Pria Amnesia

Pria Amnesia
36. Reno semakin yakin Juna adalah Johan


__ADS_3

Tok


Tok


Tok


ketukan pintu itu memudarkan dua insan yang sedang berbincang-bincang


"Bisma, tolong kamu bukakan pintu di depan" ucap Filma


"baik, nyonya" ucap Bisma


Tak lama kemudian Bisma melangkahkan kakinya ke ambang pintu


ceklek!!


"bi Ningsih?!" ucap Bisma


"Iah,. itu nama saya" ucap bi Ningsih


"kamu bekerja sama dengan nyonya?"tanya Bisma


"iah, saya bekerja dengan nyonya Filma. Memang kenapa?" tanya bi Ningsih


"bukankah kamu bekerja dengan Sherly?"tanya Bisma


"betul saya ini asisten rumah tangga non Sherly" ucap bi Ningsih


"apa kamu lupa, saya pernah ke mansion kamu?" tanya Bisma


"saya lupa" ucap bi Ningsih


"saya yang membawa titipan nyonya Filma berupa kalajengking itu" ucap Bisma


"oh, ya. tapi waktu itu kamu pakai topeng saya jadi tidak mengenal" ucap bi Ningsih

__ADS_1


"kenalkan saya Bisma , tangan kanan nyonya Filma" ucap Bisma menyodorkan tangan kanannya


"oh, bangga sekali anda sebagai tangan kanan nyonya!" ledek bi Ningsih yang tidak meladeni jabat tangan Bisma dan berpaling menuju ruang tamu


*********


Ruang tamu kediaman Filma Angreini


"kenapa kamu bisa selalu saja gagal! apa kamu sudah tidak mau bayaran dari saya?" tanya Filma


"maaf, nyonya. Saya juga nggak tau Dewi Fortuna apa yang selalu bisa menyelamatkan Sherly" ucap bi ningsih


"sudahlah! kamu ini memang sulit di andalkan" ucap Filma


"maaf, nyonya, tapi yang kali ini pasti akan berhasil" ucap bi ningsih


"apa yang bisa kamu rencanakan kembali untuk membasmi kutu di ladang?ucap Filma


"saya akan gunakan cara yang sama" ucap Bi ningsih


"campurkan racun di dalam minumannya" ucap Filma


"sekali pun kamu di penjara, saya akan biayai seluruh anggota keluargamu sampai hari tua" ucap filma


"benarkah, nyonya?"tanya bi Ningsih


" Tentu, saya ini tidak pernah ingkar janji" ucap Filma


*****


"pak Brata ini nasi campur yang di pesan" ucap Yuda


"makasih, Yuda" ucap Brata


"pak Brata, saya jadi penasaran soal kemarin siapa nama anak pak Brata?" tanya Yuda

__ADS_1


"anak saya bernama Arjuna Kusuma" ucap Brata


"apa?!" ucap Yuda


"kenapa kamu kaget begitu?" tanya Brata


"saya kemarin nggak sengaja menabarak teman lama saya, tapi dia tidak mengenal saya dan mengaku bernama Arjuna Kusuma" ucap Yuda


"apa ini yang kamu maksud" ucap brata memberikan sebuah foto


"Iah, apa ini anak bapak?" tanya Yuda dengan wajah yang pucat pasi


apa yang barusan aku lihat hantu ya? anak dari bapak ini" gumam Yuda dalam hatinya


"sebenarnya dia itu anak angkat yang saya tolong sehingga saya memberi nama sama dengan anak saya yang sudah meninggal" ucap Brata


"apa?! jadi anak yang di foto itu bukan anak kandung, pak brata?" tanya yuda


"betul, anak saya sudah lama meninggal dan saya ingin sekali merasakan dia ada kembali lewat anak laki-laki yang saya tolong di pulau rugen di negara Jerman" ucap Brata


"oh, pak Brata hatinya sangat mulia menolong orang asing sampai menjadikannya anak angkat" ucap Yuda


"akh, biasa saja, tapi ini rahasia kita berdua ya! jangan sampai kamu bocor ke orang lain karena sebenarnya Arjuna anak angkat saya sedang mencari keberadaan keluarganya di Indonesia" ucap Brata


"tenang saja, pak Brata saya tidak akan membocorkan hal sepenting inu ke siapa pun" kilah Yuda


"terima kasih, Yuda. sekarang kamu tolong bikinkan saya teh dingin ya. Saya haus ingin yang segar" ucap brata


"siap, pak Brata" ucap yuda


"sekarang gw makin yakin kalau sosok yang gw lihat kemarin itu bukan Arjuna Kusuma melainkan Johan Gabriel Hutomo, teman gw yang di nyatakan meninggal dua tahun lalu, gw harus ketemu kakek Gilbert untuk membahas masalah ini" gumam yuda yang tak lain adalah Reno


.


bersambung ...

__ADS_1


...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite.......


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2