
Cafe Bucin
"Coba lu selidiki masa lalu Erlan bersama dengan wanita yang bernama Savira itu" ucap Maya
"Males lah, ngapain juga. Gw nggak mau ambil pusing sama pria yang tukang bohong kayak dia" ucap Sherly
"Mending kita move on ajah"ajak Maya
"Gw sih lagi kepikiran sama mantan supir gw" ucap Sherly
"nah loh, jadi kepincut sama supir" ledek Maya
"Bukan begitu! lu sih nggak tau orangnya seperti apa!! dia itu mirip Johan karakternya yang suka berkorban demi wanita yang di cintai" ucap Sherly
"Apa jangan-jangan memang itu Johan" celetuk Maya
"nggak mungkin lah! Johan itu sudah di kubur dua tahun lalu" ucap Sherly
"kita kan nggak pernah liat mukanya karena pada saat itu kondisi wajahnya angus, Apa mungkin Jenazah itu bukan Johan melainkan orang lain?"tanya Maya
"Akh, ngaco lu! mana mungkin pihak kepolisan salah" ucap Sherly
"Bisa saja, lu jangan meremehkan kebesaran Tuhan! bisa saja kan polisi salah mengindetifikasi korban" ucap Maya
"Kalau benar Juna itu Johan. Kenapa dia tak langsung bicara saja pada aku atau Kakek Gilbert" ucap sherly
"Mungkin saja Johan Amnesia selama ini, dia lupa semua orang termasuk lu" ucap Maya
__ADS_1
"hmmmmmm, bisa jadi sih soalnya pas awal gw ketemu Juna wajahnya tak bisa gw kenali karena mata kanannya yang buta serta luka bakar di bagian wajahnya" ucap Sherly
"Nah kan! itu berarti Karena ledakan jet pribadi Johan dua tahun lalu" ucap Maya
"Untuk meyakinkan ini semua kita harus melakukan visum" ucap Sherly
"Visum Jenazah korban yang di sangka itu Johan?" tanya Maya
"Iah, gw harus ke Cempaka indah untuk mengetahui kebenarannya" ucap Sherly
"Gw ikut ya" ucap Maya
"Let' Go" ucap Sherly
*******
"Nyonya Filma, semua cara kita sudah lakukan, Tapi kita selalu saja gagal"ucap Bisma
"kalian berdua memang nggak becus! terutama kamu Ningsih! kamu selalu gagal untuk mencelakai Sherly padahal kamu itu mata-mata dalam mansion itu!" bentak Filma
"M-maafkan, Saya" ucap Ningsih terbata-bata dengan mulut yang bergetar
"Kalau saja kamu bisa menyelesaikan tugas yang saya berikan dari awal, Saya sudah menjabat kembali sebagai CEO," ucap Filma mendongak dagu Ningsih secara kasar
"Sekali lagi, Saya minta maaf. Saya tidak bisa menjalankan tugas selama ini dengan baik. Saya ingin mengundurkan diri dari pekerjaan ini" ucap Ningsih
"Terserah! kamu memang tidak berguna. Sana pergi dan jangan harap mendapatkan imbalan apa pun lagi dari saya!" usir Filma
__ADS_1
"Baik, Nyonya. Saya juga tidak mau hidup dengan uang haram terus menerus" ucap Ningsih
"Kurang ajar! berani kamu menyebut uangku sebagai uang haram!" bentak Filma
"Ampun, Nyonya!" pinta Ningsih
"Pergi dan jangan pernah kembali lagi ke sini!! dan satu lagi yang harus kamu camkan baik-baik, Jangan sampai Sherly mengetahui saya dalang di balik semua ini! Jika kamu berani melawan saya, maka saya pastikan keluarga kamu akan terkena dampaknya!" ancam Filma
Ningsih hanya mematung dan mengangguk kepala dengan isyarat akan menyetujui apa yang di katakan Nyonya Filma, Namun sayangnya Ningsih terlalu lelah untuk terus di sudutkan dan di salahkan
"Saya harus meminta maaf kepada non Sherly atas semua perbuatan jahat saya padanya. Saya berharap bisa di maafkan oleh Non Sherly dan tidak melaporkan saya pada pihak berwajib" gumam ningsih
Setelah kepergian Ningsih dari mansion Filma, Ningsih pun mencoba menghubungi majikannya untuk mengungkapkan kebenaran dan meminta maaf atas semua perbuatan jahat yang sering dia lakukan pada majikannya, meskipun akan mengundang resiko yang tinggi karena selama ini yang membiayai keperluan anaknya yang sedang sakit adalah dari hasil uang haram yang di terima selama ini
Ceklek
Ningsih pun melangkahkan kakinya keluar
Pintu besar yang kokoh berwarna hitam mulai tertutup.
"Pastikan dia tidak melanggar apa yang saya bicarakan tadi, ikuti dia dan habisi dia jika dia berencana memberitahukan semua hal mengenai kita" ucap Filma
"Baik, Nyonya. Saya siap lakukan apa pun" ucap Bisma
bersambung...
...Jangan lupa memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/subscribe...
__ADS_1
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...