
"Lapor, Nyonya. Saya sudah menyingkirkan penghalang bagi kita untuk maju" ucap Bisma
"Bagus! apa kamu sudah yakin bahwa Sherly tidak tahu bahwa saya adalah dalang di balik semua ini?" tanya Filma
"Tentu saja! tidak akan ada yang tahu mengenai semua ini" ucap Bisma
"kamu tidak lupa untuk menyingkirkan barang bukti seperti ponsel milik Ningsih?" tanya Filma
"Tentu, Nyonya besar! Saya sudah mengambil ponsel milik Ningsih setelah kejadian itu" ucap Bisma
"Bagus, Sekarang Kamu cek dulu isi pesan masuk serta keluar di ponsel Ningsih sebelum kamu hapus dan buang ponsel tersebut" ucap Filma
"Baik, Nyonya. Saya akan periksa seluruh pesan kotak masuk maupun kotak keluar" ucap Bisma
Tak lama kemudian, Bisma mengecek kotak masuk yang berisi seluruh percakapannya dirinya dengan dia sewaktu masih bertugas untuk mencelakai Sherly, lalu Bisma menghapus isi pesan dirinya dengan Ningsih, Setelah selesai menghapus seluruh kotak masuk Bisma pun mulai membuka kotak keluar, Sontak mata Bisma menatap layar tanpa bergeming
"I-ini Gawat, Nyonya!" ujar Bisma
"Gawat gimana?" tanya Filma
"Pesan Teks dari Ningsih untuk Sherly sukses terkirim" ucap Bisma
__ADS_1
"Apa?!" kaget Filma
"Maaf, Nyonya. Ini di luar prediksi saya. Ternyata Ningsih cerdik tapi dia belum sempat untuk memberitahukan nama Nyonya dalam pesan teks ini" ucap Bisma
"Kalau begitu kamu kirim lagi pesan pada Sherly untuk bilang padanya kalau pesan tersebut dia salah kirim "ucap Filma
"Hmmm, Tapi di sini dia menulis nama Non Sherly," ucap Bisma sambil memperlihatkan ponsel miliknya
"Sial, Saya nggak bisa berdalih kalau isi pesannya seperti ini" geram filma
"Nyonya tenang saja, Dia tidak menyebut nama Nyonya dalam isi pesan ini, itu artinya kalau Sherly tidak mengetahui semua masalah yang kita timbulkan" ucap Bisma
"Bagus! sekarang bagaimana keadaan Sherly! Apa dia sudah mati?" ucap Filma
"Apa?! kenapa bisa?? Apa kamu tidak mencelakai dia kembali saat di rumah sakit?" tanya Filma
"Di rumah sakit ada Zaky yang menjaga Juna dan Sherly" ucap Bisma
"Apa hubungan Juna dengan Zaky?" tanya Filma
"Saya sudah selidiki bahwa Juna itu adalah Johan, Nyonya!" ucap Bisma
__ADS_1
"Apa?! pantas saja pria bertopeng yang menggantikan Sherly itu adalah Johan" ucap Filma
"Iah, Nyonya. Ternyata benar dugaan kita selama ini bahwa Johan masih hidup dan dia menolong Sherly di bianglala itu" ucap Bisma
"Singkirkan mereka berdua dengan cara apa pun" ucap Filma
"Baik. Nyonya. Saya akn singkirkan semua yang menghalangi langkah Nyonya mendapatkan kursi kebesaran sebagai CEO" uap Bisma
"Bagus, Saya sangat suka sekali dengan kinerja kamu selama ini, meski berkali-kali gagal untuk mencelakai Sherly namun kamu berhasil untuk mendapatkan informasi yang sangat penting"ucap Filma
"Makasih, Nyonya. Apa perlu saya juga menyingkirkan Kakek Gilbert untuk memperlancar usaha Nyonya mendapatkan tahta itu kembali?" tanya Bisma
"hmmmmm, Bebas. Lakukan usaha apa pun untuk mendapatkan kursi kebesaran itu kembali dalam genggaman aku kembali" ucap Filma
"Siap, Nyonya!" ucap Bisma
"Maafin saya Beraldi. Saya harus menyingkirkan papa kamu juga untuk merebut kembali kursi kebesaran yang telah lama aku kuasai namun di rebut oleh anak dan menantu kamu. Saya nggak rela! yang berhak itu harusnya saya dan Erlan karena anak kamu itu nggak berguna!" gumam Filma
bersambung.......
...Jangan Lupa untuk memberikan Like di setiap episode, vore sebanyak mungkin dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...
__ADS_1
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...