Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
Mengembalikan tanah kuburan (TAMAT)


__ADS_3

Setelah berhari-hari aku bisa merasakan kehadiran ibu di kamar, dan aku selalu mengajaknya untuk berkomunikasi tapi ibu tetap saja tidak pernah menyahutiku dia selalu dia diam.


Hingga suatu hari Lusi menginap di rumahku.


Tokkk....tokk...tokk...


Mendengar ketukan pintu aku menghampirinya, lalu membukanya ternyata Lusy.


"Masuk Lus" ucapku sambil mempersilahkan dia masuk.


"Lan aku nginep yah hari ini di rumah mu."


"Ya udah kalau mau nginep, ya nginep aja."


"Aku lagi kesel sama adekku Lan"


"Kenapa lagi, biasa deh dia ngambil uangku tapi enggak mau ngaku."


"Kamu udah bilang sama ibumu."


"Tenang aja udah kok Lan, aku sudah ijin dengannya."


"Yah kalau sudah ya enggak papa, takutnya ibu mu nanti khwutir sama kamu."


"Enggak aman Lan."


"Kalau kamu mau rehat tuh ke kamar."


"Ia Lan"


Lusy pun masuk kamar sambil tasnya yang isinya perkakas dia dan menaruhnya di kamar, aku berada di dapur sambil duduk-duduk dan mengopi selang beberapa menit Lusy menghampiri aku ke dapur.


"Ngapain kamu Lan"


"Lagi ngasoh."


"Ngasoh apaan?"


"Lagi nyantai maksudnya"


"Ooooo.... oh iya Lan tadi aku sempet tidur-tidur dikamar kamu dan ibu, tapi kok aneh yah aku mencium bau wangi, baunya itu kaya bunga melati."


"Ah kamu ada-ada aja orang enggak ada apa-apa kok di kamar,"


"Tanah kuburan yang kamu ambil kamu taruh mana emangnya."


"Tuh di lemari, emang kenapa?" sahutku yang berbohong dengan Lusy.


"Enggak papa sih, Emang kamu enggak takut Lan naruh itu di rumah terus kamu kan sekarang sendirian di rumah!"


"Omongan mu sama kaya tetanggaku di depan tuh tadi malam juga bilang kaya gitu."


"Hahahaha..... masa Lan terus kamu jawab apa tuh tetangga kepo!"


"Aku bilang enggak takut ibu masih ada kok di rumah nemenin aku."

__ADS_1


"Wih gila kamu reaksinya gimana?"


"Langsung diem tuh tetangga enggak mau nanya-nanya lagi"


"Hahahah... ada-ada aja kamu Lan."


"Tapi beneran tanah itu enggak ngaruh Lan"


"Udah tenang aja enggak papa kok."


"Sebenarnya aku suka nginep di rumahmu nih tenang bawaannya Lan, tapi terkadang juga horor."


"Udah ah enggak terlalu berlebihan deh"


"Ia...ia Lan enggak kok."


"Kamu enggak masak Lan, enggak Lus aku lagi males aku beliin makan yah?"


"Kamu aja beli aku nitip aja neh pake uangku kemarin baru di transfer sama kakakku.


"Oke aku keluar dulu, beli makan aku laper nih!"


Lusi keluar rumah mencari makan, selang beberapa menit dia kembali. Kami makan bersama-sama setelah kenyang kami santai di ruang tengah sambil menonton tv, tak terasa hari menjelang sore aku pun mandi setelah selesai Lusy selanjutnya yang mandi.


Kami mengobrol setelah itu kadang juga bercerita horor.


Malam mulai tiba masih dengan aktivitas kami yang menonton tv di ruang tengah kadang acara tv tidak ramai aku memutar kaset CD.


"Ini kaset CD semuanya film horor Lan, enggak ada yang lain."


"Enggak ada, aku suka film horor, udah setel aja yang ada itu" ucapku


Kami mulai menonton film horor raut muka Lusy berubah saat dia ketakutan.


"Santai aja mukanya" ucapku yang mengejek dia.


"Gila ini serem tau enggak."


"Dah biasa aku liat apa lagi yang beneran serem lagi."


"Ogah aku liat"


Malam mulai larut aku juga sudah mulai menguap dan mengantuk.


"Aku ngantuk Lus, tidur yuk."


"Ia aku juga jam berapa ini."


"Jam 12 malam Lus."


"Ayo kita tidur besok aku ada kuliah"


Kami memasuki kamar dan masing-masing mengambil posisi yang pas.


"Ehhhh... tu bantal jangan di pake, kamu pake bantal yang ini aja dan tidur di sampingku kiriku ini bantal biar di samping kananku.

__ADS_1


"Kenapa sih Lan tidur aja ribet??"


"Udah jangan banyak tanya ayo kita tidur."


Kami pun mulai terlelap.


Keesokan paginya aku Lusy bercerita aneh tadi malam.


"Lan tadi malam aku kebangun terus aku liat kamu ada yang meluk mukanya sih kaya ibu mu."


"Apa enggak apa-apa kamu bawa pulang itu tanah ibumu nanti kalau ibu mu enggak tenang gimana"


Aku terdiam mendengar ucapan Lusy.


"Udah enggak usah di bhas masalah itu."


"Ya udah aku ke kampus dulu yah.


**********************************************


Hari-hari berlalu hingga bertahun-tahun aku menyimpan tanah itu, Dion selalu menyuruhku untuk mengembalikan tanah itu tapi tidak pernah aku dengar tapi anehnya ibu selalu dia tak pernah tersenyum kepadaku.


di saat dia di kamar dan di saat aku berziarah ke makamnya aku selalu melihat ibu tapi dia hanya terdiam dengan wajah datar tanpa tersenyum kepadaku.


Hati kecilku mulai gelisah dan tidak tenang aku bertanya kembali kepada Dion.


"Dion kenapa aku merasa gelisah dan tidak tenang dan kenapa ibu tidak mau tersenyum kepadaku lagi."


"Lan apa yang kamu lakukan itu salah Lan, kamu sama saja menahan ibu di dunia ini seharusnya beliau sudah tenang di alamnya tapi kamu malah menyuruh ikut kamu, mungkin karena itu dia tidak pernah tersenyum dia tidak tenang Lan, kamu harus mengembalikan tanah itu dan ikhlaskan ibu agar dia tenang di sana"


Mendengar ucapan Dion membuat aku sadar.


"Ya sudah lah kalau gitu besok aku akan kembalikan tanah itu aku akan melepas ibu agar tenang di sana."


"Doakan saja Lan, doamu yang paling di tunggu beliau bukan dengan cara seperti ini"


"Ia Dion aku mengerti kok."


Keesokan harinya aku di temani Lusy kembali ke makam ibu untuk mendoakan beliau dan mengembalikan tanah itu. Sesampainya di sana aku mampir dulu kempat kakek, nenek, dan nenek buyut setelah selesai baru aku ketempat ibu.


Sesampainya di makan ibu aku membersihkan kuburannya dari rumput-rumput liar dan membacakan doa dan berkata di dalam hati sambil membuka isi pelastik yang dalamnya tanah kuburan.


"Bu maafin Lan yah beberapa taun ini ibu tidak tenang karena Lan, Lan sayang sama ibu ini Lan balikin ketempat ibu dan Lan udah ikhlasin ibu untuk pergi sekali lagi maafin Lan yah bu" ( author nangiss 😢😢😢)



Setelah selesai dengan doa dan mengembalikan aku dan Lusy menaburkan bunga untuk ibu. Setelah itu aku ingin pergi tiba-tiba aku melihat ibu baruu kali ini aku melihat dia tersenyum bahagia dengan wajah yang bersinar dan akhirnya hilang dalam hati aku berkata.


"Met jalan ibu semoga tenang disana doaku tak pernah putus untukmu."


Dan aku pun kembali ke rumah aku mengantarkan Lusi kembali kerumah setelah itu aku pulang,


Dengan kejadian ini aku berniat untuk menjadi manusia yang normal pada umumnya aku meminta teman-temanku untuk pergi tapi mereka tidak mau sekarang aku lebih fokus dengan kehidupanku walau kadang hal gaib masih aku rasa tapi aku tidak menghiraukannya seperti dulu. Dan teman-temanku di alam gaib masih setia mendampingiku sampai saat ini.


TAMAT

__ADS_1


cerita persahabatan dunia lain sudah tamat ini pengalamanku dan teman-temanku semoga kalian terhibur jika saya sebagi author ada kesalahan dalam menulis atau menyampaikan baik di sengaja atau tidak di sengaja meminta maaf yang sebesar-besarnya.


Buat kalian pembaca setiaku mampir juga yah di novel baruku Ray dan sumarni dan novel temanku yang ada tulisanku yang namanya Eka 🤣 di novelnya dia Romansa cinta Dit and Kay dan Kisah pangeran jaya naga terimakasih jangan lupa like komen dan vote cerita terakhit ini 🙏🙏🥰🥰🥰


__ADS_2