
Menyimpan duri dalam daging itu sangat tidak baik karena suatu hari aroma bangkai yang tersimpan akan lama kelamaan tercium begitu juga dengan perselingkuhan yang terjalin lama di belakang tanpa sepengetahuan orang yang terkasih
"sayang, lagi apa?" tanya Savira
"lagi kerja, kalau kamu?" tanya erlan
"lagi ngumpul sama keluarga aku, kamu mau ikut gabung ke sini nggak?" tanya Savira
"boleh juga sih, aku juga ingin kenal sama semua keluarga kamu" ucap erlan
"ih, kamu tumben sekali romantis" ucap savira
"aku memang selalu romantis, demi kamu aku rela deh tinggalin dulu kerjaan. sekarang kamu makan siang di mana?" tanya erlan
"di cafe bucin, kamu ke sini ya" ucap savira
"oke, honey! aku meluncur ke sana! tunggu ya" ucap erlan
"Iah pasti aku tunggu" ucap savira
Tut..
cafe bucin
(hanya ilustrasi)
__ADS_1
"cieh!! siapa tuh yang telepon kamu?" tanya Juna
"ih, kak Juna! ngagetin ajah!" ucap savira
"pacar kamu ya?" tanya Juna
"Ia itu pacar aku, kak" ucap savira
"kenalin dong sama kakak dan papa brata!" ucap Juna
"tadi dia bilang sih mau nyusul ke sini" ucap savira
"wah, bagus tuh! itu baru cowo gentleman" ucap Juna
"nah, begitu dong akrab sebagai kakak dan adik. papa kan jadi senang lihat kalian akur" ucap brata
"pasti kita akur dong pah! apa lagi sekarang Savira ingin memperkenalkan secara resmi pacar yang LDR selama ini di hadapan kita langsung" ucap Juna
"ih apaan sih papa! itu mah masih lama! seharusnya itu kak Juna dulu yang menikah bukan Savira!" ucap savira
"nggak apa- apa, dek! aku di langkah sama kamu toh kamu kan hanya adik angkat yang sudah aku anggap keluarga sendiri" ucap Juna
"sst!! apa- apa an kamu ini Juna! kita sudah sepakat kalau kamu itu anak kandung saya!" geram Brata
"maaf, papa. aku keceplosan berbicara seperi itu" ucap Juna
"bagaimana kalau orang-orang di sekitar kita mendengar pembicaraan kita" ucap Brata
__ADS_1
"cafe ini masih sepi pengunjung kalau jam segini" ucap juna
"sepertinya aku pernah ke sini, tapi kok aku lupa yah kapan aku pernah kesini, hmmm yang lebih heran kenapa aku tau ya jadwal kalau pengunjung tidak akan datang di Jam segini" gumam Juna
"hei, sayang" seru suara bariton membangunkan lamunan seseorang
"erlan?!" kaget Juna
"kamu kan supir itu?" ucap erlan
"kamu kenal kakak aku?" tanya Savira
"i- ini kakak kamu?" tanya erlan
"Iah, dia kakak aku, memangnya kenapa?" tanya Savira
"aku pinjem kakak kamu sebentar! ada hal penting yang perlu aku bicarakan dengan kakak kamu" ucap erlan sambil menarik lengan juna
"Juna, saya mohon kamu tidak memberitahukan hal ini kepada Sherly" pinta erlan
"kamu ini sudah gila ya! memacari dua orang wanita dalam sekaligus!" ucap Juna
"kedua wanita itu saya sangat cintai" ucap erlan
"sebagai lelaki sejati kamu harus memilih, kamu tidak bisa serakah mencintai kedua wanita sekaligus apalagi ini menyangkut dengan adik saya" ucap Juna
bersambung...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...