
Mansion Sherly cornelius
"sini biar saya bantu mengolesi salep di mata kamu" ucap Sherly
"nggak perlu, non Sherly saya bisa melakukannya sendiri" ucap Juna
"sudahlah jangan banyak membantah majikan, sekarang kamu duduk di sini dulu. Saya mau mengambil obat-obatannya" ucap sherly
Sang supir pun akhirnya menuruti sang majikan yang memaksakan dirinya untuk duduk di atas sofa berwarna merah, sang majikan pun menghampiri supir dengan membawakan kain bersih serta wajan berupa air dingin untuk mengompres mata sang supir tersebut
*sini! biar saya yang mengompres, kamu duduk saja" ucap Sherly
"baik, non" ucap Juna
sebuah tatapan mata itu kini kembali bertemu dengan perasaan berbeda sang supir melihat wajah yang berparas cantik dan lembut itu
"ngapain menatap wajah saya seperti itu?" tanya Sherly
"tidak, non. Maaf saya sudah lancang menatap wajah non Sherly!" ucap Juna kegugupan karena ketahuan oleh sang majikan yang telah dari tadi menatap wajahnya
"apa ada kotoran di muka saya? sampai kamu menatap seperti itu?" tanya Sherly
"tidak ada, non" ucap Juna
"lalu kenapa kamu menatap saya seperti itu" ucap Sherly sambil menekan kain bersih ke mata bengkak sang supir
__ADS_1
"akh! sakit, non! pelan-pelan" pekik Juna
"oh, maaf" ucap Sherly
"ya, nggak apa-apa, non! saya menatap, non Sherly karena non Sherly sangat cantik sekali" Puji Juna
"wanita yang di hadapan saya ini, dia benar-benar sangat cantik sekali. saya benar-benar merasa gugup jika di dekatnya" gumam Juna
****
"Reno, gw sudah berhasil untuk mendapat rambut yang lu mau" ucap Benny
"kok bisa?" tanya Reno
"gw gitu! sekarang lu tolong transfer bayaran gw" ucap benny
"gw nyuruh dua preman buat ambilnya" ucap Benny
"lu nggak berbuat kriminal kan?" tanya Reno
"akh! lu kan hanya ingin rambut! ini gw sudah berhasil mendapatkan, jadi selebihnya urusan gw bukan lu!" geram benny
"idih! kan gw hanya ingin tahu saja kenapa bisa dua preman suruhan lu mendapatkan rambut ini" ucap Reno
"gw juga nggak tau gimana cara mereka mendapatkannya! lu tanya sendiri saja! gw kasih nomer dua preman itu ke lu" ucap Benny
__ADS_1
"oke, mana nomernya gw save nomer dua preman itu" ucap Reno mengambil ponsel dan menekan layar besar itu.
"mana bayaran gw! gw sangat perlu untuk operasi jantung nyokap gw!" ucap Benny
"lihat di mutasi rekening lu, gw sudah transfer sejumlah uang yang cukup untuk operasi nyokap lu" ucap rem
"thank you, bro. gw duluan ya mau langsung cabut ke rumah sakit nyokap" pamit Benny
"oke, get well soon untuk nyokap lu" ucap Reno
"I have to know how these two thugs sent by Benny managed to get Johan's hair" Reno muttered in his heart
kring!!!
"kakek, saya sudah mendapatkan rambut Johan" ucap Reno
"cepat sekali kamu mendapatkan rambut Johan? bagaimana cara mendapatkannya?" tanya kakek Gilbert
"nanti saya ke mansion, kakek untuk menjelaskan semuanya" ucap reno
"Baik, kakek tunggu kamu di sini!" ucap kakek gilert
Tut.
bersambung....
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...