
Berhari-hari Pria Amnesia ini tidak bisa terlelap tidur selalu saja terjaga dengan mata panda saat terbangun di pagi hari buta
Pria ini bangkit dari tempat tidur menuju wastafel untuk menyeka setiap sudut wajah yang di rasa sangat kotor
"Saya ingin mengirim teks pesan untuk Sherly, tapi saya nggak berani untuk melakukannya. Lebih baik sekarang saya move on dengan menghapus nomer ponselnya" gumam juna
ToK
Tok
Tok
"Tuan muda, boleh saya masuk" seru Zaky
"Masuk saja! tidak terkunci" ucap Juna
"Tuan muda, biar saya temani untuk seminar besok" ucap Zaky
"Tidak perlu, Saya bisa sendiri. Kamu urus saja keperluan Kakek Gilbert" ucap Juna
"Oke, Kalau begitu saya pamit dulu. Tuan muda bisa hubungi saya jika terjadi sesuatu" ucap Zaky
"Kamu tidak perlu mencemaskan saya, Saya akan baik-baik saja" ucap Juna
"Baiklah, Tuan muda tetap saja saya merasa akan ada sesuatu yang akan terjadi di sana" ucap Zaky
"Akh, sudahlah itu hanya firasat kamu saja belum tentu akan terjadi apa-apa dengan saya" ucap Juna
...*****...
"Bi, Ningsih tolong kemasi barang-barang saya untuk keperluan ke luar kota besok" ucap Sherly
__ADS_1
"Baiklah, Non Sherly" ucap Bi Ningsih
Bi Ningsih pun mengemasi semua keperluan majikannya dengan
"Non Sherly, semuanya sudah siap" ucap Bi Ningsih
"Terima kasih, Bi" ucap Sherly
"Hmmm, Non Sherly tentang supir baru yang non suruh saya carikan sudah ada di depan untuk non seleksi" ucap Bi Ningsih
"Baiklah saya akan seleksi dulu, ada berapa kandidat supir di luar?" tanya Sherly
"Ada tiga, Non Sherly" ucap Bi Ningsih
"Baiklah, saya ke depan sekarang" ucap Sherly
***
"Terima kasih, Non Sherly sudah memilih saya sebagai supir" ucap Rizky
"Sudah saya duga pasti dia memilih pria muda di bandingkan paruh baya yang staminanya sudah menurun" gumam Bi Ningsih dengan senyum smirk
"Tolong kamu bantu angkat barang-barang saya ke bagasi mobil ya" ucap Sherly
"Baik, non" ucap Rizky
******
(Taman budaya- Yogjakarta)
__ADS_1
Seminar di lakukan dengan mata panda dan pikiran yang melayang-layang ke udara
"Hmmm, Ternyata semua yang aku lakukan hanya sia-sia" gumam Juna .
"Maaf, Saya telat" ucap seorang wanita yang mengatur napasnya dengan tersengal-sengal
"Juna?!" kaget Sherly
"Non Sherly, kok di sini juga?" tanya Juna
"Saya memang di sini untuk mengikuti sebuah seminar kantor. Kamu sendiri ngapain ada di sini?" tanya Sherly
"Oh, saya hanya iseng biar nambah wawasan saja" kilah Juna
"Yasudah, kita dengarkan seminarnya dulu" ucap sherly
"Baik, Non Sherly" ucap Juna
"Panggil saja nama! kamu sudah bukan supir saya lagi" pinta sherly
"Siap, non. Eh, maksud saya Sherly" ucap Juna
"Kenapa semesta mempertemukan dia lagi! padahal saya sedang mencoba untuk move on dari rasa yang seharusnya nggak pernah ada" ucap Juna
"Hmmmm, kenapa yah rasanya kok berbeda dekat dengan Juna, dia bikin gw nyaman, kok gw rasanya deg-deg-deg begini ya. Aneh banget" gumam Sherly
bersambung....
...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...
__ADS_1