
"Iah, tidak apa-apa, non" ucap Juna
"bi Ningsih" seru Sherly
"IAH, non" ucap bi Ningsih
"tolong sekarang kamu ke apotek untuk membelikan Juna obat gatal pada alergi makanan laut" ucap Sherly
"siap, non" ucap bi Ningsih
"ini uang dan ongkos gojek, tolong cepat ya!" ucap sherly menyodorkan sejumlah dua lembar uang merah
"oke, non Sherly. saya permisi" pamit bi ningsih
********
Tak lama kemudian, bi Ningsih pun tiba di sebuah apotek dengan si ojek online yang sudah di pesan dan membeli obat gatal yang di perintahkan oleh sang majikan dengan perasaan dongkol bi Ningsih kembali memberikan sekantong plastik obat gatal yang berupa salep dan obat pil berbentuk kapsul
"ini, non Sherly obatnya" ucap bi Ningsih
"oh, oke. Makasih bi, bibi bisa kembali ke dapur" ucap Sherly
"baik, non" ucap bi Ningsih
*******
"biar saya bantu mengoles leher belakang" ucap Sherly
"nggak perlu, non. Saya bisa sendiri" ucap Juna
"kamu akan kesulitan jika tidak di bantu oleh saya" ucap Sherly
"baiklah, non Sherly. Terima kasih" ucap Juna
__ADS_1
degup jantung ini merasakan sesuatu yang sangat berbeda, tatapan mata itu mampu membuat seseorang mengingatkan kilasan bayangan perkataan yang menyakitkan
"akh! kepala sakit sekali"pekik Juna
"bukankah kamu hanya gatal, apa ini membuat kamu juga merasakan sakit kepala. Lebih baik kita ke rumah sakit lagi untuk mengecek kondisi kamu" ucap Sherly
"nggak perlu non. Saya baik-baik saja" tolak Juna
"kalau begitu bagaimana kalau saya menelepon dokter untuk datang ke mansion ini dan mengecek kondisi kamu" ucap Sherly
"tidak perlu non, saya hanya perlu istirahat saja. Non Sherly tidak perlu khawatir seperti ini" ucap Juna
"wajar saya khawatir karena gara-gara saya, kamu jadi seperti ini" ucap sherly
"non Sherly tidak perlu merasa bersalah seperti itu, saya yakin non sherly tidak tahu begitu juga dengan saya! saya juga tidak tahu kalau saya sendiri punya alergi seperti ini" ucap Juna
"apa?! kamu tidak tahu kalau diri kamu sendiri punya alergi?!" kaget Sherly
"saya benar-benar minta maaf ya karena saya kamu sudah dua kali dalam bahaya" ucap Sherly yang merasa sangat bersalah atas kejadian yang menimpanya hari ini
"non Sherly tidak perlu meminta maaf. Ini semua bukan salah non Sherly kok memang ini tubuh saya saja yang lemah" ucap Juna
"makanya kamu harus rajin olahraga supaya sehat!" ucap Sherly
"non Sherly benar! saya akan mulai berolahraga rutin supaya sehat dan bisa melindungi non Sherly dari yang jahat" ucap Juna
belum sempat lawan bicara melemparkan lontaran kalimatnya, tiba-tiba saja dering telepon berdering sangat kencang di nakas
π±Kring!!
π"halo, sayang! kamu lagi apa?" tanya erlan
π"lagi makan siang" ucap Sherly
__ADS_1
π"telat dong aku" ucap erlan
π"telat gimana?" tanya Sherly
π"tadinya aku mau ajak kamu untuk makan siang bersama di cafe bucin" ucap erlan
π"oh, maaf ya. Aku sudah makan siang duluan" ucap Sherly
π"IAH, nggak apa- apa asal kamu bisa makan malam sama aku, bagiamana apa kamu bersedia? tanya erlan
π"tentu, aku bersedia!" ucap sherly
π"aku jemput kamu jam 19.00 malam ya, see you dear!" ucap erlan
π"see you too, sayang!
Tut
Degh!!
sesaat lontaran kalimat sayang yang tertuju pada orang lain menggema di ruang pikiran sang supir yang sedang melahap pil gatal membuat tersedak hingga terbatuk-batuk
uhuk!!
uhuk!!
"kenapa kamu tidak hati-hati, jadi tersedak seperti ini, ini minum dulu" ucap sherly yang memberikan gelas minum kepada sang supir yang sedang merasa tersedak akibat ulah sang majikan yang membuat hatinya terkoyak-koyak memiliki sebuah rasa yang sulit tergambarkan
bersambung
...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...
...Terima kasih sudah ma.mpir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...
__ADS_1