
Setibanya di mansion, Juna langsung menuju sebuah kamar besar yang sudah lama berdebu dan tak ada yang mengurus dengan kursi rodanya Zaky tetap setia di sampingnya
"Zaky, bukankah ini mansion aku dan Sherly saat kami menikah dulu?" tanya Juna
"benar, Tuan muda ini mansion anda dengan Nona Sherly" ucap Zaky
"kenapa masih ada barang-barang saya di sini?" tanya Juna
"Mungkin saja Tuan besar tidak mengizinkan barang-barang Tuan muda di buang begitu saja" ucap Zaky
"Sejak kapan Sherly memiliki mansion sendiri?" tanya Juna
"Sejak kepergian anda mungkin, Saya juga kurang begitu tahu karena saya juga mengalami kecelakaan itu bersama anda" ucap Zaky
"Oh ya, saya lupa kamu itu ikut bersama saya. Untungnya kamu bisa selamat. Siapa yang menolong kamu?" tanya Juna
"Pak Surya, Tuan muda"ucap Zaky
"hmmm, Sepertinya nama itu nggak asing buat saya, tapi saya lupa" ucap Juna
"Sudahlah, Tuan muda jangan terlalu banyak di ingat nanti sakit kepala Tuan muda kambuh lagi" ucap Zaky
__ADS_1
"Saya sudah sembuh kok, hanya saja kaki saya yang saat ini yang sakit" ucap Juna
"Tuan muda tenang saja, kita akan segera berobat dan tinggal di Jerman untuk selamanya" ucap Zaky
"Kamu coba cek Jet pribadi kita, Apa baik-baik saja? saya nggak mau ya sampai terulang kembali peristiwa itu"ucap Juna
"Tuan muda tenang saja kali ini saya akan selalu cek dua kali untuk memastikan jet pribadi kita tiba dengan selamat sampai tujuan" ucap Zaky
"Apa kamu juga sudah selidiki siapa dalang dari peristiwa yang kita alami sebelumnya?" tanya Juna
"Saya belum sempat untuk menyelidikinya, tapi saya mencurigai sesaeorang" ucap Zaky
"Siapa yang kamu maksud?" tanya Juna
"Kenapa kamu bisa curiga dengan dia?" tanya Juna
"Karena hanya beliau yang menyimpan dendam kepada anda"ucap Zaky
"kenapa?" tanya Zaky
"Apa Tuan muda masih lupa kalau nyonya Sherly itu mengincar seluruh harta Hutomo Group" ucap Zaky
__ADS_1
"Maaf, memori saya sudah susah menangkap signal" ucap Juna terkekeh sambil cengengesan
"Akh, Tuan muda sudah bisa ngelawak ajah. Saya lagi serius! Apa jangan-jangan Sherly pun di celakai oleh Nyonya Filma sampai dia selalu mendapatkan banyak masalah dalam bisnis" ucap Zaky
"Bisa saja" ucap Juna dengan nada datar
"Kok Tuan muda tidak mencemaskan Non Sherly? bagaimana kalau dia berusaha untuk mencelakai lagi?" tanya Zaky
"Dia sudah ada Erlan yang menjaga, jadi saya nggak ada urusan sama Sherly lagi" ucap Juna
"Jangan seperti itu Tuan muda. Bagaimana pun juga anda masih suami sah" ucap Zaky
"Oh ya, Sebelum kita pergi ke Jerman saya ingin kamu tetap membantu saya untuk mengurus surat cerai saya" ucap Juna
"Apa Tuan muda yakin dengan keputusan yang Tuan muda lakukan ini?" Apa sebaiknya Tuan muda pertimbangkan lagi" ucap Zaky
"Sudah tidak ada yang perlu di pertimbangkan lagi. Saya sudah melihat dengan Jelas di mata Sherly hanya ada Erlan seorang bukan Saya. Saya hanya ingin Sherly bahagia" ucap Juna
"Baiklah, Tuan muda. Saya akan siapkan berkas-berkas yang harus di tanda tangani untuk surat perceraian" ucap Zaky
bersambung .....
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan Like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/ Subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...