Pria Amnesia

Pria Amnesia
79. Juna Tak Sadarkan diri


__ADS_3

"Maya, tolong bawakan dokumen ini ke Pak Brata ya" ucap


"Baik, Bu" ucap Maya


"Permisi, Bu Maya ini minuman pesanannya seperti biasa" ucap Yuda


"makasih, Yuda kamu memang selalu mengerti" ucap Maya


"Aku tahu kamu sedang sibuk, tapi apa boleh aku berbicara dengan kamu berdua?" tanya Yuda


"mengenai apa?" tanya Maya


"ini menyangkut sesuatu yang penting, Bu" ucap Yuda


"bicara saja di sini" ucap Maya


"tidak bisa Bu, ini masih di jam kerja" ucap Yuda


"baiklah, nanti setelah jam kerja kamu bisa ke ruangan saya kembali" ucap Maya


...*********...


dua hari kemudian...


kondisi Juna tak kunjung membaik setelah di lakukan operasi pasca kecelakaan yang menimpa dirinya kini pasien harus mengenakan alat yang terpasang di dada, infus, dan ventilator yang selalu berada di bagian pernafasan pasien


Isak tangis Savira menjadi bukti bahwa pria yang sudah di anggap kakak tirinya itu sedang terlentang tak berdaya dengan kondisi yang sangat parah antara hidup dan mati karena tak pernah ada yang tahu tentang kehidupan atau kematian selai yang di atas yang mengetahuinya


"Kak Juna! Bangun! kenapa bisa seperti ini. Aku nggak mau kehilangan kak Juna untuk kedua kalinya" ucap Savira


Kring!


"kamu di mana, Vira?" tanya Brata

__ADS_1


"Aku sedang di rumah sakit" ucap Savira


"kamu sakit apa? sampai harus ke rumah sakit" tanya Brata


"Aku tidak sakit, Pa" ucap Savira


"lalu siapa yang sakit?" tanya Brata


"yang sakit adalah Kak Juna" ucap Savira


"Apa?! Juna sakit apa?" tanya Brata


"Kak Juna mengalami kecelakaan" ucap Savira


"Apa?! kenapa bisa?!" kaget Brata


"Hmmmm, Aku juga nggak tahu kronologisnya, lebih baik papa ke rumah sakit" ucap Savira


"Baiklah, tunggu di sana sampai papa datang" ucap Brata


"Oke, Pa" ucap savira


Seorang pria tampan dengan wajah bercahaya dengan atribut baju putih sedang berjalan dengan gontai memasuki dunia penuh dengan cahaya putih


"Di mana aku, kenapa aku berada di sini" ucap Juna


"Hai, anakku" ucap paruh baya


"Anda siapa?" tanya Juna


"Saya adalah Ayah kandungmu yang telah lama berada di sini" ucap pria itu


"berarti saya sudah meninggal?" tanya Juna

__ADS_1


"Belum, nak. Kamu sekarang punya pilihan apa mau ikut dengan papa atau masih tetap mau kembali ke dunia" ucap Beraldi


"A- aku...."ucap Juna


"lebih baik kamu di sini, nak! dari pada kamu di dunia yang membuat hatimu terluka" ucap Beraldi


"kenapa papa bisa menyimpulkan seperti itu? apa papa tahu mengenai masalah hidup yang menerpa hidupku?" tanya Juna


"Tentu papa tahu hidupmu karena papa selalu mengawasi kamu dari sini" ucap Beraldi


"kalau begitu tolong beritahu kepada aku bagaimana kondisi Sherly saat ini? apa dia baik-baik saja?" tanya Juna


"kamu selalu terluka oleh wanita itu baik secara fisik maupun secara mental. Apa masih ingin tahu keadaannya?" tanya Beraldi


"Iah, Saya mohon beritahu saya" pinta Juna


"kamu bisa lihat cermin ini" tunjuk Beraldi


"untuk apa saya melihat cermin besar itu?" tanya Juna


"kamu akan tahu wanita yang kamu cintai itu tidak pernah mencintai kamu, dia hanya akan menyakiti kamu" ucap Beraldi


"biarlah sampai akhir saya tetap mencintai dia" ucap Juna


"Cinta itu harus ada dua orang bukan hanya satu orang saja yang berkorban sedangkan kamu berkorban hanya seorang diri itu namanya tidak ada timbal balik" ucap Beraldi


"Saya nggak peduli akan deskripsi cinta papa, yang terpenting tolong tunjukan kondisi Sherly saat ini" ucap Juna


"baiklah, papa akan tunjukan wanita yang kamu puja itu tidak pernah menghargai pengorbanan cinta yang kamu berikan selama ini" ucap Beraldi dengan nada bicara angkuh


bersambung .....


...Jangan Lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...

__ADS_1


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2