Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
Gangguan di malam hari


__ADS_3

Dimas langsung menerobos kamarku dan melemparkan diri ke kasur, seketika hal itu membuat Lusy terbangun dari tidurnya.


"Ada apaan nih Lan?" ucap lusy yang masih setengah sadar.


"Aku tidur disini aja ya, aku takut," ucap Dimas


"Dimas ... ngapain kamu disini inikan kamar cewek, kamar kamu kan di sebelah," ucap Lusy sambil menarik selimut yang dipakai Dimas.


"Aku takut ada suara cewek minta tolong, aku tidur disini aja ya sama kalian," ucap Dimas sambil bersembunyi dibalik selimut.


"Ya elahh ... suara apaan sih? gak ada suara apa-apa Dimas," sahut Lusy


"Udah pokoknya aku tidur bareng kalian titik!"


"Lan gimana nih? nanti mbak Fitri mikir yang aneh-aneh lagi," tanya Lusy.


"Ya sudah, nanti aku bakalan jelasin ke mbak Fitri sekarang kita tidur aja dulu, Dimas kamu di pojok sana aja aku sama Lusy disini," ucapku kepada Dimas


Usai mengatur posisi kami bertiga pun tertidur, tidak lama Lusy terbangun dari tidurnya dan membangunkan ku.


"Lan ... Lan bangun Lan," ucap Lusy


"Ada apa Lus?"


"Sssttttttttt ... kamu denger gak?" bisik Lusy


Ternyata Lusy terbangun karena mendengar suara tangisan seorang wanita di luar jendela, Lusy pun berinisiatif menyalakan lampu kamar dan menyalakan senter yang ada di HP nya.


"Kamu mau ngapain Lus?" tanya ku kepada Lusy


tanpa aba-aba Lusy membuka jendela tersebut sambil mengarahkan senternya keluar jendela, Lusy mengarahkan senternya ke segala arah, saat Lusy mengarahkan senternya ke arah kebun karet yang ada di samping rumah mbak Fitri Lusy bergegas menutup jendela.


"Lan lampu kamarnya gak usah dimatiin, kayaknya aku bakalan begadang malam ini, kamu tidur aja Lan," ucap Lusy kepada ku


"Kok gitu Lus, kamu harus istirahat soalnya besok kita bakalan melakukan perjalanan," ucapku yang khawatir.


"gak bakalan bisa tidur aku Lan, aku tadi liat cewek di kebun karet dia berdiri sambil melihat ke arah ku Lan, makanya tadi aku langsung tutup jendelanya."


"Ya sudah aku tidur duluan, kalau ada apa-apa bangunin aku aja ya."


"Iya udah kamu tidur aja, aku mau main game dulu, biar gak suntuk,"


Aku memutuskan untuk tidur kembali, sedangkan Lusy asik bermain game.


...***...


Trrrriiiingg ... triiiiingggg suara alaram dari HP ku menunjukkan pukul 05.30


Aku terbangun, saat bangun aku tidak melihat Lusy sepertinya dia benar-benar tidak tidur sama sekali, sedangkan Dimas masih berada didalam selimutnya seperti kura-kura.


Aku beranjak dari tempat tidur dan menuju dapur, di sana aku melihat mbak Fitri sedang sibuk memasak.

__ADS_1


"Sudah bangun kamu Lan, pagi sekali bangunnya," ucap mbak Fitri


"Iya Mbak, hari ini kami mau pergi jalan-jalan," sahutku


"Oh iya mbak lihat Lusy gak?"


"Ada di luar tadi sebelum Mbak bangun dia udah ada di dapur bikin kopi,"


"Mbak masak ya, Wulan bantuin ya,"


"Jangan ... kamu disini tamu, sama tamu di suruh masak, lagian kamu kan jarang kesini Lan, sudah kamu bikin teh apa kopi aja sana temenin Lusy didepan,"


"Ya sudah Mbak, Wulan ke depan dulu, oh iya mbak tadi malam temen Wulan Dimas tidur bareng kita, dia heboh tadi malam ketakutan tidur sendirian,"


"Oaaalahhh ... ganteng tapi penakut, takut kenapa teman kamu Lan?"


"Takut ada hantunya .... hahaha,"


"Yang harus ditakuti itu manusia, kaya maling, rampok ganteng-ganteng kok penakut," ucap Mbak Fitri sambil tertawa.


Aku pun menghampiri Lusy di teras luar, langit masih terlihat gelap, namun kicauan burung sudah terdengar.


Saat aku keluar Lusy masih sibuk dengan gamenya, sambil menikmati kopi. Sebenarnya aku sudah biasa melihat Lusy seperti ini entah kenapa ketika dia sedang di ganggu atau tidak sengaja melihat makhluk gaib, dia tidak akan tidur sampai pagi.


"Kamu gak tidur?" tanyaku kepada Lusy


"Gak Lan, pas liat itu cewek mataku langsung terang gak bakalan bisa tidur,"


Saat aku mengucapkan hal itu tiba-tiba kopi Lusy yang berada dimeja terjatuh ke kelantai seperti ada yang menyenggolnya, seakan-akan memberi tanda bahwa dia mendengar ucapan ku.


"Gimana Lan?" tanya Lusy


"Yah gimana lagi, lanjutin aja semoga kita selamat sampai tujuan,"


"Ya udah aku mau bikin kopi lagi, belum juga diminum pake acara di jatohin segala," celetuk Lusy.


Aku menuju kamar untuk membangunkan Dimas yang dari tadi masih bersembunyi di balik selimutnya.


"Dimas ... bangun udah pagi, ayoo kita kan mau pergi, ayoo bangun!" ucapku sambil menarik selimut Dimas


"Aduh aku masih ngantuk Lan."


"Ayo bangun cepetan!"


"Iya ... iyaa," ucap Dimas sambil bangun dari tempat tidur.


Aku dan Lusy mulai menyiapkan perlengkapan yang akan kami bawa nantinya, sedangkan Dimas memanaskan mobilnya. setelah semua perlenglapan siap aku dan Lusy terlebih dahulu bersalaman dengan mbak Fitri.


"Mbak Wulan berangkat dulu ya,"


"Iya kalian hati-hati ya, kalo ada apa-apa telpon Mbak,"

__ADS_1


"Lusy juga pamit ya Mbak," ucap Lusy sambil bersalaman dengan Mbak Fitri.


Kami pun berangkat menuju lokasi yang aku tunjukkan kepada Dimas, Lusy yang semalaman tidak tidur akhirnya tertidur pulas diperjalanan.


Perjalanan memakan waktu kurang lebih satu setengah jam. saat menyusuri jalan aku selalu melihat sosok wanita itu seolah-olah dia menunjukan jalan kepadaku.


Sampailah kami disebuah jalan sepi dengan hamparan sawah yang luas, diseberangnya terdapat jalan setapak menuju hutan, Dimas memarkirkan mobilnya kepinggir jalan. aku mulai membangunkan Lusy yang sedari tadi tertidur.


"Lus ... Lusy bangun kita udah sampai."


"Oh ... iya Lan,"


Kami mulai menurunkan tas ransel yang berisi perlengkapan, Kami bertiga mulai memasuki jalan setapak.


Aku melihat sekeliling tempat itu memang mirip dengan yang ada di mimpiku.


"Lan ... ini serius kita kesini, ini serem banget Lan mana pohonnya gede-gede," ucap Dimas


"Iya ... tempat ini yang ada dimimpiku kemarin," ucapku


"Eh bentar," ucap Lusy sambil menurunkan tas ranselnya


Lusy mengeluarkan barang-barang yang dia bawa seperti tali dan pita berwarna pink neon.


"Ini buat apa?" tanya Dimans


"Denger kita disini cuma bertiga, jangan sampai ada yang terpisah apapun yang terjadi jangan sekalipun kita pisah, bahkan kalo mau kencing kencing aja di celana, pokoknya jangan ada yang pisah,"


"Yang bener aja, masa kencing dicelana bau dong," ucap Dimas


"tenang tinggal guyur pakai air, aku sengaja bawa air banyak, nah sekarang sini tangan kalian,"


Aku dan Dimas mengulurkan tangan kami, Lusy mulai mengikatkan tali ke pergelangan tangan kami tali itu tetap tersambung dengan jarak satu meter agar kami mungkin agar kami tidak terpisah.


"Nah sekarang ikatin ke tangan aku juga Lan,"


"Ini buat apaan sih Lus?" ucap Dimas


"Ini gunanya biar kita tau jika ada salah satu temen kita jatuh atau di tarik seseorang atau hal apa pun itu, dan biar kita gak jauh-jauhan," jelas Lusy


"Nah terus pita nya buat apa?" tanyaku krpada Lusy


"Ini gunanya buat bikin tanda, aku sengaja beli banyak, ini nantinya bakal aku ikat ke seluruh pohon dan dahan yang kita lalui nantinya, nah ini aku punya biji merica kalian masukin ke dalam saku masing-masing,"


"Ini buat apa lagi merica?" ucap Dimas


"Ya aku gak yakin juga sih, dulu waktu aku sering ikut camping di gunung mama ku selau nyuruh aku bawa merica dan di taruh disaku biar gak diganggu hal yang aneh,"


"Ya sudah kalo gitu kita lanjutin perjalanan kita, dan kayaknya sebenar lagi kita bakalan sampai," ucapku


Kami pun berjalan beriringan, aku berada di bagian depan sedangkan Dimas berada dibelakang ku dan Lusy berada dibarisan paling belakang, sambil terus menggenggam tali yang di berikan Lusy, sesekali kami berhenti untuk.mengikatkan pita pada pohon dan ranting, sekitar setengah jam kami berjalan akhirnya kami menemukan sumur tua yang berada di tengah hutan persis seperti yang ada dalam mimpiku.

__ADS_1


__ADS_2