Pria Amnesia

Pria Amnesia
25. Permohonan Erlan


__ADS_3

Kedua pria itu saling melontarkan kata demi kata tanpa sepengetahuan adik angkat perempuan dan tanpa sepengetahuan ayah kandungnya


"saya tidak bisa memilih antara Sherly atau Savira karena saya tegaskan sekali lagi bahwa saya mencintai keduanya!" ucap erlan


"kalau begitu tinggalkan Savira! adik saya akan lebih bahagia dengan pria yang tidak mudah berpaling darinya" ucap Juna


"tidak bisa! saya sudah merajut kasih dengan Savira sangat lama, saya tida mau kehilangan dia"ucap erlan


"kalau begitu kamu tinggalkan Sherly dan menikah dengan adik saya dengan begitu saya akan bungkam bicara mengenai kedua wanita yang kamu pacari, bagaimana?" tanya Juna


"beri saya waktu, saya mohon! rahasiakan ini sementara waktu sampai hati saya bisa memilih di antara kedua dari mereka" ucap erlan


"baiklah, saya beri kamu waktu sampai satu Minggu" ucap Juna


"tidak bisa, saya perlu waktu selama tiga bulan untuk memikirkan siapa yang benar-benar ada di hati ini" ucap erlan


"apa saya kasih tau saja bahwa saya ini hanya Kakak angkat savira yang di temukan si Jerman dan sebenarnya saya ini Johan yang amnesia suami dari Sherly, akh! untuk apa aku ceritakan semua ini kalau nanti aku yang akan terluka mengingat masa lalu kelam " gumam Juna


"kok anda malah diam?" tanya erlan

__ADS_1


"baiklah, saya kasih kamu waktu yang kamu pinta tapi ingat selama tiga bulan ini kamu tidak boleh menyakiti kedua wanita itu" ucap Juna


"kalau tidak mau mereka tersakiti, kamu harus membungkam mulut kamu!" geram erlan


"IAH, saya janji tidak akan memberitahu asal kamu juga berjanji selama tiga bulan ini kamu memberitahu saya siapa yang kamu pilih.


"IAH, saya janji akan menentukan siapa yang saya pilih selama tiga bulan ini"kilah erlan


"gw nggak mungkin memilih di antara mereka karena gw nggak bisa kehilangan kedua wanita cantik yang selama ini gw cintai, gw akan lakukan sesuatu untuk mendapatkan keduanya"gumam erlan dalam hatinya


"ingat ya! saya melakukan ini karena saya nggak mau adik dan bos saya terluka saat ini, jangan sampai kamu macam-macam sama keduanya karena saya akan mengawasi kamu terus!!" ancam Juna


"sialan supir seperti dia bisa mengancam! akan gw singkirkan lu karena sudah berani mencari masalah sama gw!!" gumam erlan dalam hati yang penuh kemarahan


"iah, saya dengerin! ngapain juga saya macem-macem" ucap erlan


"yasudah kita sekarang kembali ke sana dari pada nanti mereka curiga" ucap Juna


****

__ADS_1


"ngobrolin apa ajah sih kalian! lama banget" ucap Savira


"ini urusan pria, sayang. kamu jangan kepo" ucap erlan


"kalian kenal di mana?" tanya Savira


"aku kenal Juna ini sebagai supir dari teman klien aku" ucap erlan


"hah?! Juna kamu kok jadi supir?" tanya Brata


"Iah, abisnya susah cari kerja jadi apa saja boleh asal halal" ucap Juna


"kakak ini memalukan saja aku!" ucap Savira


"kamu kan bisa bekerja di kantor yang papa juga sedang kerja sebagai admin tidak perlu sebagai supir" ucap Brata


"kerja saja di kantor saya" ucap erlan


bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2