
flashback on
"sial! suami macam apa meninggalkan istrinya demi pekerjaan begini di bandara"gerutu Savira di lobby bandara
π±kring!
π"kak, Juna lagi sibuk?" tanya Savira
π"lagi ada kerjaan yang menanti" ucap Juna
π"apa bisa kakak menjemput aku di bandara?" tanya Savira
π"maaf, dek! kakak nggak bisa menjemput kamu. Bagaimana kalau erlan saja yang menjemput?" tanya Juna
π"Justru erlan yang meninggalkan aku di lobby bandara seorang diri, kak"ucap Savira
π"apa?! kenapa dia meninggalkan kamu tiba-tiba? memangnya kamu dari mana sih sama erlan?" tanya Juna
π"aku menyusul erlan di Bali, kak" ucap Savira
π"untuk apa kamu menyusul erlan sampai di Bali? itu sangat berbahaya! kamu itu wanita harus ada yang jagain kamu! kenapa kamu nggak telepon kakak sih? Kakak juga kemarin-kemarin ada kerjaan di sana" ucap Juna
π"maaf, kak. Vira terlalu sibuk sama erlan yang sulit di hubungi dan ternyata dugaan aku benar kalau erlan itu bertunangan diam-diam di Bali bersama wanita itu" ucap Savira
π"tau dari mana kamu masalah ini?" tanya Juna
π"tahu dari erlan sendiri, jadi kakak tidak menutupinya dari aku! Aku sudah tahu semua kalau kakak selama ini juga tahu mengenai erlan yang berselingkuh dari aku" ucap Savira
π"maafin, kakak telah menutup semua dari kamu karena kakak takut melukai perasaan kamu begitu kamu tahu tentang kebenaran ini" ucap Juna
π"aku lebih baik tahu dari awal, kak dari pada aku harus mengetahuinya di belakang seperti ini mendatangkan masalah baru lagi" ucap Savira
π"masalah apa?! coba kamu ceritakan yang detail saat kita nanti bertemu saja. Apa bisa sekarang kamu dan papa temani kakak operasi di Singapura? ucap Juna
π"apa?! kakak akan operasi di Singapura?! uang dari mana??" tanya Savira
π"nanti kakak ceritakan yang terpenting kamu dan papa bisa ke sini apa bisa, dek?" tanya Juna
π"sepertinya papa nggak akan mungkin bisa menemani kakak di sana karena pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan, bagaimana kalau aku saja yang menemani kakak di sana?" tanya savira
π"tentu, dek! kakak tunggu ya! nanti akan ada Herlan yang akan membantu kamu ke sini menggunakan jet pribadi" ucap Juna
π"siapa itu Herlan, kak?" tanya Savira
π"sudahlah, kamu tidak perlu tahu dulu, nanti akan kakak jelaskan di Singapura" ucap Juna
__ADS_1
"baik, kak" ucap Savira
Tut
*****
Bandara
"Apa benar anda bernama Savira Kusuma, adik dari Arjuna Kusuma?" tanya Herlan
"benar, anda siapa?" tanya Savira
"Saya di perintahkan untuk menjemput nona Savira. Perkenalkan nama saya Herlan.Saya di sini untuk mengantarkan non Savira untuk menemani pengobatan, Tuan muda Juna" ucap Herlan
"Tuan muda?!" kaget Savira
"Iah, beliau adalah Tuan muda yang selama ini di kira meninggal dunia karena ledakan jet pribadi" ucap Herlan
"oh, saya baru tahu kalau Kak Juna sudah menemukan keluarga yang sesungguhnya" ucap Savira
"Tuan muda tetap ingin menjadi kakak anda meskipun dia masih lupa ingatan" ucap Herlan
"sebernarnya kak Juna itu siapa sampai dia si panggil Tuan muda dan memiliki jet pribadi" gumam savira
*
*
*
Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Akhirnya ku menemukanmu
Saat raga ini ingin berlabuh
Ku berharap engkau lah
Jawaban segala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
__ADS_1
Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahanku
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih tuk mencintaiku
Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Ku berharap engkau lah
Jawaban segala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahanku
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih tuk mencintaiku
Jika nanti ku sanding dirimu (sanding dirimu)
Miliki aku dengan segala kelemahanku
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih tuk mencintaiku
Akhirnya ku menemukanmu
Tiba-tiba saja di benak Sherly terlintas ingatan mengenai pertemuan terakhir kalinya dengan Arjuna
"gw nggak menyadari kalau Juna mirip sekali dengan Johan si buruk rupa, meskipun matanya terlihat sayu dan berbeda kenapa hati kecil gw berkata kalau itu memang Johan. Apa mungkin Johan masih hidup, " ucap sherly mencoba menepis pikirannya sendiri dengan menggeleng-gelengkan kepalanya untuk meyakinkan dirinya bahwa keyakinannya itu memang salah
bersambung....
...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...
__ADS_1
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...