
2 jam kemudian
operasi pencangkokan cornea mata sudah selesai di lakukan oleh dokter terbaik di bidangnya.
"bagaimana keadaan, Tuan muda?" tanya Zaky
"keadaan Tuan muda dalam tahap pemulihan" ucap dokter Ardian
"terima kasih, dok sudah melakukan operasi dengan baik" ucap dokter ardian
"sama-sama, ini memang sudah tugas saya sebagai dokter untuk menolong pasien terlebih lagi pasien ini adalah yang saya utamakan bagi saya karena pasien ini adalah cucu Tuan Gilbert Hutomo yang saya sangat hormati" ucap dokter Adrian
"terima kasih sekali lagi dokter telah mengutamakan pasien yang harusnya dalam antrian dan prosedur rumah sakit ini" ucap zaky
"saya berani melanggar prosedur rumah sakit demi cucu Tuan Gilbert Hutomo yang saya tahu pasien ini telah meninggal dua tahun silam" ucap Adrian
"anda tidak perlu bilang seperti itu, ini rahasia kita saja karena saya yakin ada gaji besar yang menanti anda setelah anda berhasil mengerjakan tugas ini dengan baik" ucap zaky
"maaf, saya tidak menjaga ucapan saya di sini. Saya permisi" pamit dokter Adrian dengan di iringi kedua suster yang membantunya.
*******
Sekilas cahaya itu mengkerut di sudut area kamar ruang VVIP dengan hawa dingin yang melintasi kamar tersebut menjadi hawa yang penuh dengan rasa panas di dada seorang pria yang baru saja selesai melakukan pencangkokan cornea mata
"Tuan muda, apa anda sudah siuman?" tanya Zaky
"saya baik-baik saja, apa bisa penutup mata yang menghalangi pemandangan saya ini di lepaskan" ucap Juna
"sepertinya belum bisa di buka terlebih dahulu, Tuan muda" ucap Zaky
"kamu tolong panggilkan dokter yang menangani operasi saya ini, saya ingin bicara" ucap Juna
"baik, Tuan muda saya akan panggilkan"pamit Zaky
__ADS_1
*******
"dok, apa bisa saya buka penutup mata ini?" tanya Juna
"maaf, Tuan muda. Perlu beberapa jam untuk membuka penutup mata ini" ucap dokter adrian
"saya ingin sekarang, dok!"ucap Juna
"bersabarlah sekitar beberapa jam lagi, Tuan muda agar hasilnya lebih maksimal" ucap dokter Adrian
"baiklah" saya akan tunggu beberapa jam lagi" ucap Juna
*******
Setelah kepergian para medis, suasana menjadi hening. Terlintas dalam benak seorang pria yang terbaring lemah dengan penutup mata berwarna putih sedang memikirkan nasib yang harus ia tanggung sendiri bahwa dia sama sekali tidak ada yang menjenguk atau pun memperdulikan hidupnya
"saya memang tidak penting untuk siapa pun bahkan keluarga saya satu-satunya tidak menjenguk saya di sini" gumam juna
"kenapa kakek Gilbert tidak menemani aku di sini?" tanya Juna
"beliau sedang ada meeting penting di luar kota" ucap Zaky
"hmmm, jadi kakek aku sendiri lebih mementingkan kerjaan di bandingkan cucunya yang sedang sakit" ucap Juna
"maaf, Tuan muda mungkin saja Tuan besar juga sangat mengkhawatirkan anda di sini namun pekerjaan menghalangi jalannya, bagaimana kalau saya hubungi beliau melalui video call" ucap Zaky
"tidak apa-apa, saya sudah biasa seperti ini" ucap Juna
"jangan begitu, Tuan muda. Saya yakin kalau Tuan besar itu sangat mengkhawatirkan Tuan muda di sini" ucap Zaky
"terserah" ucap Juna membalikan punggungnya ke kanan
kring!
__ADS_1
"halo, Tuan besar saya ingin menginformasikan bahwa Tuan muda sudah selesai operasi corne mata di RS Cempaka Indah" ucap Zaky
"baguslah, saya senang mendengarnya bahwa cucu saya baik-baik saja. sekarang saya mau alihkan ke panggilan video call, saya ingin melihat sendiri wajah cucu saya yang ganteng" ucap kakek Gilbert
"maaf, Tuan besar wajah Tuan muda masih tetap sama hanya cornea saja dulu setelah ini kita akan langsung berangkat ke Singapore" ucap Zaky
"tidak apa-apa saya ingin berbicara dan melihat lewat video call" ucap kakek Gilbert
setelah mengalihkan pembicaraan melalui video call, kakek Gilbert bisa melihat secara langsung keadaan cucunya
"hei, cucuku. Gimana kabar kamu sekarang?" tanya kakek Gilbert
"saya baik-baik saja" ucap Juna dengan nada datar
"kamu kok bicara datar sama kakek sendiri" ucap kakek Gilbert
"sebel sama kakek yang nggak datang menjenguk saya di sini secara langsung" ucap Juna
"maaf, nak! kakek sedang ada meeting penting di luar kota. Coba kamu lihat ini kakek sedang berusaha mendapatkan investor baru" ucap kakek Gilbert
"memangnya perusahaan kita lagi tidak baik-baik saja, kek?" tanya Juna
"iau, sejak Sherly memimpin perusahaan kita, saham kita turun drastis dan para investor ingin berpaling dari perusahaan kita" ucap kakek Gilbert
"Juna janji akan membantu perusahaan, kek setelah Juna sembuh" ucap Juna
"segeralah sembuh, nak! kakek sangat membutuhkan Johan yang dahulu selalu membantu kakek dalam setiap permasalahan perusahaan"ucap kakek gilbert
bersambung....
...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...
__ADS_1