
Sorot mata itu menggambar sebuah rasa kekecewaan yang mendalam tentang pernikahan bersama orang yang baru saja Ia kenal, Namun apa daya seorang pria lumpuh ini hanya bisa pasrah untuk mengikuti keinginan satu-satunya keluarga yang ia punya yaitu Kakek Gilbert Hutomo
"Pernikahan ini hanya sementara karena saya juga tidak memaksa kamu untuk kita saling mengenal lebih dalam. Sihlahkan kamu tanda tangan surat perjanjian pernikahan ini "ucap Johan menyodorkan surat beserta materai
"Tentu, Saya juga nggak mau berlama-lama menikah dengan kamu karena saya sudah mempunyai kekasih" ucap Tereshia menghela napas panjang lalu menandantangani surat perjanjian tanpa membacanya
"Hmmm, Pasti kekasih kamu itu akan kecewa sekali jika tahu kamu sudah menikah dengan orang cacat seperti saya" ucap Johan
"Kamu jangan bilang pada kekasihku mengenai masalah pernikahan kita lebih baik kamu berpura-pura saja sebagai saudara sepupu saya" ucap Teresia
"Baiklah, Saya setuju" ucap Johan
"Sebagai balasannya saya akan merawat kamu hingga kaki kamu bisa sembuh kembali" ucap Teresia
"Kaki saya ini sudah di nyatakan oleh dokter akan lumpuh permanen" ucap Johan
"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, Jika Tuhan yang berkehendak melakukan mujizat. Lagi pula kamu belum coba terapi tradisional kan?!" ucap Teresia
"Belum pernah, memang ada di negara ini?" tanya Johan
"Ada, Kebetulan itu adalah kerabat baik saya"ucap Teresia
__ADS_1
"Baiklah, Saya akan mengikuti terapi yang kamu anjurkan" ucap Johan
Hanya perkataan itu yang bisa terlintas dalam benak Johan karena rasa cintanya hanya tertuju pada satu wanita yang dari dulu hingga saat ini tak pernah rasa cinta itu di anggap ada
*
*
*
Polisi itu menyerbu kediaman mansion mewah kepunyaan wanita paruh baya itu, Dengan sigap Filma mengambil ponsel pintar dari dalam saku celana dan mencoba menghubungi tangan kanannya
Wanita paruh baya ini mulai membuka koper besarnya, Ia pun membawa sebagian baju serta emas batang yang selalu di simpannya jika sewaktu-waktu di perlukan dan ternyata dalam keadaan genting seperti ini adalah waktu yang tepat untuk membawa seluruh emas batang dalam koper besarnya
"Saya harus gerak cepat sebelum, Polisi itu masuk terlalu dalam mansion ini" gumam Filma
Ketika Wanita paruh baya ini mulai melangkahkan kakinya menuju pintu belakang, Tiba-tiba saja suara tembakan terdengar dari dalam pintu utama masuk
Dor!!
"Serahkan diri anda Nyonya Filma yang terhormat, Jangan sampai kami bertindak lebih jauh dari ini" ucap polisi tersebut dengan mengendap-endap menyuruh para bawahannya untuk menyebar ke berbagai sudut ruangan
__ADS_1
"Kalian semua menyebar ke berbagai ruangan dan kalian bertiga lebih baik dari arah pintu belakang untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan"ucap kepala kepolisian
Atas komando kepala kepolisian semua para anggota kepolisan menyebar di berbagai sudut pintu masuk serta pintu belakang dengan perlengkapan senjata pistol di tangan kanannya untuk menyergap Filma yang hendak kabur dari pintu depan maupun belakang
Dor
Dor
Dor
Suara tembakan berkali-kali di ledakan di atas udara, Namun Filma tetap pada pendiriannya untuk bersembunyi dari pihak berwajib, hingga akhirnya Filma memutuskan untuk mengendap-endap melalui pintu samping Paviliun belakang dengan koper besar yang di tenteng dalam genggaman tangannya
"Sial, Polisi belum juga pergi dari sini padahal saya sudah bersembunyi dulu untuk tidak ketahuan, tapi sepertinya saya nggak ada cara lain selain kabut dari pintu belakang paviliun" ucap Filma
Dan pada akhirnya, Filma tak bisa berkutik lagi. Dia tak bisa melarikan diri karena penjagaan polisi yang begitu ketat memaksa dirinya harusnya meninggalkan seluruh harta bedanya untuk mengikuti sang polisi ke dalam sebuah jeruji sel yang akan di tempuh karena segala perbuatan jahat yang ia lakukan selama ini.
bersambung ....
...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/Subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...
__ADS_1