Pria Amnesia

Pria Amnesia
70. Juna berhenti bekerja sebagai Supir


__ADS_3

"non, Sherly" seru Juna sambil melambaikan tangannya


"Juna?!" kaget Sherly


"kemana saja kamu?!" tanya sherly


"saya ada urusan sedikit" kilah Juna


"kamu tahu nggak! saya hari ini kerampokan dan itu karena kamu menghilang!" ucap Sherly


"dimana, non?" tanya Juna


"tadi saat saya di perjalanan menuju hotel ini! dan penyebab saya kerampokan itu karena kamu!"ucap Sherly


"kok jadi saya yang si salahin, non?!" tanya Juna


"karena kamu selalu menghilang di saat saya membutuhkan kamu untuk mengantar saya ke rumah sakit" ucap sherly


"maaf, non Sherly. Saya memang tidak layak menjadi supir yang baik, maka dari itu saya akan mengundurkan diri saja" pamit Juna


"saya nggak maksud untuk menyalahkan kamu, hanya saja emas logam mulia itu ada di tas yang saya bawa hari ini" ucap Sherly


"tidak apa-apa, non! memang saya pantas untuk di salahkan. Saya pamit dulu" ucap Juna


"saya kan tidak memecat kamu, kenapa kamu baper sekali jadi manusia!" geram Sherly

__ADS_1


"meskipun non Sherly tidak memecat saya, tapi saya sadar diri, non! selama ini saya selalu membuat non Sherly marah dan selalu kerampokan, maka dari itu saya mengundurkan diri hari ini, terima kasih untuk kebaikan hati non Sherly mau menerima saya sebagai supir pribadi" ucap Juna


"jangan bilang seperti itu! bagaimana pun saya butuh supir seperti kamu" ucap Sherly


"non Sherly akan mendapatkan supir yang lebih baik dari pada saya, jadi saya permisi dulu" pamit Juna


"sial! kenapa sih hari ini gw di terkam masalah bertubi-tubi!!! pertama masalah mengenai emas logam mulia yang langka, padahal sudah ada dalam genggaman gw, sekarang harus di rampok lagi untuk kedua kalinya!! dan yang kedua masalah Juna kenapa dia sensitif sekali sampai mengundurkan diri"gumam Sherly


******


Dengan kegusaran hati Sherly, akhirnya memutuskan untuk pergi dari kepulauan bali


"non, yakin pergi tanpa berpamitan dengan den erlan?" tanya bi Ningsih yang sedang membantu majikannya untuk packing


"Iah, lagian erlan susah di hubungi" ucap Sherly


"sudahlah, sekarang lebih baik kamu siakan semua keperluan saya pulang, jangan sampai barang saya ada yang ketinggalan di hotel ini" ucap sherly


"siap, non" ucap bi Ningsih


*********


"Savira, tolong kamu rahasiakan dulu pernikahan ini dari ayah dan kakak kamu" ucap erlan


"kenapa?" tanya Savira

__ADS_1


"sebenarnya ada hal yang aku sembunyikan dari kamu, bahwa selama kamu pergi jauh dari aku, aku sudah memiliki kekasih lain" ucap erlan


"apa?!" kaget Savira yang mengetahui semua kebenaran ini dari mulut suaminya sendiri


"maafkan aku, Savira! aku sudah tidak setia sama kamu bahkan aku sudah bertunangan dengan wanita itu sebelum kita menikah" ucap erlan


"kenapa kamu baru jujur sekarang!" bentak Savira


"karena kita sudah menikah dan aku nggak mau menutupi semua kebenaran ini dari kamu" ucap erlan


"kenapa?! bukannya selama ini kamu pintar berbohong pada aku?!" ucap Savira


"karena aku ingin memulai rumah tangga kita dengan sebuah kejujuran"ucap erlan


"aku tahu kamu terpaksa kan menikahi aku karena kesalahan, tapi jika tak pernah ada kesalahan itu apa kamu masih akan tetap menikah dengan aku atau kamu memang akan menikah dengan wanita selingkuhan itu" bentak Savira


"tentu saja aku tetap akan menikah dengan keduanya!"ucap erlan


"apa maksud kamu berkata seperti ini!" ucap Savira


"karena aku mencintai kalian berdua sama besarnya!" ucap erlan


bersambung......


...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...

__ADS_1


...Terima kasih sudah mampir di karya season kedua ini, semoga bisa menghibur kalian...


__ADS_2