Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
Kisah Kinno part 1


__ADS_3

Sekarang aku dan Ben menjadi teman yang akrab dia anak yang pintar, sekali di kala aku sedang sibuk Ben juga bermain di alam Dion dan Sanjaya.


Sekarang hari minggu, aku menghabiskan waktuku di rumah, tiba-tida ada seseorang yang mengetuk pintu


Tok.. Tokk...Tok...


Aku pun membukakan pintu, dan ternyata itu adalah Kinno.


"Kapan kamu balik Kin?"


"Kemaren Lan"


"Berapa hari di sini?"


"Aku belum tau, nunggu panggilan lagi nih, Lan kopi Lan, gulanya dikit aja."


"Gak pait emang?"


"Gak lah aku udah manis gini gak usah di tambah-tambahin Lan."


"Idih pede banget kamu Kin, ya udah kamu nonton tv aja dulu aku mau ke dapur."


Aku membuatkan kopi untuk Kinno dan membawakannya beberapa kue yang dibuat oleh ibuku.


"Nih Kin di minum, sama ini cobain kue buatan ibu."


"Nah ini baru mantap Lan, eh asik nih ada roti" ucap Kinno sambil mengambil bungkusan hitam yang aku letakkan di lantai, aku lupa menaruhnya di kamar karena aku kebelet ke kamar kecil, bungkusan itu berisi shampo, sabun, pasta gigi dan pembalut dan terang saja Kinno mengambilnya, membuka dan mengeluarkan isi pembalut itu.


"Kin sini balikin punyaku itu."


"Kamu pakai ini juga, kamu kayak cewe juga ya ternyata."


"Ya iya lah emang aku apa, udah sini balikin!"


"Ehh entar dulu aku bikin story dulu Lan, bentar mana sini kopinya."


Kinno pun mulai melakukan aktifitas absurbnya dia memotret segelas kopi yang disandingkan dengan satu pack pembalut.


"Nah, tinggal upload aja nih. pagi-pagi enaknya ngopi di temani sebungkus roti tawar" ucap Kinno sambil mengetik status di story media sosialnya, aku hanya bisa garuk-garuk kepala melihat kelakuan absurbnya tersebut.


"Udah sini balikin, kurang kerjaan banget kamu Kin." ucap ku sambil membereskan barang-barang belanjaanku dan menaruhnya ke dalam kamar.


"Kamu sekarang kerja di mana Lan?"


"Masih di tempat kemaren Kin."


"Awet ya kamu kerja di sana, eh ibu mu masak apa Lan?"


"Masak sambal goreng hati ampela sama tumis kangkung."


"Wihhh asikkk" ucap Kinno yang langsung menuju dapur dan mengambil piring.


Teman-teman dekat ku biasanya jika ke rumah aku suruh ambil makan sendiri sesuka hati, karena jika aku yang mengambilkan mereka suka protes karena piring mereka aku isi penuh hingga tidak ada celah sedikit pun.


"Makan yang banyak Kin, ibu masak banyak soalnya.


"Tenang Lan, kalo perlu aku ajak temanku samping rumah, bukde sama pakde ku juga nah kebetulan keponakan ku belum makan dua kali, oh iya sama abang bengkel samping warung pak de ku Lan kasian perutnya buncit belum makan dia."


"Gak sekalian tuh abang sempol yang lagi mangkal depan rumah kamu ajak makan, terus sekalian undang pak ustad buat ceramah."


"Jadi acara selametan dong Lan, hahhaha, eh kucing mu yg putih mana Lan?"


"Ada tu di belakang, kenapa memang tumben nanyain kucing."


"Suruh kesini Lan, biar dia ngiler liat aku makan."

__ADS_1


"Hahhahaha sekalian itu ada biawak di kuburan kamu mau aku bawain?"


"Ya jangan lah, bukannya ngiler liat aku makan, malah aku yang mau dimakan entar."


"Kamu kira itu buaya apa, ya udah kamu abisin dulu makannya, kalo mau nambah ambil sendiri ya."


"Gampang itu Lan, eh entar aku pinjem motor kamu ya Lan?"


"Pakai aja, mau kemana emang?"


"Ke Kelayanmart, mau beli perlengkapanku Lan udah mau habis soalnya."


"Ya udah pakai aja, aku juga gak kemana-mana."


Kinno pun menghabiskan makannya, selasai makan Kinno pergi untuk membeli perlengkapannya. Beberapa menit kemudian Kinno datang bersama dengan belanjaanya yang lumayan banyak.


"Nih Lan, makasih ya" ucap Kinno sambil mengembalikan kunci motorku.


"Belanjaan mu banyak banget kamu beli apa aja?"


"Nih, aku beli sabun cair, shampo, conditioner(Note, saat itu Rambut Kinno lagi gondrong banget), vitamin rambut, body lotion, sikat gigi, pasta gigi, parfume, nah ini lotion nyamuk, masker muka beserta kuasnya, terus ini semvak soalnya aku belum ngelaundry dan lain-lain nih" ucap Kinno sambil mengeluarkan semua belanjaannya.


"Kok ini ada terasi sih?"


"Tadi kasirnya gak ada kembalian receh, di kasih permen, aku udah punya banyak ya udah aku minta terasi aja lumayan buat nyambel entar."


"Lho bukannya kamu biasanya laundry kok beli jepit jemuran?"


"Ini buat main kartu entar malam sama pak de."


"Ya udah, kamu kalo mau istirahat nih bantalnya, aku mau nyuci baju dulu"


Aku pun meninggalkan Kinno yang sedang asik menonton TV sambil tiduran, tidak lama ada yang memanggil ku


"Halo ... Lohaaa Lan, Wulan yuhuuu."


"Kamu Lus, tumben ada apa?"


"Gak apa-apa Lan aku bosan di rumah, wah lama banget aku gak kesini, sendiri aja Lan? ibu kamu mana?"


"Woy..Woy gak liat orang segede ini?" ucap Kinno.


"Eh ada Kiko." ucap Lusi sambil meledek.


sebelumnya Lusi sudah kenal dengan Kinno karena Lusi sering ke rumahku saat sekolah dulu.


"Kiko ndas mu, Kinno!" ucap Kinno


"Hahahhaaha....apa kabar? kemana aja?"


"Baik lah pastinya, ya kerja ngapain lagi."


"Kapan balik kamu Kin?"


"Kemaren, eh kamu bawa apaan Lus?"


"Seperti biasa snack dan lain-lain, eh Lan, di belakang ada buah apa?"


"Ada kelapa tapi di luar pagar" ucapku.


"Wah, mantep itu Lan" ucap Kinno


"Kin, kamu manjat ya aku yang jagain dibawah, tapi liat-liat lemparnya" ucap Lusy.


"Ah.. gampang ayo kita sikat" ucap Kinno

__ADS_1


Kinno dan Lusi menuju halaman belakangku kebetulan di belakang aku menanam beberapa tanaman buah seperti mangga, anggur dan juga murbey, tapi untuk kelapa itu sendiri bukan di bagian halamanku tetapi diluar pagar berdekatan dengan kuburan.


Kinno dan Lusi pun mulai memanjat pagar kayu yang ada di belakang, aku membiarkan mereka berulah untuk hari ini.


"Kin, itu tuh tua kayanya yang di samping."


"Bentar, aku belum naik kamu jauh-jauh sana ntar kena kepala makin parah oon nya."


"hhahhaha.. oke oke"


Kinno dan Lusi pun selesai dengan masalah kelapa, mereka memetik empat buah kelapa dan membawanya ke dapur.


"Kin ..kupas Kin" ucap Lusi


"Apaan? kepala mu?"


"Ya kelapanya lah, nih aku ada golok."


"Kamu dapat dari mana goloknya aku perasaan gak punya golok."


"Oh, aku tadi minjam di tetangga kamu Lan Pak Sonny."


"Kok bisa, pak Sonny minjamin kamu?"


"Aku bilang, aku adiknya Kinno, Kinno mau bersihin kuburan ya di pinjemin sama dia."


"Sontoloyo!! gak mau aku punya adik kaya kamu Lus, bisa-bisa migren tiap hari aku."


"Hahahhaha .... udah ayo kupas Kin."


Kinno mulai mengupas dua buah kelapa dan Lusi bagia. mengerok isinya aku hanya bagian melihat saja, karena melihat mereka berdua saja sudah membuat aku pusing.


"Nah, sudah selesai Lan, ambil gelas Lan" ucap Kinno.


"Nah aku dapat es batu nih" ucap Lusi.


"Kamu sejak kapan keluarnya? udah kayak hantu aja" ucapku yang bingung


"Lan, mamaku nelpon aku disuruh cuci piring, aku pulang dulu ya" ucap Lusi


"Ya udah, bawa aja kelapanya satu Lus" ucap Kinno


"Udah tuh ada di motor" ucap Lusi.


"Ini anak kapan ngambilnya? tau-tau udah di taruh di motornya" ucap Kinno dengan heran.


"Ya udah Lan, Kin aku pulang dulu ya."


"Iya Lus hati-hati" ucap ku.


"Nih Lan, enak nihh seger" ucap Kinno


"Iya ya enak ini Kin, oh iya gimana kerjaan kamu kemaren Kin?"


"Ya gitu kaya biasa, eh tapi kemaren pas hari terakhir aku kerja ada kejadian yang aneh dan serem banget Lan, aku kalo ingat itu kadang suka merinding sendiri, eh aku balik ya pakde ku ngechat nyuruh beli galon"


"Nanti dulu Kin, ceritanya belum selesai."


"Udah ceritanya besok aja Lan."


"Ya elah, aku udah nungguin juga, terus ini kelapanya gimana?"


"Udah masukin kulkas aja buat ibu kamu Lan, Aku balik ya, ceritanya sambung besok aja."


Bersambung

__ADS_1


Note: maaf ya baru up soalnya author lagi ke banjiran.


Jangan lupa Like, Komen, vote, karena dukungan kalian adalah semangat untukku 🥰🥰❤️❤️


__ADS_2