Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
S2. Villa angker 4


__ADS_3

Setelah selesai makan lalu aku kembali ke kamar dan menuju tempat tidur, sambil tiduran aku bermain hp sambil mendengarkan dion yang berbicara di sampingku.


"Lan kapan kita pulang?"


"Emmm...." sambil asik bermain hp


"Lan...Lann..... Wulandari kamu denger aku enggak??"


"Ia aku denger dion, bentar yah entar aku kalah"


masih asik bermain hp.


"Kamu ngapain sih Lan,"


"Nih main game, diri pada aku bete,!"


"Aduhhh Lan, kamu denger enggak aku enggak aku nanya sama kamu Lan kapan kita pulang???"


"Ia nanti sampai aku dapat menguak misteri vila ini, mangkanya bantu biar cepat selesai abis itu kita pulang."


"Ia deh aku bantu kamu Lan!"


"Nah gitu dong."


Setelah asik bermain hp dan mengobrol aku mulai mengantuk kembali dan malam pun mulai larut laku aku kembali tertidur,


"Aku ngantuk Dion mau tidur, aku tidur duluan yah!"


"Ya udah kamu tidur aja sana, nanti aku bantu menguak misteri vila ini biar kita cepat pulang!"


"Oke sip makasih yah!"


Dan aku kembali bermimpi aneh lagi,


Mimpi si pencuri itu bersiap-siap pergi dari rumah itu tapi apesnya waktu pencuri itu mau pergi lewat pintu utama pemilik rumah seorang laki-laki dewasa sekitar umur 35 an membuka pintu dan melihat si pencuri itu melihat baju pencuri penuh darah laki-laki itu berkelahi dengan pencuri membela dirinya karena pencuri itu sudah mengeluarkan senjatanya berupa golok, laki-laki itu berhasil membuka topeng si pencuri namun dia kalah dalam berkelahi si pencuri pun menebas kepalanya hingga putus, kepala pun terjatuh di lantai darah yang keluar deras dari leher yang di tebas oleh golok laki-laki itu akhirnya terkapar di lantai dengan tubuh yang tidak utuh.


lalu si pencuri itu pun pergi meninggalkan vila itu dengan hasil rampokannya berupa perhiasan emas, emas batangan dan bergepok-gepok uang.


Aku pun terbangun dari tiduraku, dan baru menyadarinya bahwa semua mimpi yang aku alami adalah petunjuk dari vila ini.


Aku memangil dion untuk menceritakan semua mimpi yang aku alami ini.


"Dion aku mulai menguak misteri vila ini.!"


"Apa Lan semua keluarga di vila ini teryata korban pencurian dion!"

__ADS_1


"Ia Lan aku juga baru tau dari anak laki-laki yang bernama robet mereka korban pencurian."


"Trus apa lagi Dion kamu dapat informasi ini, aku baru mau nanya kamu ke buru memangil aku Lan jadi aku enggak sempat nanya deh!"


"Kamu nanggung ngasih infonya Dion, dah lah aku lanjut tidur dulu, kepalaku sakit karena bagun tadi aku kaget besok pagi baru kita pikirkan,"


Keesokan paginya, aku keluar vila sambil menghirup udara pagi yang sangat segar, melihat pak ujang yang sangat rajin menyapu dan membersihkan halaman vila.


"Pagi neng ulan" sapa pak ujang kepada ulan,


"Pagi pak ujang," Sahutku.


"Gimana tidurnya neng ulan nyenyak enggak?"


"Ia pak lumayan lah."


"Pak Lan masuk dulu yah mau beres-beres baju ke lemar,"


Kebetulan di vila ini memang di beri fasilitas yang baik.


"Oh ia neng, kunci lemari baju di rumah bapak neng mau ikut ngambil kunci di rumah bapak."


"Boleh deh pak sambil jalan-jalan, tapi enggak jauh kan pak?"


Aku dan pak ujang bergegas mengambil kunci lemari baju.


Sesampainya di rumah pak ujang.


"Ini rumah bapak neng, maaf rumahnya seperti ini?"


"Pak ujang tinggal sendiri?"


"Dulu pak ujang tinggal sama anak istri pak ujang tapi karena penyakit mereka meninggalkan pak ujang,"


"Oh maaf yah pak, bikin pak ujang sedih."


"Enggak apa-apa atuh neng santai aja!"


Aku melihat-lihat rumah pak ujang di dinding ruang tamu dan rumah sangat sederhana kamar satu, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi seperti rumah tipe 36 tapi agak kecil lagi, yah kalau buat aku seperti pak ujang aku merasakan sepi, karena aku banyak teman tak kasat mata di rumah itu membuat aku tidak merasakan sendiri lain halnya dengan pak ujang.


Sambil melihat-lihat foto keluarga pak ujang yang dulunya bahagia di foto ini ada istri dan anak pak ujang, tapi tiba-tiba aku tercengang melihat satu foto pak ujang dengan seseorang laki-laki wajahnya sangat familiar tapi aku lupa pernah liat di mana.


"Oh ia pak ini bapak sama siapa?"


"Ohh itu neng itu yang punya vila ini,bapak rohim neng tapi beliau sudah meninggal ??"

__ADS_1


"Nah yang saya telpon kemarin itu siapa?"


"Itu anak dari pak rohim neng namanya abdul rohim, beda tipis neng di pangil rohim juga, pak rohim ini dulu yang mengobati istri dan anak bapak, karena ke baikan beliau bapak membalas budi dengan menjaga vila ini!"


"Meninggalnya emang kenapa pak, maaf kalau ulan lancang tanya-tanya?"


"Depresi neng, pak rohim sering melamun kadang seperti orang ketakutan lama-lama tidak mau makan dan kondisi badannya ngedrop neng dan akhirnya jatuh sakit dan meninggal."


"Ooooo seperti itu pak!"


"Ini kuncinya neng?"


"Oh ia pak terimakasih yah pak"


"Ia neng sama-sama."


Aku pun bergegas menuju vila, sepanjang jalan aku masih mikir kan wajah pak rohim yang aku pernah melihatnya dimana.


"Seperti tidak asing wajah pak rohim aku pernah melihatnya tapi dimana yahh aku benar-benar lupa." gumamku sambil jalan menuju vila.


Sesampainya di vila aku langsung masuk menuju kamar membuka lemari baju dan memasukan baju-baju ke dalam lemari di bagian atas,


Setelah selesai dari selipan di bagian atas tempat lemari aku melihat foto yang di balik, mungkin bagi yang tidak sadar itu bukan foto karena di balik dan warnanya hampir sama seperti warna di dalamnya lemari itu. Lalu aku mengambil foto itu membuka dan melihatnya.



Ternyata foto itu adalah foto keluarga yang ada di mimpiku keluarga yang di bunuh kejam oleh sang pencuri,


Di bawah foto aku melihat tulisan yang di tulis dengan pulpen, bertulisan MARKUS.


Ternyata foto ini adalah keluarga dari pak markus. Begitu terkejutnya aku mengetahui ini semua ternyata anak kecil itu adalah anak menir markus, dan noni itu adalah istrinya dan hantu tanpa kepala itu sendiri adalah menir markus mereka semua adalah orang keturunan belanda yang tinggal di vila ini.


"Ini foto keluarga pak Markus ternyata dan vila ini tempat tinggal mereka dan siapa kira-kira pencuri itu yah" gumamku sambil memandangi foto keluarga menir Markus."


Tiba-tiba ada bola yang masuk ke dalam kamarku, laku aku menyimpan foto kelurga menir Markus ke dalam lemari dengan posisi yang sama seperti pertama kali aku bertemu foto itu.


Aku mengambil bola yang masuk ke kamarku.


"Sini Robet main sama kakak yuk, kakak engak jahat kok sama ,Robet."


"Tiba-tiba hantu anak kecil itu mulai muncul di kamarku.


Bersambung.


makin penasaran???? nantikan cerita selanjutnya jangan lupa like,vote dana komen. terimakasih 🥰🥰🥰🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2