
Di sebuah taman yang asri, Kedua sejoli sedang saling menatap tajam dengan memegang kedua tangan seakan tak ingin berpisah satu sama lain, namun kenyataanya kini semua sudah berbeda. Lelaki yang di cintainya sudah memiliki istri tanpa sepengetahuan dari pihak wanita
"Sayang, kenapa kamu tega ninggalin aku pada saat acara hendak di mulai" ucap Erlan
"Maaf, Erlan aku harus pergi. Kita batalkan saja pernikahan kita" ucap Sherly
"loh memang kenapa harus di batalkan?" tanya Erlan
"Aku sudah tahu kamu selingkuh dengan Savira" ucap Sherly
"Itu semua hanya fitnah, Sayang! Savira yang mengejar-ngejar aku!" kelak Erlan
"Jangan bohong, Erlan. Aku sudah tahu semuanya" ucap Sherly melemparkan sebuah foto mesranya dengan Savira
"Ini foto editan, sayang!"kelak Erlan
"Sudahlah, Aku capek dengan semua kebohongan kamu" ucap Sherly
"Sayang, Aku mohon percaya sama aku! ini bukan seperti yang ada dalam foto ini" kilah Erlan
"Berapa kali kamu mencoba menyangkal, Aku sudah tidak peduli" ucap Sherly
"Kamu boleh pergi dari aku, tapi aku nggak mau kamu jadi milik orang lain" ucap Erlan
"Kamu terlalu egois, Erlan. Kamu juga harus memikirkan istri kamu Savira"ucap Sherly
"Itu hanya sebuah kecelakaan dan Aku terpaksa menikahi Savira" ucap Erlan
"Apa pun alasan'nya kamu tetap bersalah telah menodai Savira tanpa sebuah ikatan pernikahan dan memang kamu sewajarnya untuk menikah dengannya dan aku bersyukur karena aku mengetahui ini dari mulut Savira langsung" ucap Sherly
__ADS_1
"Ja-jadi kamu mengetahui ini semua dari Savira? kamu kenal dia?" tanya Erlan
"Savira itu adik dari mantan supir aku, jadi mulai hari ini kita putus dan jangan pernah berharap kita akan kembali lagi" ucap Sherly
"kurang ajar kamu Savira! kenapa kamu tega memberitahukan semua ini pada Sherly" gumam Erlan
flashback on
Sejak ada kehadiran seseorang yang mengirimkan sebuah paket yang berisi sebuah nomer telepon dengan bukti samar-samar, Wanita cantik itu mengurungkan sejenak niat hatinya dan menghubungi pemilik nomer telepon yang tertera di balik bukti samar-samar'nya
Setelah mengurungkan niat hatinya untuk hendak mengayunkan kakinya pergi ke Siloam Hospital, Wanita cantik ini menghentikan langkahnya sejenak untuk singgah di sebuah cafe langganan yang dahulu tempat di mana ia bertemu dengan Pria Amnesia
"Hei, Sebelah ini" ucap wanita muda itu
"Perkenalkan gw Sherly, kita pernah bertemu di ruangan kantor Erkan" ucap Sherly
"Juna? Kakak kamu?!" kaget Sherly
"Iah, dia kakak angkat gw yang di temukan di Jerman" ucap Savira
"Jerman? memangnya Lu itu asli orang Jerman?" tanya Sherly
"Gw hanya kuliah di sana dan tak sengaja Papa gw menemukan Juna di laut Rugen dan menjadikan dia anak angkat karena dia kehilangan ingatan mengenai siapa jati dirinya" ucap Savira
"Hah?! Jadi Juna itu Pria Amnesia?!" ucap Sherly
"Iah, Dia Pria Amnesia yang diam-diam mencintai kamu" ucap Savira
"Gw ini sudah bertunangan dengan Erlan" ucap Sherly
__ADS_1
"Erlan itu suami gw"ucap Savira
"Apa?! gw nggak percaya" ucap Sherly
"Ini gw kasih buktinya! kita sudah menikah di bali," ucap Savira sambil memberikan sebuah foto pernikahan yang begitu mesra
"Kok bisa?! Erlan itu selalu bersama dengan gw di Bali" ucap Sherly
"Kejadiannya begitu cepat, gw di selamatkan oleh Erlan" ucap Savira
"Maksud lu dengan di selamatkan apa?" tanya Sherly
"Erlan menolong gw saat seseorang di bar memasukan gw minuman perangsang"ucap Savira
"Lalu kenapa harus kamu menikah dengan Erlan?" tanya Sherly
"Karena Erlan harus bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan untuk merebut mahkota yang sangat berharga bagiku" ucap Savira
"Dia menolong dengan cara seperti itu" ucap Sherly hingga menggeleng-gelengkan kepalanya
"Iah, Jadi mulai sekarang lu berhenti mengejar suami gw dan membalas perasaan kak Juna" ucap Savira
flashback off
Bersambung....
...Jangan Lupa untuk memberikan Like di setiap episode, Vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/Subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...
__ADS_1