Pria Amnesia

Pria Amnesia
84. Juna menjadi CEO Secret


__ADS_3

Sepekan berlalu dengan sangat cepat, Pria Amnesia ini mulai mengerjakan proyek dengan sangat terampil dan beberapa kali sudah ia selesaikan dengan pencapaian yang sangat memuaskan para investor


"Juna" seru Kakek Gilbert


"kamu memang garis keturunanku! semua proyek kita GOAl" ucap Kakek Gilbert


"Ini semua berkat Zaky, kek! dia mengajari saya hingga bisa" ucap Juna dengan segala kerendahan hatinya


"kamu selalu saja merendahkan diri! walaupun kamu masih menjadi Pria Amnesia, Tapi bagi kakek kamu tetap Cucu kakek yang selalu kakek banggakan" ucap Kakek Gilbert


"Terim Kasih, Kek!" ucap Juna


"Oh, ya! Kakek ingin kamu ikut dalam sebuah seminar di luar kota pekan depan apa kamu bisa mewakili kakek di sana?" tanya Kakek Gilbert


"di mana, kek?" tanya Juna


"dekat kok, hanya di Yogjakarta" ucap kakek Gilbert


"oke, kek" ucap Juna


"makasih, nak. Kamu selalu bisa kakek andalkan meski kamu lupa cara bertemu dengan kakek tanpa sengaja Kakek bisa menemukan kamu lagi" ucap kakek Gilbert


"Kek, sebenarnya......." ucap Juna terhenti ketika ketukan pintu itu semakin terasa menggema di ruang kerja.


Tok


Tok


Tok


"Permisi, Tuan besar kita harus pergi sekarang untuk menemui orang klien besar" ucap Herlan


"klien yang bernama Pak Suryaningrat?" tanya Kakek Gilbert


"Betul, Pak, beliau sekarang sudah di Indonesia" ucap Herlan


"kalau begitu Zaky harus ikut dengan saya menemui klien besar ini karena kamu harus mengurus mengenai masalah proyek di sini yang Zaky tidak bisa handle" ucap Kakek Gilbert


"Siap, Tuan besar! saya akan ikut Tuan besar" ucap Zaky


"Juna, kamu bisa kan hadiri seminar itu seorang diri" ucap Kakek Gilbert

__ADS_1


"Bisa kek, Kakek tenang saja" ucap Juna


"Seminar itu sangat penting untuk perkembangan perusahaan dan juga agar kamu bisa belajar banyak bersama Herlan" ucap Kakek Gilbert


"Siap, Tuan besar. Saya akan membantu Tuan muda untuk mempelajari Selak beluk perusahaan ini" ucap Herlan


"satu lagi kamu harus bantu juga merahasiakan Indentitas asli cucu ku bernama Johan kepada siapa pun termasuk Sherly" ucap kakek Gilbert


"Tuan tenang saja. Saya dan Zaky sudah sepakat untuk membantu Tuan muda merahasiakan Indentitas ini kepada siapa pun" ucap Herlan


"Terima kasih, kalian berdua adalah orang-orang kepercayaan saya dan Johan" ucap Kakek Gilbert


.


...****...


πŸ“±kring!


πŸ“ž"Maya, lu bisa sekarang nongkrong cafe bucin ya!' ucap Sherly


πŸ“ž"Hmmmm, oke jam berapa?" tanya Maya


πŸ“ž"jam 6 sore, gw tunggu lu"ucap Sherly


*


*


*


*


Cafe Bucin


"Sherly" panggil Maya


"lu apa kabar?" tanya Sherly


"sorry, gw sibuk banget nggak bisa datang pas acara tunangan lu sama Erlando" ucap Maya


"nggak apa-apa, asal lu datang ke acara nikahan gw sama Erlando" ucap Sherly

__ADS_1


"hah?! cepat banget lu udah nikah ajah sama si Erlando?" tanya Maya


"makin cepat kan makin baik. lu sendiri gimana sudah Nemu pasangan masa jomblowati melulu" ledek Sherly


"ih, ketinggalan berita lu! gw sekarang udah nggak Jomblo tau!" ucap Maya


"Congratulation, My sister! Finally! sahabat gw nggak Jomblowati lagi" ucap Sherly


"nama gw bukan Wati! tapi Maya" celetuk Maya


"akh, lu ma masih ajah ngebanyol" ucap sherly


"wajib dong ngebanyol biar hidup kita santai kayak di pantai" ucap Maya


"hmmm, ngomong-ngomong pas gw mau ke kantor lu susah banget di telepon padahal itu kan jam makan siang?" tanya sherly


"ponsel gw ketinggalan di ruang kerja gw sedangkan gw lagi makan di kantin bareng teman-teman kantor gw, memangnya kenapa gitu?" tanya Maya


"gw hampir celaka karena sibuk mengetik pesan tanpa lihat ada mobil pengangkut sampah yang datang" ucap Sherly


"Ya ampun! maaf banget ya! gw nggak tahu lu sampai mau celaka karena gw, tapi sekarang lu baik-baik saja kan? tanya Maya


"gw di tolongin sama supir gw bernama Arjuna Kusuma tapi sekarang dia udah berhenti kerja sama gw" ucap Sherly


"cieh! ada malaikat penolong tak bersayap menyelamatkan lu dari maut" ucap maya


"Lebai Lu" ucap Sherly


"nggak lebai emang kenyataan! terus lu udah bilang makasih kan ke supir lu?" tanya Maya


"mantan supir kali bukan supir" celetuk Sherly


"lupa gw! maksud gw mantan supir lu"ucap Maya


"Haduh dasar! nenek-nenek tua lu mah" ledek Maya


"Enak ajah! gw masih muda dan cantik gini malah di bilang nenek! mata lu rabun!" geram sherly


.


bersambung

__ADS_1


...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2