Pria Amnesia

Pria Amnesia
63. Operasi cornea mata


__ADS_3

"Tuan muda, saya sudah berhasil untuk mendapatkan cornea mata yang cocok. Apa Tuan muda sudah siap untuk operasi?" tanya Zaky


"saya sudah siap, kapan operasi itu di laksanakan?" tanya Juna


"besok, Tuan muda bisa langsung operasi" ucap Zaky


"kok bisa kamu mendapatkan cornea mata saya dengan cepat?" tanya Juna


"itu soal mudah, Tuan muda. Dengan uang kita bisa membeli apa pun yang kita inginkan" ucap Zaky


"apa bisa membeli hati?" tanya Juna


"tentu bisa, Tuan muda. Saya bisa membeli hati atau kalau perlu jantung" ucap Zaky


"maksud saya itu bukan organ tubuh melainkan rasa cinta! apa bisa kamu belikan untuk saya" ucap Juna


"akh! Tuan muda bisa saja! mana mungkin saya bisa membeli sebuah rasa cinta" ucap Zaky


"kalau begitu saya ingin tetap amnesia. kamu harus bantu belikan saya obat yang paling ampuh untuk menghilangkan rasa ini pada seseorang yang tak mungkin saya gapai" ucap Juna


"tidak bisa, Tuan muda. Saya tidak bisa membantu mendapatkan obat yang aneh yang Tuan muda sebutkan" ucap Zaky


"kata kamu uang bisa membeli apa pun masa hanya obat penghilang patah hati nggak ada?" tanya Juna


"lebih baik Tuan muda sekarang pergi untuk pskolog saja agar beban Tuan muda bisa berkurang" ucap Zaky


"hmmmmm, baiklah. Tolong kamu atur jadwal psikolognya" ucap Juna

__ADS_1


"baik, Tuan muda" ucap Zaky


****


Pria berparas buruk rupa itu melakukan penerbangan seorang diri dengan perasaan sakit hatinya, dia selalu membayangkan adegan kemesraan yang perlihatkan oleh sepasang sejoli itu. Dengan perasaan hancur pria itu tiba di Indonesia dan melakukan pencangkokan cornea mata sebelah kanan


"sudah siap, Tuan muda" ucap Zaky


"sudah, tapi saya mau operasi ini berjalan sesuai yang saya inginkan" ucap Juna


"Tuan muda tenang saja, saya sudah atur agar cornea mata itu tidak akan menyamakan bentuk dari cornea mata, Tuan muda yang dahulu" ucap Zaky


"oke, terima kasih" ucap Juna


"Mari, Tuan muda saya antarkan langsung ke ruang operasi" ucap Zaky


"Saya adalah asisten Tuan muda, jadi Tuan muda tidak perlu sungkan untuk meminta bantuan saya bahkan tanpa Tuan muda minta saya sudah melakukan tugas saya untuk menjaga, Tuan muda" ucap Zaky


"hmmmmm, terima kasih banyak sekali lagi. tanpa bantuan dari kamu saya tidak akan bisa melihat dengan jelas" ucap Juna


"Tuan muda tenang saja setelah pencangkokan cornea mata ini berhasil. Apa Tuan muda akan langsung terbang ke Singapura kembali untuk operasi wajah, Tuan muda?" tanya Zaky


"tidak, nanti saja. Sekarang saya akan fokus untuk konsultasi ke pskolog agar saya bisa menghilangkan rasa ini" ucap Juna


"baiklah, Tuan muda saya mengerti jika anda ingin segera ke dokter pskolog dan perlu Tuan muda ketahui bahwa cornea mata ini bukan dari Indonesia"ucap Zaky


"kamu dapat dari mana cornea ini?" tanya Juna

__ADS_1


"dari rumah sakit yang berada di Jerman" ucap Zaky


"apa?!" kaget Juna


"Iah, nanti saja ceritanya Tuan muda. Sekarang Tuan muda lebih baik masuk ke ruang operasi" ucap Zaky


"baiklah, sekarang saya masuk dulu, tapi kamu harus ingat saya akan kembali bertanya tentang cornea mata yang kamu dapat ini" ucap juna


"oke, Tuan muda" ucap Zaky


*****


Cahaya lampu-lampu menerangi ruang operasi menandakan ruang operasi siap di gunakan oleh pasien yang sudah terlentang tak berdaya dengan selang infus di lengan sebelah kirinya.


"Tuan muda, apa anda ingin mengambil sebuah foto sebagai tanda bukti anda sedang operasi" ucap dokter


"boleh, dok. Tolong gunakan ponsel dokter saja dulu karena saya tidak membawa ponselnya" ucap Juna


"baik, saya akan dokumentarkan semua yang di lakukan karena saya tahu Tuan muda adalah cucu konglomerat dari kakek Gilbert Hutomo" ucap dokter


bersambung....


...Jangan lupa untuk memberikan like, di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


.......

__ADS_1


__ADS_2