
Kali ini aku mau menceritakan cerita seorang teman saat sedang mendaki gunung yang ada di kalimantan, ambil hikmahnya dari cerita iniπ
Saat itu aku dan lusy sering memberi makanan kucing di tempat abang cecep panggilan sehari-hari beliau, aku suka membeli di tempat abang cecep karena harganya lumayan murah ketimbang di lain. Abang cecep sendiri bukan asli orang sini melainkan orang perantauan dan abang cecep membuka pet shop kecil-kecilan di rumahnya beliau mempunyai seorang istri dan satu orang anak laki-laki yang berusia 9 tahun.
Kami sangat akrab dengan keluarga abang cecep jika sedang membeli makan kucing biasanya kami di bikinkan minuman dan sering mengobrol satu sama lain, Hingga suatu hari di saat kami ingin membeli makan kucing abang cecep menceritakan sesuatu pengalaman mistiknya saat mendaki gunung di kalimantan.
Abang cecep mempunyai hobi hiking atau mendaki gunung.
Saat itu aku dan lusy yang ingin membeli makan kucing ke abang cecep sekalian ngobrol dengan beliau karena lumayan lama enggak mampir karena aku dan lusy sama-sama sedang sibuk berkerja.
"Eh wulan lama nih enggak beli makan di tempat gw kemana aje? tanya bang cecep dengan logatnya yang khas.
"Ia nih bang sibuk banget kerja jadi enggak sempat mampir kesini,"
"Oooo gitu, pantesan enggak nongol-nongol biasa nongol terus,"
"Bang aku beli yang ini berapa harganya," tanya aku sambil mengambil satu bungkus makan kucing yang dry food (makan kucing kering).
"Udah ama lu 17 ribu aja deh, tuh harga asli
20 ribuan," bang cecep yang menawarkan harga.
"Serius nihhh, enggak apa-apa bang enggak rugi,"
"Udahh santai aje, lu enggak langsung pulang kan?, lama nih kita enggak ngopi-ngopi bareng,"
"Enggak sihh kebetulan lagi enggak sibuk,"
"Pas banget nihh kita ngopi dulu, bentar masih dibikin bini gw kopi nihh,"
"Oke dah bang," serentak aku dan lusy menjawab.
Beberapa menit kemudian istri bang cecep keluar dapur membawakan kita kopi dan beberapa cemilan,
"Eh wulan Lusy lama kagak kemari," ucap istri bang cecep
"Ia teteh kita lagi sibuk kerja," sahutku.
"Oooooo pantes, gimana kabarnye sehat kan!"
__ADS_1
"Alhamdulilah teh sehat, tapi duitnya kurang sehat," sahutku sambil bercanda.
"Hahahha ada-ada aje lu" sahut bang cecep.
"Oh iye gw mau cerita nih ma lu berdua, kemarin lusa gw naik gunung nih sama teman-teman gw berlima, ada kejadian aneh nah di saat yang sama bini gw juga mimpi aneh, siapa tau lu ngerti maksudnye."
"Iye Lan teteh mimpi aneh waktu itu pas abang cecep daki gunung,"
Flashback
Di minggu pagi bang cecep bersama kelima temannya:Agus, solikin, Edi, Iwan dan cecep bersiap-siap mendaki gunung dan salah satu temannya adalah pemandu mereka.
Perjalan yang mereka tempuh lumayan lama satu hari satu malam dengan menaiki mobil yang di miliki oleh Agus,
Selama diperjalanan mereka saling ngobrol dan bersenda gurau satu sma lain karena mereka sudah lama tidak bertemu.
"Lu sanggup enggak cep naik nih gunung, soalnya tanjakannya lumayan berat," kata mereka berempat menanyakan kepada cecep dengan serentak.
"Sanggup gw mah," ujar cecep.
"Bini Lu kenapa enggak dibawa kan enak bisa ada yang masakin" kata solikin.
"Oh.. ia juga yah!"
"Udah semua tidur deh entar gantian nyetirnya,"
kata kata solikin.
Mereka berempat pun tidur kecuali Agus yang masih asik bermain game online di HP nya.
"Enggak tidur kamu Gus?" ujar solikin sambil menyetir mobil.
"Enggak nanggung takut enggak ada sinyal di sana," ucap Agus
"Ya ampun," sahut solikin
Tiba-tiba suara tak asing terdengar oleh Agus,
Tuutttttt....prett prepettt prettt pett
__ADS_1
"Eh Kin lu buang angin ya?"
"Heheh,,,,iya sorry kelepasan," dengan mimik muka yang tidak bersalah.
"Sialan bau bagettt makan apa aja lu baunya udah kaya bau bangkai,"
"Biasa makan semur jengkol sama telur rebus, tadi pagi," sahut solikin
Mereka yang sedang tidur pun terbangun karena aroma gas busuk yang dikeluarkan oleh solikin.
"Bau apaan ini, busuk banget?" cecep yang terbangun akibat gas beracun solikin.
"Ia nihh busuk banget baunya," kata Edi
"Maaf kelepasan gw," kata solikin.
"Makan apa lu baunya busuk baget mau muntah gw," sahut cecep.
"Semur jengkol sama telor rebus kesukaan gw enak baget sampai nambah 2 kali," kata solikin
Mereka berempat yang terbatuk-batuk akibat gas beracun yang di keluarkan oleh solikin membuat mereka sesak nafas dan ingin membuka jendela namaun tidak bisa karena semua jendela sudah di kunci otomatis oleh solikin.
"Kin, bukain jendelanya Kin!" ucap Agus
"Udah kalian nikmati aja dulu selagi bisa" ucap Solikin dengan santai
"Gila lu, gw mau muntah nih cepetan bukain!" ujar Cecep
uhhukkkk uhukkk suara batuk dari Edi
"Mau mati gw, baunya menyebar satu mobil tau gak" ucap Iwan
"Hahahahaa ... udah entar juga ilang baunya" ucap Solikin yang tertawa terbahak-bahak.
Mereka berempat yang sedang ngomel-ngomel tanpa diperdulikan oleh solikin yang terlihat senang dengan perilakunya.
Bersambung.
tunggu yah kelanjutan cerita mereka berlima mendaki gunung jangan lupa dukungan untuk Author terimakasih
__ADS_1