Pria Amnesia

Pria Amnesia
71. Kekecewaan Savira


__ADS_3

"aku nggak terima! kamu mencintai aku dan wanita pelakor itu! sekarang cepat katakan siapa wanita pelakor itu! apa wanita yang waktu itu mengaku bahwa kamu itu kekasihnya?" tanya Savira


"kamu tenang dulu, Vira! aku nggak ada maksud untuk menduakan kamu! hanya saja waktu kamu sibuk dengan dunia kamu di Jerman aku merasa kesepian dan akhirnya dia datang di hidup aku" ucap erlan


"itu bukan alasan, Erlan!" bentak Savira


"aku tahu kamu pasti marah sama aku, tapi aku janji akan memutuskan hubungan aku dengan dia asalkan kamu memberi aku waktu" pinta erlan


"putuskan wanita ****** itu atau aku sendiri yang akan memberitahukan kebenaran mengenai kita sudah menikah" ancam Savira


"baiklah, Vira sayang! aku berjanji akan memutuskannya demi pernikahan kita" ucap erlan


"apakah kak Juna tahu mengenai hal ini?" tanya Savira


"Iah, sejak awal dia juga sudah mengetahui hubungan aku dan wanita itu" ucap erlan


"kenapa kak Juna tega sekali tidak memberitahukan ku" ucap Savira


"dia tidak ingin kamu terluka, begitu juga dengan aku" ucap erlan


"tetap saja rasanya sakit mengetahui kebenaran ini setelah kita menikah karena lebih baik menyakitkan di awal dari pada si akhir seperti ini" sendu Savira


"maafkan, aku Savira. Aku mencintai kamu dan wanita itu" lirih erlan


"katakan siapa nama wanita itu?" tanya Savira

__ADS_1


"nama wanita itu Sherly Cornelius, wanita yang datang di kantor aku tempo hari" ucap erlan


"jadi wanita pelakor itu memang mengatakan hal kebenaran dan bodohnya aku hanya mempercayai kamu" ucap Savira


"maafkan aku Savira, aku sudah banyak menyakiti hati kamu. Kamu boleh hukum aku apa pun asalkan kamu jangan bilang dulu ke Sherly mengenai pernikahan kita karena aku yakin Sherly pun akan terluka seperti kamu" ucap erlan


"kamu lebih memikirkan wanita pelakor itu di bandingkan aku! yang sudah sah menjadi istri kamu?!" geram Savira


"aku tidak bermaksud seperti itu, hanya saja aku tidak ingin menyakiti hati wanita mana pun" ucap erlan


"baiklah, aku akan mengalah! aku akan menyembunyikan pernikahan kita dari siapa pun termasuk Ayah dan kak Juna" ucap Savira


"terima kasih, sayang. Kamu sudah mengikuti semua permintaan aku" ucap erlan


"sudahlah, aku malas berdebat sama kamu lebih baik kita kembali saja ke Jakarta, Aku sudah nggak mood di sini" ucap Savira


"oke, sayang kita pulang sekarang" ucap erlan


Di sisi lain, Juna sudah tiba kembali di Jakarta dan berbicara penting dengan asiatennya


"Zaky, saya sudah siap untuk operasi wajah saya di Singapura kembali, tapi tolong kamu pastikan wajah saya berbeda 180° derajat dari sewaktu saya masih menjadi Johan".ucap Juna


"Tuan muda, anda itu ada-ada saja.! untuk apa ingin merubah wajah lagi" ucap Zaky


"saya nggak mau Sherly mengenal saya sebagai Johan melainkan Arjuna Kusuma karena Johan itu sudah mati di hati Sherly" ucap Juna

__ADS_1


"alasan apa nanti tiba-tiba, Tuan muda menjadi CEO baru Hutomo Group?" tanya Zaky


"nggak tau kamu bicarakan saja hal ini sama kakek Gilbert, aku hanya ikut saja" ucap Juna


"siap, Tuan muda" ucap Zaky


kring!!


"Tuan besar, saya ingin menginformasikan bahwa Tuan muda Johan sudah menyetujui untuk operasi muka hari ini" ucap Zaky


"you can call me, Juna!!" timpal Juna


"maaf, Tuan muda. Saya lupa" ucap zaky


"lain kali kamu jangan sampai keceplosan seperti itu" ucap kakek Gilbert


"maaf, Tuan besar. Saya lupa karena sudah terbiasa dengan nama Tuan muda yang asli" ucap Zaky


"sekarang kamu harus biasakan karena ini akan bahay, jika Filma tahu bahwa cucu saya masih hidup, dia pasti akan berbuat jahat kembali pada cucuku serta orang terdekatnya. Kamu harus menjaga Johan sebagai Arjuna "ucap kakek gilbert


"Baik, Tuan besar saya akan menjaga Tuan muda sebagai Arjuna" ucap zaky


bersambung.....


...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan sebagai Favorite...

__ADS_1


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2