Pria Amnesia

Pria Amnesia
42. Menjalankan Rencana Reno


__ADS_3

"huh! kalau tidak gw butuh uang gw nggak mungkin ngelakuin hal ini" ucap Benny


"kenapa sih bos, ngomel di siang bolong seperti ini" ucap Jerry


"gw lagi badmood" ucap Benny


"badmood, kenapa? lagi PMS?!" celetuk Jerry


"lu pikir gw apaan! cewek!" geram Benny


"sejenisnya" celetuk kembali Jerry


"kurang ajar lu teman tidak tahu adat!" ucap Benny


"peraturan gila kali?!" ledek jerry


"akh, sudahlah! gw lagi pusing masalah biaya mama gw" ucap Benny


"mama lu kenapa sih?" tanya Jerry


"sakit jantung harus operasi" ucap Benny


"kapan operasinya?" tanya Jerry


"dua hari lagi, tapi gw belum ada dana yang cukup" ucap Benny


"bukannya lu kerja?!" ucap Jerry


"kerja rodi"celetuk benny


"nggak cukup penghasilan kerja Lo mending pindah kerja ajah" ucap Jerry

__ADS_1


"iah, nanti gw akan pindah kerja deh, sekarang ini gw terpaksa Nerima gawean dari si Reno" ucap Benny


"cuan berapa sih sampai lu tergiur dan mau" ucap Jerry


"nggak tau gw juga, soalny gw belum dapet rambut si Johan terlebih lagi gw kan nyuruh preman buat ambil rambutnya" ucap Benny


*******


Dua orang bertubuh besar dan kekar itu sedang menjalankan rencana yang telah di susun oleh sang penyuruh, mereka pun memulai aksi kebut liar di jalanan agar mobil yang di kendarai oleh sang target bisa sedikit demi sedikit mengurangi laju kendaraan yang si tumpangi oleh sang majikan


"apa yang terjadi"seru sang suara lembut majikan


"ada yang mengikuti kita, dari arah belakang, non" ucap Juna


"cepat gas yang kencang agar laju motor itu tidak menyalip di depan mobil kita" ucap Sherly


"siap, non" ucap Juna


"sabar, non. saya juga sedang berusaha untuk mengelabui mereka!" timpal Juna


"akh! Juna! kamu bisa nyetir nggak sih?! lihat mereka sekarang sudah di pinggir kanan dan kiri kita" ucap Sherly


"maaf non, mata saya sakit kembali"ucap Juna


"saya kan pernah bilang akan membantu kamu untuk menemukan cornea mata, tapi kamu harus bersabar karena menemukan jerami dalam tumpukan jarum itu sangat sulit" ucap Sherly


"IAH, non. Saya mengerti dan berterima kasih atas kebaikan hati non Sherly kepada saya yang receh ini" ucap Juna


"sudahlah, sekarang kamu fokus saja untuk mengebut" ucap Sherly


"siap, non" ucap Juna

__ADS_1


******


bremmmmm......


bremmmmm......


suara motor sport terngiang-ngiang di sebuah jalan raya hingga terlintas di telinga kedua orang yang sedang terusik oleh laju kuda besi tersebut yang semakin mengusik laju mobil hingga akhirnya laju mobil tersebut harus berhenti di sebuah pemukiman karena kebut-kebutan yang di lakukan oleh mereka


"hei, kamu! turun" bentak salah satu preman yang membawa palu serta pisau di tangannya


"mau apa kalian?!" tanya Juna


"serahkan seluruh barang-barang kalian!" ancam Preman tersebut


"lebih baik kita kehilangan harta di bandingkan harus kehilangan nyawa!" ucap Sherly


"non Sherly tenang saja! Non Sherly tidak akan kehilangan kedua hal tersebut karena saya akan melawan mereka, jadi non Sherly jangan keluar dari mobil ini" ucap Juna


"oke, saya akan tetap tinggal di dalam mobil ini, tapi tetap saya akan hubungi pihak berwajib. Saya nggak mau terjadi apa-apa sama kamu" ucap Sherly


"makasih, non sudah khawatir" ucap Juna


"nggak usah kegeran!!! saya bilang seperti itu karena saya nggak mau berhutang nyawa sama kamu" ketus Sherly


"dia terlihat imut saat berbicara seperti itu! terlebih lagi kekhawatirannya membuat hati ini merasa senang, entah kenapa rasanya saya ingin terus melindungi dia, meskipun saya tahu saya sama sekali nggak pernah penting di hatinya! apakah rasa ini sungguh dalam untuknya sampai saya rela berkorban seperti ini, keluar dari dalam mobil ini untuk membahayakan diri saya sendiri" gumam Juna dalam hatinya


bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2