Pria Amnesia

Pria Amnesia
38. Penolakan Juna melakukan Tes DNA


__ADS_3

wanita berbaju merah yang tangannya tak bisa aku raih dalam ulasan mimpiku barusan itu sepertinya memang Sherly. Saya memang tidak bisa mengingatnya, namun bayangan samaran itu terpampang jelas dalam sanubari Bahkan saat aku terlena oleh lekuk tubuhnya yang indah, paras elok wajahnya membuat aku ingin sekali mencumbunya, tapi aku tidak pernah bisa menyentuhnya, dia berstatus milikku tapi hatinya milik orang lain"gumam Juna dalam tidur lelapnya


"Sherly" teriak Juna membangunkan dirinya untuk melihat area sekitar samping yang ternyata hanya sebuah mimpi belaka


"huh! ternyata saya mimpi lagi wanita itu! siapa sih dia sampai saya sangat menginginkannya?!" ucap Juna


kring!


"lu nggak lupa kan! hari ini jam 12.00 di cafe bucin" ucap Reno


"IAH, saya ke sana!!" ucap Juna


Tut


cafe bucin


"sabar ya, kek. Johan pasti datang" ucap Reno


"apa kamu sudah yakin bahwa sosok yang mirip Johan itu akan ke sini?" tanya kakek Gilbert


"kakek tenang saja, Reno yakin dia datang karena Reno sudah menghubunginya" ucap Reno


"ini sudah jam 12.30, kenapa dia begitu terlambat dari yang kita janjikan" gerutu kakek Gilbert


"kek, itu dia Johan" tunjuk Reno


"kamu benar dia sangat mirip sekali dengan Johan" bisik kakek Gilbert

__ADS_1


"dia memang Johan, kek" jawab bisikan kakek Gilbert


"maaf, lama menunggu saya" ucap Juna


"tidak apa-pa, nak! sihlahkan duduk di sini" tunjuk kakek gilbert


"maaf, kakek ini siapa?" tanya Juna


"perkenalkan saya kakek Gilbert Hutomo" ucap kakek Gilbert mengulurkan tangan kanannya


"saya Arjuna Kusuma, kek" ucap Juna membalas uluran tangan sang kakek


"Johan, ini kakek kandung lu! jangan pura-pura amnesia deh!" geram Reno


"berapa kali saya sudah bilang saya itu bukan Johan! saya ini adalah Arjuna Kusuma" ucap Juna


"maaf, kek" ucap Juna


"maaf, Kek, Reno tidak bermaksud untuk bertengkar dengan Johan" ucap Reno


"saya Arjuna bukan Reno?!" seru Juna


"sudahlah! Reno mengalah saja panggil dia dengan Arjuna" ucap kakek gilbert


"baik, kek" ucap reno


"memang saya Arjuna! kalian mau apa ingin bertemu dengan saya?" tanya Juna

__ADS_1


"saya ingin kamu melakukan sebuah tes DNA, apa kamu bersedia?" tanya kakek Gilbert


"untuk apa, kek?" tanya Juna


"saya hanya ingin memastikan bahwa kamu cucu kandung saya" ucap kakek Gilbert


"hmmm, maaf. Saya tidak bersedia melakukan hal tidak penting seperti itu" ucap Juna


"memang ini tidak penting buat kamu, tapi ini semua penting bagi saya! maka dari itu izinkan saya mengambil rambut kamu sebagai sample tes DNA" ucap kakek gilbert


"sekali lagi saya tegaskan, saya tidak bersedia melakukan yang kakek perintahkan kepada saya karena saya ini bukan cucu kandung anda, saya permisi" pamit Juna


"anak itu benar-benar sangat keras kepala" ucap kakek gilbert


"kakek tenang saja aku akan merampas rambut dia dan kita akan tes DNA secara diam-diam tanpa sepengetahuan dia!" ucap reno


"itu ide yang bagus, kakek serahkan masalah ini ke tangan kamu" ucap kakek Gilbert


"kakek tenang saja Reno akan membuktikannya kalau dia itu adalah Johan yang selama ini anggap sudah mati" ucap Reno


"IAH kamu kabari saja kakek jika hasil tes DNA itu sudah keluar!" ucap kakek Gilbert


"oke kek" ucap Reno


bersambung........


...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...

__ADS_1


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2