
Pagi mulai menjelang, matahari mulai naik terlihat dari balik jendela kamarku, ku rasakan kantuk dan mataku sangat berat rasanya karena semalaman aku tidak bisa tidur, aku takut mimpi itu kembali menghantuiku tanpa sadar aku mulai terlelap lagi dan saat ke sadaranku hanya setengah aku terbangun karena mendengar suara ke tukan pintu.
Tok.. tok.. tok...
"Lan bangun, ayo kita sarapan"
Seketika aku langsung bangun, ternyata itu suara om Andi yang sedang mengetuk pintu kamarku, aku beranjak dari kasur dan merapikannya.
"Iya om bentar lagi Wulan keluar, Wulan bereskan kamar dulu ya."
"Iya om tunggu di ruang makan ya kita makan bareng."
"Iya om, tapi Wulan mau mandi dulu ya biar seger" ucapku sambil membereskan kamar dan tempat tidur.
Setelah selesai membereskan kamar aku menuju kamar mandi untuk mandi agar rasa ngantuk ku hilang setelah selesai mandi aku mulai menghampiri om dan tante Laras di meja makan.
"Ayo Wulan sini kita sarapan dulu" ucap tante Laras sambil mempersiapkan makanan di meja.
"Iya tante" sahutku yang mulai duduk di meja.
"Lan kamu semalaman gak tidur ya?" tanya om Andi.
"Kok om tau Wulan gak tidur?" jawabku dengan heran.
"Iya om tau, kamu nyalain musik ke dengeran soalnya kan kamar kita sebelahan."
"Masa om masih ke dengeran? padahal Wulan setel musiknya pelan trus ditutupin sama bantal."
"Ya namanya tengah malem Lan, suara sekecil apapun kan ke dengeran."
"Iya juga sih om."
"Kamu kenapa gak tidur tadi malam Lan."
"Wulan mimpi buruk tadi malam om jadi gak bisa tidur."
"Kamu mimpi apa Lan? ucap tante laras sambil menyuap makanannya.
"Mimpi orang yang kecelakaan kemarin tan, dalam mimpi Wulan dia minta carikan bola matanya yang hilang."
Mendengar cerita mimpi ku om dan tante Laras pun terdiam dan saling memandang penuh dengan keheranan.
"Kok bisa Lan? Padahal kamu gak tau kalo korbannya matanya hilang satu."
"Iya Wulan juga gak tau om, lagian kemaren ibu gk berani deketin dan langsung masuk ke dalam komplek."
__ADS_1
"Oh jadi gara-gara itu kamu nggak tidur Lan? "
"Iya om Wulan takut di mimpin lagi, jadi Wulan gak berani lanjutin tidur lagi."
"Ya sudah Lan nggak usah di pikirkan anggap saja itu bunga tidur" ucap tante Laras.
"Iya tante."
"Oh iya Lan, kalau kamu masih ngantuk tidur aja di kamar Lan, kamu kan semaleman gak tidur."
"Iya om."
Setelah selesai makan aku membantu tante Laras membersihkan piring-piring di meja makan dan membantu mencuci piring, setelah selesai semua membantu pekerjaan tante Laras aku lalu bersantai di halaman belakang ke betulan di halaman belakang di sediakan tempat duduk dari bambu dan pohon-pohon yang besar pohon buah seperti mangga rambutan dan nangka rasanya adem sekali berada di situ.
Mengingat mimpi buruk itu muncul aku mulai bertanya kepada Dion dan Sanjaya Apa makna mimpi itu.
Aku akhirnya bertanya kepada mereka berdua maksud dari mimpi itu.
"Apa ya Dion artinya mimpi itu seram sekali" ucapku dengan penasaran.
"Itu pertanda Lan dia ingin minta tolong" (Dion).
"Dan bisa saja sebelum apa yang hilang itu tidak di temukan beliau tidak akan tenang Lan ." (Sanjaya)
Aku mulai terdiam mendengar ucapan mereka berdua. Mudahan saja apa yang ku mimpikan itu hanya bunga tidur saja.
Malam harinya aku berada di kamar, om Andi dan Tante Laras juga berada di kamar mereka, saat itu aku belum tidur karena masih belum merasa ngantuk padahal tadi malam aku tidak tidur semalaman, saat aku asik mendengarkan musik tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu
"Tok...tok...tok"
Hanya suara ketukan tapi tidak ada suara seseorang, hanya saja ritme ketukan yang menurutku agak aneh, ketukannya cuma satu kali tapi berulang ulang, aku yang saat itu mendengar dan kebetulan kamarku berdekatan dengan pintu masuk langsung keluar dari kamarku dan membuka pintu, tapi yang membuatku terheran-heran saat aku membuka pintu tidak ada seorang pun diluar bahkan bekas jejak kaki pun tidak ada, saat itu juga aku langsung menutup lalu mengunci pintu dan masuk ke kamar.
Aku merasa heran tapi aku tidak mau berfikiran macam-macam, aku nyalakan kembali musikku hingga aku merasa mengantuk aku memutuskan untuk tidur saja tidak lupa aku berdoa terlebih dahulu sebelum tidur agar aku tidak bermimpi buruk lagi.
Aku mulai terlelap setelah beberapa jam aku mulai bermimpi lagi, tapi kali ini aku tidak melihat bapak korban kecelakaan itu, aku hanya berada di lokasi itu, aku mulai berjalan menyusuri rerumputan hijau yang ada di trotoar jalan depan komplek, entah kenapa seperti ada yang mengarahkanku ke suatu tempat, hingga aku terhenti dan melihat sesuatu seperti bola pingpong pikirku saat ku dekati aku terkejut ternyata itu sebuah bola mata yang masih dengan darah segarnya, aku merasa mual melihatnya karena ini pertama kalinya bagi ku melihat mata sudah lepas dan berlumuran darah juga terdapat sesuatu yang menempel seperti kulit .
saat itu juga aku langsung terbangun, kulihat jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi.
Aku terdiam di tempat tidur memikirkan kembali mimpi tadi malam, hingga om Andi mengetuk pintu kamarku.
"Tokk...tok..tokk...Lan..Lan...,apa kamu sudah bangun" ucap om Andi.
"Ia om sudah bentar om Lan beresin kamar dulu" sahutku kepada om Andi.
"Oooo.... ya sudah kalau kamu sudah bangun"
__ADS_1
Setelah selesai membereskan tempat tidur aku mulai keluar dari kamar bersiap-siap untuk mandi, selesai mandi aku menuju dapur ingin membantu tante laras masak untuk sarapan kita, tapi sesampainya di dapur aku tidak melihat tante laras, akhirnya aku mulai mencari tante laras ternyata dia sedang di depan rumah sedang belanja sayur kebetulan di komplek om Andi pasar jauh jadi hanya ada tukang sayur keliling. Aku mulai menghampiri tante laras, dan ibu-ibu yang sedang berbelanja sayur menanyakan aku kepada tante laras.
"Belanja apa tante" ucapku.
"Eh, Wulan ia ini lagi beli sayur bayam sama ikan tante mau makan yang segar-segar Lan" ucap tante laras.
"Sapa itu Las, keponakan mu ya," ucap ibu-ibu yang sedang asik memilih-milih sayur.
"Ia keponakan ku kebetulan lagi liburan jadi nginep disini."
Tanpa sengaja aku mendengar percakapan ibu-ibu dengan tante Laras.
"Las tadi malam rumahku di ketok-ketok orang tapi setelah di datangin gak ada orangnya" ucap ibu yang badannya gemuk aku tidak tau namanya.
"Ia benar rumah ku juga." Ucap ibu-ibu yang di samping abang tukang sayur.
"Sama bu rumah saya juga." Ucap serentak ibu-ibu"
"Kalau rumah mu gimana Las" tanya ibu yang tubuhnya gemuk."
"Kayanya sih gak ada bu, tapi gak tau soalnya semuwah udah pada tidur." Ucap tante Laras.
"Ada kok tan Lan yang keluar kamar tapi gak ada orangnya.
"Benar semua mengalami kejadian yang sama semenjak kematian pak Toni komplek kita jadi seram tadi subuh suamiku pulang dari sholat subuh ketemu bapak-bapak di depan komplek lagi mencari sesuatu di semak-semak penasaran di datanginya orang tersebut ternyata wajahnya mengerikan dan matanya hilang satu." Ucap ibu yang tubuhnya gemuk.
"Ah masa sih?? ucap tante Laras.
Semenjak kejadian aneh tersebut komplek pun mulai sunyi dan angker, warga komplek merasa di teror oleh sesosok pak Toni orang yang meningal kecelakaan di depan komplek. selepas magrib semua warga komplek di hanya berada di rumah, karena mereka tidak ada yang berani keluar.
Aku sudah 3 hari berada di rumah tante Laras hari ini aku terakhir pulang tapi aku masih penasaran dengan mimpi menemukan bola mata itu. akhirnya aku putuskan untuk berjalan-jalan menyusuri di depan komplek. Aku mula menyusuri pinggir-pinggir jalan yang banyak rerumputannya, dengan perlahan-lahan aku menyusurinya dan tiba-tiba aku melihat sebuah benda di balik rerumputan aku mulai membuka rerumputan itu aku melihat benda itu sedang di gerumuni oleh lalat-lalat, aku mulai mendekat dan tenyata itu seperti bentuk bola mata, baunya tidak sedap bola mata itu mulai membusuk aroma yang tidak sedap mengundang lalat-lalat untuk menghampirinya.
Aku mulai mual dengan baunya yang busuk. Baunya seperti bau daging yang telah membusuk. Lalu aku memutuskan untuk pulang dan memberitahukan om Andi.
Selepasnya di rumah aku memberi tahukan om dan tante tapi mereka tidak percaya, dengan susah payah aku mencoba untuk meyakinkan mereka dan akhirnya merek percaya. Lalu aku dan om Andi menuju ketempat dimana aku menemukan bola mata itu.
Akhirnya om Andi percaya dan memberitahukan warga komplek, dan warga mulai berdatangan dan mengambil bola mata itu, dan akhirnya bola mata pak Toni pun di kubur kembali dengan jasad nya dan di doakan kembali agar tenang,
Aku sudah di jemput ibu untuk pulang pengalaman yang tidakku lupakan di tempat om Andi setelah berapa hari di rumah om Andi menelponku dan menanyakan kabarku, aku masih penasaran dengan keadaan kompleknya laluku mencoba menanyakan kembali.
"Gimana keadaan di komplek om?"
"Alhamdulilah Lan semenjak kejadian ketemu bola mata itu komplek jadi aman Lan gak ada hal-hal yang aneh lagi. Semuanya kembali seperti sediakala Lan." Ucap om Andi di HP.
"Alhamdulilah kalau gitu om" Ucapku.
__ADS_1
"Nanti kapan-kapan kalau kamu liburan panjang lagi nginep tempat om lagi yah."
"Ia om gampang, tenang nanti Lan main tempat om dan tante lagi kok."