Pria Amnesia

Pria Amnesia
82. Yuda & Maya Resmi Jadian


__ADS_3

Di sisi lain, dua insan yang sedang tahap penjajakan itu sedang berduaan menunggu waktu yang tepat untuk sang pria berbicara dari hati ke hati


PT.Prabinka Persada.Tbk


"mau bicara penting apa?" tanya Maya


"sa- saya ......."ucap Yuda terbata-bata


"ya, saya apa?" tanya Maya


"Saya suka sama kamu" ucap Yuda


"hah?!" kaget Maya


"hmmmm, sebenarnya Yuda itu baik hanya saja jabatannya hanya OB. Mama pasti tidak akan menyetujuinya" gumam Maya


"Apa Bu Maya mau menjadi pacar saya? saya tahu saya hanya OB yang miskin" ucap Yuda


"saya tidak mempermasalahkan kamu ini OB atau tidak! yang saya masalahkan adalah memang kita boleh pacaran dalam satu kantor yang sama"ucap Maya


"boleh sakau asal tidak ketahuan! apa ini artinya Bu Maya mau menerima cinta saya?" ucap Yuda


"Iah, saya mau menerima cinta kamu asal dengan syarat" ucap Maya


"syaratnya apa?" tanya Yuda


"kamu harus merahasiakan tentang hubungan kita kepada siapa pun" ucap Maya


"baiklah, aku janji akan mengunci rapat-rapat mulut saya ini" ucap Yuda

__ADS_1


...************...


Satu Minggu kemudian...


Ketika Senja datang kembali menyingsing tata surya di muka bumi ini, Seorang pemuda sudah bersiap kembali mengenakan baju seragam ala kantor dengan Jas berwarna hitam serta dasi polkadot berbintik-bintik berwarna biru tua


"Tuan muda, anda sudah siap" ucap Zaky


"siap, nggak siap" ucap Juna


"kok bicara ambigu sih, Tuan muda?" tanya Zaky


"kita batalkan saja rencana untuk saya bekerja di Hutomo Group" ucap Juna


"Kenapa Tuan muda?" tanya Zaky


"Saya nggak sanggup untuk bekerja bersama dengan Sherly lagi" ucap Juna


"Baiklah, Saya ke sana" ucap Juna


*****


Rapat direksi


"Kita akan mulai rapat kali ini tanpa Tuan besar Gilbert, Saya mewakili beliau hendak menyampaikan hal penting" ucap Herlan


"apa ini mengenai emas logam mulia?" tanya Bisma sang investor


"iya, saya ingin sampaikan bahwa pihak Hutomo Group meminta maaf atas kesalahan yang terjadi" ucap Herlan

__ADS_1


"Saya akan memaafkan jika Bu Sherly di turunkan jabatannya" ucap Bisma


"Iya, saya setuju dengan usulan Pak Bisma mengenai penurunan jabatan ini" ucap Rudi


"Baiklah, usulan para investor kami terima! dengan ini jabatan CEO akan kami gantikan dengan seseorang yang akan datang sebentar lagi" ucap Herlan


"Siapa orang yang menggantikan posisiku?" tanya Sherly


"Beliau adalah garis keturunan Tuan besar anak dari Bernaldi Hutomo" ucap Herlan


"Bukankah Johan sudah meninggal?" tanya Bisma


"Cucu Kakek Gilbert bukan hanya Johan tapi masih ada penerus yang lain" ucap Herlan


"Oh, baiklah, Saya sudah tidak sabar untuk melihat siapa Cucu Tuan Gilbert yang akan menggantikan posisi CEO" ucap Rudi


"kita sambut Cucu pemilik Hutomo Group" sontak Herlan langsung berdiri dengan senyum smirk untuk menyambut kedatangan CEO baru


"Zaky?!" ucap Sherly


"Siang, semua Saya Zaky sekertaris Tuan muda. Tuan muda tidak ingin indentitasnya terbuka oleh siapa pun maka dari itu kalian cukup memanggil dia dengan sebutan Tuan muda Hutomo. Kita sambut yang paling meriah" ucap Zaky


Pria bertopeng itu tiba-tiba muncul di hadapan semua yang ada di ruang rapat itu dan sontak semuanya merasa tekejut melihat kedatangan pria yang misterius itu


"Siang semua! Saya CEO baru" ucap pria misterius


Bersambung .....


...Jangan Lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...

__ADS_1


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur...


__ADS_2