Pria Amnesia

Pria Amnesia
95. Keinginan Juna untuk tetap Amnesia


__ADS_3

Drrrrt... drrrrt..!!!!


"Halo, Tuan besar" ucap Zaky


"Ada apa Zaky?" tanya Kakek Gilbert


"Saya ingin melaporkan mengenai Tuan muda yang saat ini sedang di rumah sakit Yogjakarta" ucap Zaky


"Apa?! Rumah sakit Yogja?!" kaget Kakek Gilbert


"Iya, Tuan muda saat ini sedang berada di rumah sakit Yogja dan saya sekarang sedang dalam perjalanan menuju ke sana" ucap Zaky


"Hmmm, kamu laporkan terus perkembangan Johan kepada saya saja karena saya nggak mungkin meninggalkan perjalanan bisnis ini" ucap Kakek Gilbert


"Oke, Tuan besar. Saya akan terus menjaga dan melaporkan informasi terkini mengenai Tuan muda" ucap Zaky


"Tolong kamu selidiki kenapa Johan harus masuk rumah sakit!" ucap Kakek Gilbert


"Baik, Tuan besar saya akan selidiki" ucap Zaky


"Saya curiga biang dari semua masalah ini adalah Filma yang selalu berbuat apa saja demi mendapatkan keinginannya" ucap Kakek Gilbert

__ADS_1


"Baik, Tuan besar. Saya akan terus selidiki kasus ini" ucap Zaky


"Terima kasih, Zaky. Kamus sudah menjaga Johan untuk saya" ucap Kakek Gilbert


"Sama-sama" Tuan besar


********


Pria Amnesia itu terbaring lemah dengan semua angan-angan yang selalu ia dambakan yaitu di malam natal yang indah akan ada pujaan hatinya yang selalu menemani kemana pun untuk merayakan natal, tapi kenyataanya Pria Amnesia ini lebih memilih untuk menghapus memori lamanya kembali setelah berhasil mengingat


Di alam bawah sadar Juna selalu bertemu dengan Ayah kandung untuk menceritakan peliknya luka liku kehidupan kisah cinta'nya yang selalu kandas dengan hadirnya pria lain di kehidupan wanita yang sangat di cintainya.


"Nak, apa kamu yakin ingin Amnesia kembali?" tanya Bernaldi


"Kamu akan lupa masa lalu, tapi hati mu tidak akan pernah lupa karena ini memang sudah suratan takdir" ucap Bernaldi


"Saya mohon, Pa! saya benar-benar ingin menjadi pria amnesia kembali karena saya nggak sanggup melihat Sherly menikah dengan adik tiri'ku sendiri" ucap Juna


"Nak, Saya bukan Tuhan. Saya ini hanya pelantara. Hanya kamu yang bisa mengubah jalan cerita cinta yang kamu tuju sendiri. Papi hanya bisa memberi saran saja untuk kamu segera move on!" ucap Bernaldi


"Saya nggak mungkin bisa berpaling hati karena saya sudah mencoba berkali-kali, Namun saya selalu gagal" ucap Juna

__ADS_1


"Sudahlah, Nak! kamu jangan pesimis seperti itu! kamu harus berjuang untuk diri kamu bahagia bukan memikirkan wanita yang selalu membuat kamu terluka seperti ini" ucap Bernaldi


"Lebih baik saya lupa ingatan di banding saya harus mengingat kembali rasa sakit tak bisa memiliki wanita yang saya sangat cintai" ucap Juna


"kamu bisa melepaskan dia dari hati kamu, Nak! di banding kamu menjadi pria amnesia kembali. Apa kamu tidak kasian dengan orang-orang yang menyayangi kamu" ucap Bernaldi


"Tidak ada yang menyayangi'ku, Saya merasa selalu tak di anggap" ucap Juna


"Ada Kakek Gilbert dan teman-teman kamu yang menyayangi kamu" ucap Bernaldi


"Kakek nggak pernah sayang sama saya, Kakek hanya memikirkan dunia bisnisnya di bandingkan cucu kandung'nya" lirih Juna


"Kakek Gilbert melakukan semua itu demi kebaikan kamu di masa depan" ucap Bernaldi


"Saya sudah tidak ada masa depan sejak Sherly tidak menganggap saya sebagai suaminya bahkan dia tidak pernah menangisi kepergian saya" ucap Juna


Bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite...


...Terima kasih sudah mampir di karya season kedua dengan judul yang berbeda. Saya harap kalian tetap setia untuk membaca kisah ini....

__ADS_1


__ADS_2