aku berhasil membuka papan kayu itu aku melihat ke dalam sumur tua itu,
namun tidak menemukan apa-apa dan aku berbalik membelakangi sumur tua itu tiba-tiba sebuah tangan keluar dari sumur tua itu,
dan memegang tanganku sontak aku kaget dan menoleh ke arah belakang terlihat wanita dengan wajah yang sangat seram terdapat bayak luka di wajahnya matanya yang sangat tajam saat itu melihatku,
Sontak aku menyuruh ia melepaskan pegangannya dari tanganku.
"Lepaskan....lepaskan" ucapku
__ADS_1
Wanita itu masih dengan memegang tanganku dengan kencang rasa ingin membawaku kedalam sumur itu, namun dengan sekuat tenaga aku berusaha untuk melepaskan pegangannya, lalu wanita itu berkata.
"Tolong akuuu,,,,,," ucap wanita itu yang ada di mimpiku.
Aku langsung terbangun dari tidur dan melihat jam yang ada di HP ku menunjukan pukul 03.00 dini hari.
"Hatiku mulai resah pertanda apa lagi yang akan terjadi" gumam batinku.
Aku mulai memangil Dion, aku berharap Dion dapat memecahkan misteri ini, mataku terpejam dan aku mulai memanggil Dion melalui batinku, Dion pun muncul di hadapanku.
"Ada apa Lan tumben kamu belum tidur," tanya Dion.
"Aku mimpi buruk Dion enggak bisa tidur lagi," sahutku.
"Memang kamu mimpi apa?" tanya Dion kepadaku.
"Aku mimpi ada sebuah sumur tua, dan ada orang wanita yang menangis di sumur itu lalu aku membuka sumur itu awalnya tidak apa-apa tapi saat aku berpaling ingin menjauh dari sumur itu ada sebuah tangan yang memegang tanganku menginginkan aku masuk ke sumur tua itu, tapi sekuat tenaga aku menolak dan akhirnya dia ngomong denganku tolong aku," sahut kepada Dion yang menjelaskan tentang mimpi itu.
"Dia ingin meminta bantuan mu Lan!" ucap Dion.
"Meminta bantuan,??" aku yang mulai berfikir.
"Ia mungkin dari penjelasan yang aku simak dari mimpimu itu," kata Dion.
"Dion aku aja tidak tau sumur itu berada dimana,? tapi arwah itu sebelum aku bermimpi mulai menganggu aku," kataku.
"Mengganggu gimana?" tanya Dion.
"Ia dari tadi aku mendengar orang menangis dan minta tolong tapi wujudnya tidak ada hanya aku sendiri yang mendengarnya sedangkan Lusy tidak mendengarnya sama sekali," ucapku.
Dion mulai binggung dengan misteri ini.
Bersambung.
Apakah Dion dan ulan dapat memecahkan misteri ini??? nantikan kisah selanjutnya.😉.
Jangan lupa dukungan untuk Author yah dan masukan novel ini kedalam favorit agar di saat up bisa tahu terimakasih 🥰
__ADS_1