
Suara bariton seorang pria muda bertubuh atletis itu bergema mengagetkan para pengunjung mini market yang lalu lalang berdatangan untuk membeli suatu kebutuhan pokok mereka, Dengan sebuah teriakannya yang menggetarkan isi rak- rak tersebut pria muda itu pun menghampiri kembali lawan bicara.
"tunggu!!!" teriak Reno
"apa lagi?" tanya Juna memutarkan arah badannya
"gw minta nomer handphone lu ya!" ucap Reno
"untuk apa sih nomer ponsel saya?" tanya juna
"ada deh, pokoknya nanti gw hubungi lu" ucap Reno memaksa mengambil ponsel dalam saku celana Juna
"ih, nggak sopan! memaksa begitu" gerutu Juna
"akh, ngapain gw sopan sama temen sendiri" ucap Reno
"udah ah, sini balikin ponsel saya" ucap Juna sambil merebut ponsel dalam genggaman Reno
"gw sudah save nomer lu, nanti gw hubungi lu"seru Reno sambil melambaikan tangannya
"gw harus selidiki siapa sebenarnya Arjuna Kusuma itu! gw yakin Johan itu adalah Juna" gumam Reno
*
*
*
*
seorang pria muda berganti pakaian dengan menggunakan pakaian office boy serta kumis dan kacamata bulatnya
"pak Brata, ini kopi hitamnya" ucap yuda
"terima kasih" ucap Brata
__ADS_1
"pak, saya boleh tanya sesuatu?" tanya Yuda
"mengenai apa?" tanya brata
"mengenai tempo hari yang bapak ceritakan tentang anak pak Brata" ucap Yuda
"oh, anak lelaki saya sudah meninggal" ucap Brata
"hah?! meninggal karena apa?" tanya Yuda
"karena kecelakaan balapan liar di Jerman" ucap Brata
"oh,saya turut bersuka cita. pantas saja bapak pindah kemari" ucap Reno
"Iah, saya ingin mengubur kenangan bersama anak saya" ucap Brata
"nama anak bapak siapa? mungkin saja saya mengenalnya" ucap Reno
"nama anak bapak itu adalah....." ucap Brata terpotong saat sang sekertaris memanggil
"oh, oke. Sekarang saya akan ke ruang rapat" ucap Brata
"Huh!!! jadi penasaran siapa sih nama anak pak Brata?!" gumam Reno
*******
mansion Sherly cornelius
"bi, tolong bersihkan sisa makanan di ruang tamu ya" ucap Sherly
"baik, non. apa bekal yang tadi bibi siapkan sudah selesai, non. bisa bibi bersihkan sekalian" ucap bi Ningsih
"oh, ya saya lupa memberitahukan kalau kotak bekalnya sudah tumpah" ucap Sherly
"jadi makanannya nggak di makan, non?" tanya bi Ningsih
__ADS_1
"ya, nggaklah! ngapain makan makanan yang sudah tumpah di makan!" geram Sherly
"sial! aku .gagal lagi untuk kedua kalinya untuk mencelakai non Sherly" gumam bi Ningsih dalam hatinya
*****
π±kring!!
π"apa?! kamu gagal lagi!!" kaget Filma
π"maaf, nyonya besar saya gagal lagi karena kotak makanan itu tumpah" ucap bi ningsih
π"kamu bodoh sekali!! kalau gagal kamu coba terus!" geram Filma
π"obat pencakarnya sudah habis, nyonya" ucap bi Ningsih
π"kamu beli lagi lah, kenapa bilang ke saya?" tanya Filma
π"uang saya sudah habis nyonya untuk membeli lagi obat pencakar itu" ucap bi Ningsih
π"aduh, ngapain kamu bicara mutar-mutar! bilang saja kalau kamu tidak ada uang, saya akan memberikan uang" ucap Filma
π"Iah, nyonya! saya nggak ada uang" ucap bi Ningsih
π"kamu ambil saja uang tunai ke rumah saya sekalian saya mau bicara banyak sama kamu"ucap Filma
π"siap, nyonya besar. Saya langsung meluncur ke mansion, nyonya" ucap bi Ningsih
Tut...
bersambung...
...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...
__ADS_1