
Di balik pintu yang megah, seorang pria buruk rupa bersembunyi sedang mengepalkan kedua tangannya di saku jaket berwarna biru muda
"kenapa erlan berbicara seperti itu pada Sherly membuat emosi saya meledak! meskipun saya tidak ingat siapa Sherly! tapi jika dia memang istri saya, saya nggak rela istri saya di miliki oleh pria lain! di satu sisi saya nggak mau Savira terluka, dia sudah saya anggap sebagai adik kandung sendiri sedangkan saya harus menutupi masalah ini dari kedua wanita yang saya sayangi" gumam Juna dalam hatinya.
"Sherly, aku mohon! percayalah padaku" ucap erlan sambil berlutut di hadapan sang kekasih
"kamu ngapain sih pakai berlutut begini" ucap Sherly
"aku nggak akan berhenti untuk berlutut seperti ini sampai kamu percaya sama aku" ucap erlan
"yasudah, aku percaya sama kamu! kamu sekarang berdiri! nggak enak tahu di lihatnya" ucap Sherly
"makasih, sayang" ucap erlan yang memeluk dan mengecup kening sang kekasihnya
Tanpa di sadari dua sejoli itu yang sedang di Landa kasmaran, ada hati yang sedang patah di balik pintu yang sedikit terbuka
"kenapa hati saya sesakit ini melihat kemesraan mereka! saya nggak kuat melihatnya! lebih baik saya pergi" gumam Juna
"Juna, kamu mau kemana?" tanya Sherly yang melihat Juna hendak pergi
"a-aku mau kembali ke paviliun" ucap Juna
"kamu mengintip kami?" tanya Sherly
__ADS_1
"maaf, non. saya hanya lewat dan tak sengaja melihat kalian di sini" ucap Juna
"yasudah, sana pergi! jangan ganggu kami!" bentak Sherly
"maaf, non. Saya permisi dulu" pamit Juna
"supir kamu itu buruk rupa sekali, apa kamu mau aku kirimkan pengganti untuk supir itu" ucap erlan
"nggak usah, kasian dia" ucap Sherly
"kenapa kamu jadi mengasihani dia?" tanya erlan
"kalau di pecat nanti dia nggak ada penghasilan! lagian aku pernah berhutang Budi padanya" ucap Sherly
"baiklah, tapi jika kamu sudah tidak betah dengan supir itu. Aku akan kirimkan pengganti yang lebih kompeten" ucap erlan
"sama-sama, sayang!" ucap erlan
*******
pikiran dan hati pria berparas buruk rupa itu semakin tidak bisa di mengerti kenapa dia merasakan sesak di bagian dadanya saat dua sejoli itu bermesraan di hadapannya, hingga pria berparas buruk rupa itu singgah di suatu mini market terdekat dengan mansian sang wanita yang membuatnya merasakan sebuah rasa patah hati
Mini Market
__ADS_1
Brugh!!
"Johan?!" ucap reno
"maaf, saya bukan Johan" kilah Juna
"lu siapa? kenapa mirip sekali dengan teman baik gw?" tanya Reno
"Saya Arjuna Kusuma, anda siapa?" tanya Reno
"akh! jangan bohong! gw kenal baik dengan Johan! masa lu lupa sama gw?" tanya kembali reno
"saya beneran nggak tahu anda!" ucap Juna
"apa kamu lupa ingatan? sampai lu lupa teman baik sendiri?" tanya Reno
"saya sudah bilang kalau saya itu Arjuna bukan Johan!" bentak Juna
"gw nggak percaya Lu itu Arjuna! wajah lu itu sama persis seperti teman baik gw yang di nyatakan meninggal, tapi gw nggak pernah yakin kalau teman baik gw pergi begitu ajah!" ucap Reno
"sudahlah, gimana anda saja. Saya permisi" pamit Juna
bersambung...
__ADS_1
...Jangan Lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...