Pria Amnesia

Pria Amnesia
40. Juna meminta berhenti bekerja


__ADS_3

"lu tuh yang nggak jelas hidupnya!" ledek Maya


"sembarangan lu!" ucap Reno


"sudahlah, gw mau pulang" ucap maya


"eh, jangan pulang dulu. gw butuh bantuan lu!" cegah reno


"sudah gw bilang kan jangan tarik-tarik tangan gw! " ucap Maya


"tangan gw bersih! bebas dari kuman" ucap Reno


"gw tadi lihat tangan lu ada virus" seru Maya


"ia, terserah deh! pokoknya sekarang gw mah minta bantuan sama lu" ucap Reno


"bantuan apa?" tanya Maya


"ambil rambut sosok yang gw lihat di minu market" ucap Reno


"males" ucap Maya


"ayolah, bantu gw!" ucap Reno


"IAH, nanti gw akan bantu lu! bawel banget! caranya gw harus gimana?" ucap Maya


"lu nyamar lagi jadi cangcimen" ucap Reno


"Ogah! ngapain gw harus nyamar lagi?!" ucap Maya


"becanda, akh! begini sekarang lu cari tahu si Arjuna ini tinggal di mana!" ucap Reno


"gw males jadi dektektif" ucap Maya


"ih, ayolah bantu gw lagi" pinta Reno


"nggak mau, gw hanya ikut bertaruh saja" ucap Maya

__ADS_1


"huh, yasudah! gw suruh orang lain saja" ucap Reno


"nah mending nyuruh orang lain ngerampok rambut yang lu mau dari pada gw! gw nggak mau keseret lagi masalah lu" ucap Maya


"iya" ucap Reno


"kalau Johan masih hidup, dia pasti kembali terluka" ucap Maya


"akh, sudahlah nanti gw akan bujuk Johan untuk cerai sama si Sherly! ngapain juga sama cewek ular kayak dia" ucap Reno


"ih, lu ma selalu ngejelekin teman gw dengan panggilan yang berbeda-beda" ucap Maya


"manusia ular kan memang selalu berbeda-beda" ucap Reno


"udah ah, lelah! ngomong sama lu" ucap Maya


*******


mansion Sherly Cornelius


"non, ini susu hangatnya"ucap bi Ningsih


"ada yang bisa saya bantu lagi, non?" tanya bi ningsih


"hmmm, tolong panggilkan Juna ke sini" ucap Sherly


"baik, non sherly. Saya panggilkan dulu" ucap bi Ningsih


*****


"kenapa Air mata ini terus bercucuran tanpa henti melihat non sherly berpelukan dengan den erlan. Apa benar dahulu aku sangat mencintainya!" gumam Juna


Tok.


Tok


Tok.

__ADS_1


"Juna, Kamu di panggil oleh non Sherly" ucap bi ningsih


"untuk apa malam begini aku harus ke mansion utama?" ucap Juna


"nggak tau lebih baik kamu sekarang ke sana saja" ucap bi Ningsih


"baiklah" ucap Juna


"walaupun nantinya Johan masih hidup, aku akan minta berpisah dari dia! karena aku nggak pernah suka sama dia! yang aku cintai sekarang hanyalah erlan" ucap sherly


sang supir pun mematung menguping pembicaraan majikannya


"ternyata sebagai Johan itu pastilah sangatlah menyakitkan tidak di anggap penting oleh istrinya sendiri bahkan berselingkuh dengan adik tirinya! lebih baik saya tidak pernah ingat siapa diri saya!!" geram Juna di balik ambang pintu


"ih, si Juna kemana sih! apa bi Ningsih sudah memanggilnya? kenapa dia lama sekali" gerutu Sherly


***


"saya sudah nggak tahan bekerja di sini! lebih baik saya mengundurkan diri hari ini" ucap Juna yang membereskan semua barang-barangnya


"non Sherly ,ini saya Juna" ucap Juna


ketika hendak meminum susu pemberian sang pembantu tiba-tiba saja terhalang oleh teriakan Juna


prang!!!!


"akh, jadi tumpah kan saking kagetnya dengar panggilan dari kamu! Tolong buang ajah deh walaupun mubazir belum sempat minum sedikit pun" ucap Sherly


"Baik non Sherly saya akan bantu buang! tapi saya mau bicara hal penting" ucap Juna


"bicara mengenai apa?" tanya Sherly


"sekarang saya mau mengundurkan diri dari pekerjaan ini" ucap juna


"apa?!" kaget sherly


bersambung....

__ADS_1


...Jangan lupa untuk like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2