Pria Amnesia

Pria Amnesia
81. Menjenguk Juna


__ADS_3

Langit tak selamanya selalu gelap selalu ada terang di antara kegelapan yang meliputi arena terang tersebut


πŸ“±kring!!


πŸ“ž"Maya, kamu tahu sahabat kamu telah membuat Juna mengalami koma" ucap Reno


πŸ“ž"Apa?!"kaget Maya


πŸ“ž"Itu semua karena ingin membagikan undangan pernikahan ke kantor kamu!" ucap Reno


πŸ“ž"Aku nggak ngecek ponsel aku karena dari pagi aku sibuk sekali dengan pekerjaan yang di kejar deadline" ucap Maya


πŸ“ž"Pantas saja Sherly hampir celaka dan di tolong oleh Juna" ucap Reno


πŸ“ž"kamu tahu dari mana gosib ini?" tanya Maya


πŸ“ž"ini bukan gosib tapi kenyataan! aku tahu dari Zaky sepupu aku" ucap reno


πŸ“ž"yasudah sekarang kita jenguk" ucap Maya


πŸ“ž"oke, tapi lu jangan lupa bawa manusia yang sudah bikin sahabat gw koma" ucap Reno


...****...



Senja selalu datang saat gelap menghilang begitu juga dengan waktu yang Tuhan berikan ada waktunya masalah datang menerpa kehidupan namun Tuhan memberikan jalan keluar dari setiap masalah yang terjadi


"Zaky" panggil Juna


"Kakek Gilbert di mana? kenapa dia tak menunggu aku siuman?" tanya Juna


"Tuan besar sedang berada di Jerman untuk mendapat investor baru karena beliau terjun langsung untuk mengurus masalah investor bernama Bisma"ucap Zaky


"memangnya apa yang terjadi dengan perusahaan sampai kakek harus mencari investor baru di Jerman" ucap Juna

__ADS_1


"Nona Sherly telah menghilangkan emas logam mulia yang sangat langka" ucap Zaky


"Tuan muda tidak boleh sampai tahu bahwa saya adalah dalang pencurian yang di lakukan taksi online itu atas perintah Tuan besar untuk memisahkan nona Sherly dan Tuan muda karena jika sampai Tuan muda tahu pasti akan marah pada saya"gumam Zaky


*


*


*


"Sayang, kamu sudah sebarkan undangan pernikahan kita belum?" ucap erlan


"belum sempat, kamu saja yang urus ya" ucap Sherly


Tiba-tiba saja panggilan berdering


"Erlan, kamu di mana?" tanya Savira


"Aku lagi di kantor" kilah Erlan


"Apa?! Juna? masuk rumah sakit?" tanya Erlan


"Iah, dia mengalami kecelakaan" ucap Savira


"ada-ada saja" ucap Erlan


"makanya sekarang aku nggak bisa ke aparterman yang kamu belikan hanya untuk kita" ucap Savira


"yasudah, nggak apa- apa kamu uru saja kakakmu nanti setelah semua kondisinya baik-baik saja, kamu bisa ke aparterman kita" ucap erlan


...****...


Hari baru telah tiba, matahari bersinar terik di pagi buta seorang wanita dengan napas tersengal-sengal memasuki suatu ruangan


kamar inap VVIP (Very Very Important Person)

__ADS_1


"Juna" seru Sherly


"Non Sherly?!" kaget Juna


"kamu sudah siuman! syukurlah!" ucap Sherly


"wanita yang ku cintai ini sudah berada di hadapanku, apa dia khawatir padaku atau hanya merasa iba semata saja karena saya terbaring tak berdaya seperti ini" gumam Juna dalam hatinya


"Saya nggak mau kamu berhenti bekerja sebagai supir saya" pinta Sherly


"Maaf, non Sherly keputusan saya sudah bulat" ucap Juna


"kamu jangan menentang atasan! Saya hanya ingin kamu menjadi supir saya! atau kamu ingin pekerjaan di kantor?" tawar Sherly


"hmmm, memangnya non Sherly pemilik perusahaan?" tanya Juna


"Saya menjabat sebagai CEO jadi kamu bisa masuk sebagai cleaning service di tempat kerja" ucap Sherly


"tidak perlu repot-repot, non. Saya bisa mencarinya sendiri" ucap Juna


"Baiklah, Saya tidak bisa memaksa lagi kehendak kamu. Saya ke sini ingin mengucapkan terima kasih banyak kamu selalu menolong saya" ucap Sherly


Tiba- tiba saja pembicaraan mereka terhenti karena ketukan pintu


Tok..


Tok..


Tok..


bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan Like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2